9 April 2013 -

RENUNGAN HARIAN

Kematian dan Penebusan Yesus Kristus.

betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang Kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, … (Ibrani 9:14)

Di atas kayu salib Yesus harus menanggung dosa segenap umat manusia. Kematian Yesus Kristus di atas kayu salib adalah penggenapan rencana Allah. Sebagaimana juga yang telah disampaikan oleh Petrus saat ia berkhotbah di Yerusalem, “Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh oleh tangan bangsa-bangsa durhaka.” (Kisah 2:23).

Dalam Perjanjian Lama juga telah dinubuatkan perihal ini, “Tetapi Dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, Dia diremukan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepada-Nya, dan oleh bilur-bilurNya kita menjadi sembuh.” (Yesaya 53:5).

Kematian Yesus Kristus adalah bukti kasih Allah kepada dunia, dimana Kristus sebagai korban untuk menebus dosa umat manusia. Pekerjaan penebusan itu hanya sekali untuk selama-lamanya karena pekerjaan itu sempurna. “… Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka yang menantikan Dia.” (Ibrani 9:28).

Sebagai orang-orang yang telah diselamatkan hendaknya kita merespons kasih Allah ini dengan tindakan nyata. Mengorbankan nyawa bukanlah hal yang biasa, inilah bukti dari sebuah kasih yang teramat besar dan tulus. Mungkin sejenak terlintas di benak saudara: “apakah saya juga harus mengorbankan nyawa untuk orang lain?” tidak saudara… merespons kasih Allah kepada kita tidak hanya dengan mengorbankan nyawa, banyak tindakan nyata untuk mewujudkan kasih kita kepada sesama. Dimulai dengan lingkungan di sekeliling kita, jika ada yang membutuhkan pertolongan finansial, apakah kita sudah berbagi? Jika ada orang yang membutuhkan waktu kita, apakah kita mau memberikannya? Salah satu tindakan nyata lainnya adalah melakukan donor darah. Tanpa perlu mengenal siapa yang akan kita tolong; dari suku apa, agama apa, latar belakang dsbnya; kita bisa menolong mereka lewat darah yang kita donorkan di PMI.

Sudahkah kita menghayati dan meresponi arti pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib bagi kita? Mari saudara… mulailah bertindak nyata dari hal-hal kecil yang ada disekeliling kita, karena sesungguhnya jika kita melihat dengan mata hati maka akan kita dapati bahwa di sekeliling kita ada banyak sesama kita yang membutuhkan sentuhan kasih dari kita. Amin!

Sumber : http://renungan-harian-wungkim.blogspot.com

Komentar

Belum ada komentar mengenai artikel ini.

Berikan Komentar

Bantuan Doa atau Pelayanan

Jika Anda membutuhkan bantuan doa atau layanan lainnya silahkan menghubungi kami melalui link berikut ini - Kontak Kami
GBI El Shaddai Pontianak
Jl. Prof M Yamin No. 1A, Kota Baru, Pontianak 78116
Telp. 0561 - 765495 - Fax. 0561 - 748250
copyrights © GBI El Shaddai Pontianak - Shine, Bless and Glory allrighs reserved.