29 May 2012 -

Makna dari kerendahan hati

Banyak penjelasan yang dapat diberikan mengenai makna kerendahan hati, tetapi mana yang dapat kita terima? Kita harus memahaminya dengan benar, karena Tuhan Yesus mengundang kita untuk belajar dari-Nya yang rendah hati (Mat. 11:29). kerendahan hati bukanlah fenomena lahiriah melainkan sikap batiniah.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, “rendah hati” berarti “tidak sombong atau tidak angkuh”. Sedangkan angkuh itu sendiri berarti “suka memandang rendah kepada orang lain”, bersinonim dengan “tinggi hati”, “sombong”, “congkak”. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa rendah hati menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sikap yang tidak merendahkan orang lain. Namun deskripsi ini tidak dapat menjadi pijakan untuk menganalisis kerendahan hati menurut Alkitab.

Dalam Ams. 18:12 dikatakan bahwa kerendahan hati mendahului kehormatan. Kata yang digunakan di sini adalah עֲנָוָה (`ănâvâh) yang menggambarkan kesederhanaan, kesabaran, dan kelembutan. Dalam bahasa Yunani, digunakan kata ταπεινός (tapīnós) yang berarti “berbaring di tempat yang rendah”, dan secara metafora menggambarkan kesederhanaan, kelembutan, dan juga kesedihan dan depresi. Kata ini digunakan di ayat yang sama dalam Septuaginta (Perjanjian Lama Yunani) dan juga digunakan di Perjanjian Baru.

Memang tidak mudah membuat deskripsi mengenai kerendahan hati, tetapi dari berbagai pelajaran di Alkitab, pada hakikatnya kerendahan hati menunjuk mengenai sikap kesederhanaan. Kesederhanaan ini menyangkut pengakuan bahwa keberadaan kita hanya karena anugerah Allah semata-mata. Lawan katanya adalah tinggi hati, yang berarti menganggap dirinya penting dan patut dibanggakan, sehingga dengan kata lain tidak mengakui keberadaannya karena anugerah Allah, tetapi karena usahanya sendiri.

Tuhan Yesus merupakan teladan kita yang sempurna untuk pribadi yang rendah hati. Ia menjadi manusia yang rendah hati, dan setelahnya Ia pun memperoleh kehormatan dan kemuliaan. Ia sendiri mengajarkan bahwa siapa saja yang meninggikan diri akan direndahkan, dan siapa saja yang merendahkan diri akan ditinggikan (Luk. 14:11).

Kerendahan hati harus berpangkal pada kesadaran bahwa tidak ada sesuatu yang baik dari dalam hidup kita dan mengakui diri sebagai manusia berdosa. Inilah jalan kepada pertobatan yang benar (Luk 18:9–14), sebab manusia diselamatkan bukan karena perbuatan baiknya.

Sumber : http://www.truth-media.com/makna-rendah-hati

Komentar

Belum ada komentar mengenai artikel ini.

Berikan Komentar

Bantuan Doa atau Pelayanan

Jika Anda membutuhkan bantuan doa atau layanan lainnya silahkan menghubungi kami melalui link berikut ini - Kontak Kami
GBI El Shaddai Pontianak
Jl. Prof M Yamin No. 1A, Kota Baru, Pontianak 78116
Telp. 0561 - 765495 - Fax. 0561 - 748250
copyrights © GBI El Shaddai Pontianak - Shine, Bless and Glory allrighs reserved.