16 June 2015 - Khotbah

AKU MAU MENGANDALKAN TUHAN

PENDAHULUAN

Puji Tuhan, oleh anugerah Tuhan sekarang kita berapa di pertengahan tahun 2015, tepatnya kita ada di bulan Juni. Selama 1 bulan , saya meminta untuk seluruh pengerja berdoa keliling, mendoakan jemaat, masyarakat kota dan kondisi ekonomi di kota kita. Saya percaya pasti akan ada terobosan baru memasuki bulan Juni ini. Di Bulan Mei kita sudah belajar tentang Aku Punya Roh Kudus. Kita harus mengerti bahwa Roh Kudus membuat hidup kita lebih berguna. Saat ini kita akan belajar firman Tuhan “ Aku mau mengandalkan Tuhan”.

Mengandalkan Tuhan adalah sebuah keputusan yang harus lahir dari hati kita, dari hati yang mengasihi Tuhan.Ketika saya melihat ayat-ayat tentang hati dalam alkitab,  maka saya mendapatkan ayat-ayat tentang ditulis sebanyak 787 x . Artinya sangat penting.

Kita sudah mengerti bahwa Bapa di Surga sudah melakukan bagiannya untuk kita dengan cara memberikan Tuhan Yesus untuk mati dan bangkit dari antara orang mati . bahkan sekarang duduk disebelah kanan Allah Bapa .

DIPIHAK TUHAN UNTUK MANUSIA : SUDAH SELESAI

Rom 8:32  Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?

Heb_1:3  Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi,

 APA YANG TUHAN PERINTAHKAN UNTUK MANUSIA ?

  •   HATI KITA MENENTUKAN JALAN HIDUP KITA

Hati manusia itu sangat penting bagi Tuhan, karena itu Tuhan memerintahkan kita untuk memperhatikan hati kita.

Amsal 4:23  Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.

Amsal 4:23  Jagalah hatimu baik-baik, sebab hatimu menentukan jalan hidupmu.  [ BIS ]

  • HATI KITA MENENTUKAN BERKAT YANG KITA TERIMA

Tuhan ingin menuntun dan memberkati umatNya bahkan Dia berkata bahwa Dia memiliki rencana yang baik untuk kita, namun itu dikembalikan kepada kita, apakah kita mau mempercayai Dia atau berjalan dengan keputusan kita sendiri.

Jer 29:11  Bukankah Aku sendiri tahu rencana-rencana-Ku bagi kamu? Rencana-rencana itu bukan untuk mencelakakan kamu, tetapi untuk kesejahteraanmu dan untuk memberikan kepadamu masa depan yang penuh harapan. [ BIS ]

Keputusan kita yang keliru menggiring hidup kita kepada kejadian-kejadian buruk seperti di padang gurun.

Jer 17:5  Beginilah firman TUHAN: “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!

Jer 17:6  Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk.

  1. Hidupnya seperti semak bulus di padang belantara [  mati segan hidup susah ]
  2.  Tidak akan mengalami keadaan yang baik, selalu dikejar dan dikendalikan dengan hal-hal yang buruk
  3. Hidup di tanah yang tidak diberkati [ selalu gagal dalm banyak hal ]

Keputusan kita yang benar akan menggiring hidup kita kepada kejadian-kejadian yang baik dan diberkati Tuhan.

Jer 17:7  Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!

Jer 17:8  Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.

  1. Hidup dalam naungan berkat
  2. Tidak terpengaruh dengan kondisi di sekitar
  3.  Hidup tenang dan tetap kuat di masa sukar
  4. Selalu menghasilkan
  •       BESARKAN KAPASITAS HATI KITA

Alkitab menggambarkan bahwa hati kita itu seperti sebuah tempat penyimpanan.

Luk 6:45  Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya.”

Cara memperbesar kapasitas hati kita :

  1.  Tindakan mengampuni orang lain, situasi dan diri sendiri
  2.  Mendoakan mereka yang merugikan dan  bersalah kepada kita
  3.  Melakukan perbuatan yang baik kepada orang yang berbuat jahat
  4.  Selalu belajar percaya dan taat kepada Tuhan Yesus
  •  HATI KITA MENENTUKAN KEMAKSIMALAN HIDUP KITA

Tuhan Yesus menggambarkan hati kita seperti sebidang tanah yang ditaburi benih. Matius 13:1-23, Markus 4:1-20, Lukas 8:5-15

Ada 4 jenis kondisi tanah yang ditaburi benih :

  1. Jenis tanah yang dipinggir jalan
  2. Jenis tanah yang berbatu
  3. Jenis tanah yang dipenuhi semak
  4. Jenis tanah yang baik

Tuhan Yesus menerangkan bahwa tanah itu adalah gambaran tentang hati kita.

Luk 8:12  Yang jatuh di pinggir jalan itu ialah orang yang telah mendengarnya; kemudian datanglah Iblis lalu mengambil firman itu dari dalam hati mereka, supaya mereka jangan percaya dan diselamatkan.

Luk 8:13  Yang jatuh di tanah yang berbatu-batu itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menerimanya dengan gembira, tetapi mereka itu tidak berakar, mereka percaya sebentar saja dan dalam masa pencobaan mereka murtad.

Luk 8:14  Yang jatuh dalam semak duri ialah orang yang telah mendengar firman itu, dan dalam pertumbuhan selanjutnya mereka terhimpit oleh kekuatiran dan kekayaan dan kenikmatan hidup, sehingga mereka tidak menghasilkan buah yang matang.

Luk 8:15  Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan.”

Tuhan mengatakan bahwa benih itu Firman Tuhan , memiliki kemampuan untuk bermultiplikasi dalam diri kita, Tuhan mengatakan pelipatgandaan bisa terjadi 30x, 60 x , 100 x , tergantung bagaimana hati kita di bajak dan dipelihara dengan baik.

  • BELAJAR HIDUP MENGANDALKAN TUHAN

Perhatikan hal-hal yang Tuhan Yesus katakan tentang kemaksimalan hidup kita , yang bisa menggagalkan kita :

  1.  Iblis mengambil firman Tuhan dalam hati kita, bagaimana caranya ?

Mengalihkan perhatian kita  dengan cara saat kita sedang mendengarkan Firman Tuhan. Pikiran yang tidak bisa konsentrasi, Hp berbunyi, Ngobrol saat firman Tuhan disampaikan, Mengantuk karena kurang tidur sehingga tidak dapat berkonsentrasi, motivasi yang salah, mengeraskan hati, tidak mau mempercayai firman Tuhan, dsb

Solusinya :

  • Siapkan diri dan hati kita saat kita mau beribadah dengan baik, dengan cara datang lebih awal supaya punya waktu untuk menenangkan pikiran dan perasaan [ tidak dalam kondisi terburu-buru ],
  • Gadget di -off –kan, karena sedang bertemu dengan Tuhan dan mendengar FirmanNYa.
  • Mengkondisikan pikiran untuk selalu fokus dengan energi yang maksimal.
  • Menolak bujukan Iblis untuk tidak sungguh-sungguh dengan Tuhan.
  1.  Tidak berakar, percaya sebentar saja, menghadapi kesukaran hidup
  • Tidak berakar :

Akar sulit mencapai sumber air karena banyak batu yang menghalangi.

Solusinya :

  • Periksa hati kita, batu adalah hal-hal yang menghalangi, bisa berupa keputusan-keputusan dalm hati yang salah, bertentangan dengan firmanNya.

Tidak mau mengampuni, menyimpan kesalahan orang lain, salah memilih prioritas, gambar diri yang buruk, hubungan dengan orang tua yang rusak, tidak mau berdoa, dsb

  • Kesukaran hidup :

Tidak dapat dipungkiri bahwa kesukaran dapat membuat iman kita down dan bisa menggulung hidup kita.

Berarti kita harus membangun hidup yang kokoh dan kuat supaya kesukaran tidak menghancurkan kita.

Tuhan Yesus berkata, Bangun hidup kita di atas batu karang [ Matius 7:24-27] , membangun hubungan dengan Yesus akan membuat kita bisa menghadapi kesukaran. Mengembangkan hati yang percaya dan mengandalkan Tuhan karena Tuhan setia [ 1 Kor.13:10 ], Tuhan berkarya [ Roma 8:28], bersyukur karena Tuhan bekerja saat kita bersyukur [ Maz.50:14-15 ]

2 K yang  diperingatkan Yesus :

K -1 : Kekuatiran mempunyai pengaruh buruk atas hidup kita

  • Membungkukkan kita atau menaklukan kita  atau mematahkan semangat, stress, depresi.

Amsal 12:25, untuk bisa mengalahkannya pilihlah tetap percaya kepada Tuhan dan mulai mengucapkan Firman Tuhan. Perkataan yang baik mengubah hati kita. Filipi 4 : 6-7

K-2 : Kekayaan dan kenikmatan hidup

  • Tuhan ingin memberkati kita , tetapi cara kita  yang salah dalam mengelola kekayaan bisa mematikan kita.

Kita lebih mengandalkan kekayaan kita daripada Tuhan yang memberi kekayaan. Kita ditipu oleh kekayaan. 1 Tim. 6: 17-19

Kalahkan tipu daya kekayaan dengan cara membawa persepuluhan kita, kaya dalam kebajikan, suka memberi dan berbagi.

Kekayaan menjadi kereta yang baik untuk membawa kita kepada kehidupan yang sesungguhnya.

  1.   Ketekunan

Tuhan Yesus berkata benih bisa tumbuh dengan baik jika tanahnya baik [ tidak berbatu-batu, tidak ditumbuhi semak duri ] dan dirawat dengan baik. Perawatan ini membutuhkan ketekunan.

  • Ketekunan adalah pekerjaan Roh Kudus dalam kita. Jadi Roh Kudus akan menolong kita menjadi tekun dalam merawat benih yang ditanam itu sampai menghasilkan buah yang berlipat banyaknya.
  • Ketekunan itu cenderung membawa kita pada hidup yang stabil atau tidak mudah digoyahkan.
  • Ketekunan muncul dari kesukaran-kesukaran yang menguji iman kita.

Yak. 1:2  Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan,

Yak.1:3  sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.

Yak.1:4  Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.

  • Ketekunan membawa buah dalam kehidupan kita.

Komentar

Belum ada komentar mengenai artikel ini.

Berikan Komentar

Bantuan Doa atau Pelayanan

Jika Anda membutuhkan bantuan doa atau layanan lainnya silahkan menghubungi kami melalui link berikut ini - Kontak Kami
GBI El Shaddai Pontianak
Jl. Prof M Yamin No. 1A, Kota Baru, Pontianak 78116
Telp. 0561 - 765495 - Fax. 0561 - 748250
copyrights © GBI El Shaddai Pontianak - Shine, Bless and Glory allrighs reserved.