26 May 2016 - Pengajaran

Suara Gembala Mei 2016 – MY WORDS IS MAKING A LIFE

 

MY WORDS IS MAKING A LIFE

Yohanes 6:63

 

PENDAHULUAN

 

Terpujilah Tuhan Yesus di tengah-tengah kita , umat-Nya. Biarlah mulut kita senantiasa mengucapkan syukur yang memuliakan nama-Nya.

Kita sekarang berada di bulan mei, posisi kita sudah hampir memasuki dipertengahan tahun 2016.

Sebagai gembala, saya ingin menyuarakan kembali tentang visi tahun ini yaitu 30-60-100, yang mengandung pengertian bahwa tahun ini adalah tahun pertambahan, tahun pelipatgandaan, tahun berbuah penuh dan tahun tidak ada yang mustahil.

Semua itu berbicara tentang hati kita sebagai tanah yang baik dan firman Allah yang berkuasa, yang ditanam oleh Tuhan di dalam hati kita.  Hendaklah hati kita selalu dirawat dan dijaga sehingga selalu menjadi tanah yang baik. Bukan hanya menjaga dan merawat supaya senantiasa menjadi tanah yang baik namun kita juga bisa memperbesar hati kita .

Dampak dari hati yang diperbesar akan membuat tanah tempat Tuhan menabur benih firman-Nya menjadi lebih luas , hal ini tentu akan disertai penuaian yang lebih banyak dan lebih besar dalam hidup kita.

Di bulan mei ini, kita akan belajar firman Tuhan dengan tema : My Words Is Making A Life ,  di bulan ini kita semua akan belajar bagaimana membuat kehidupan melalui  hati, mulut dan firman Tuhan.

Tuhan Yesus memberikan perkataan yang dahsyat sebagai berikut :

 

Joh 6:63  Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.

 

Meskipun pelayanan Yesus di bumi singkat—hanya tiga setengah tahun—perkataan-perkataan yang Ia katakan telah bertahan di sepanjang zaman. Di zaman-Nya, perkataan-Nya mengherankan banyak orang, mengubah hati, dan pada akhirnya menjungkirbalikkan dunia. perkataan-perkataan-Nya melakukan yang sama bagi kita hari ini. Perkataan-Nya: WARISAN KITA.

 

Kita menghafal perkataan-Nya di Sekolah Minggu, mengutipnya, kita bahkan memiliki Alkitab yang mencetaknya dengan warna merah. Kita membingkainya dan menggantungnya di tembok kita. Dan ketika kita mengalami perkataan Yesus dalam hati kita, itu menjadi hidup, menguatkan hidup kita dan memberi tujuan bagi hidup kita.

 

DAHSYATNYA SEBUAH PERKATAAN

Nelson Mandela, yang menentang rejim pemisahan kaum atau apartheid di Afrika Selatan dan dipenjarakan selama hampir 3 dekade [ 30 tahun ] , mengetahui kuasa kata-kata. Kata-katanya sering dipetik hari ini, tetapi ketika di dalam penjara kata-katanya tidak dapat dipetik karena orang lain takut akibatnya. Satu dekade setelah dibebaskan, dia berkata: “Tidak pernah menjadi kebiasaan saya untuk menggunakan perkataan dengan terburu-buru. Jika 27 tahun di dalam penjara telah membuat kami belajar sesuatu, maka ia adalah penggunaan kesenyapan ketika sendirian  untuk menjadikan kita memahami betapa berharganya perkataan, dan bagaimana ucapan yang sebenar akan membawa dampak terhadap soal hidup dan mati seseorang.”

 

Sebuah perkataan memiliki dampak bagi orang / keadaan atau keberadaan sebuah tempat, rumah , toko , bisnis , pohon, angin, danau, dsb yang mendengarnya, baik perkataan yang membangun. maupun perkataan yang menghancurkan.

Salomo, sebagai orang yang memiliki hikmat dan pengetahuan dari Allah, mengatakan tentang dampak yang hebat dari sebuah perkataan .

 

Amsal 18:20  Perut orang dikenyangkan oleh hasil mulutnya, ia dikenyangkan oleh hasil bibirnya.

Amsal 18:21  Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.

 

PERHATIKAN KISAH INI

Sebuah kebiasaan yang ditemukan di sekitar penduduk kepulauan Solomon, yang terletak di Pasifik Selatan yaitu meneriaki pohon yang besar agar menjadi mati dan mudah ditebang.

Kapanpun mereka menemukan pohon besar yang sulit di tebang dengan kapak,  mereka akan melakukan sebuah ritual yang menurut mereka tidak pernah gagal, yaitu dengan meneriaki pohon tersebut, dengan kata negatif, sambil di hina beramai-ramai.

Dan beberapa penduduk yang lebih kuat dan berani akan memanjat naik ke atas pohon tsb, kemudian mereka akan berteriak mengucapkan  kata hinaan dan makian sekuat tenaga pada pohon itu. Mereka lakukan berjam-jam lamanya sampai selama 40 hari dan hasilnya pohon besar dan kokoh itu akan mulai layu, menggugurkan daunnya, dan akhirnya mati.

 

Sudah 4 bulan berjalan kita semua belajar dari Yesaya 61:1-3 tentang pekerjaan-pekerjaan Yesus yaitu memberitakan kabar baik bagi orang-orang :

  • Orang sengsara dan miskin
  • Orang yang remuk hatinya
  • Orang yang terbelenggu dan dalam penjara
  • Orang yang berkabung

 

Yesus rela meninggalkan kemuliaanNya, ke-Allahan-Nya , dan menjadi sama dengan manusia bahkan mati disalibkan agar semua manusia yang menderita karena dosa dapat diselamatkan.

 

Fil. 2:5  Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,

Fil.2:6  yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,

Fil. 2:7  melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.

Fil. 2:8  Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

 

Keselamatan yang kita terima di dalam Yesus , kita menerimanya melalui hati kita dan mulut kita.

Rom 10:9  Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.

Rom 10:10  Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.

 

AWASI MULUT KITA

Awasilah mulutku, ya TUHAN, berjagalah pada pintu bibirku! (Mazmur 141:3)

 

Slogan  “mulutmu harimaumu” dari kartu As Telkomsel, mengajarkan kepada kita bahwa perkataan yang keluar dari mulut ini harus kita kendalikan. Jika tidak, perkataan itu menjadi ‘galak’ seperti harimau yang bisa menerkam balik kita. Mulut adalah media untuk mengartikulasikan segala sesuatu yang ada di dalam pikiran dan hati. Oleh karena itu, slogan ini ingin mengajarkan kepada kita untuk selalu mengendalikan mulut kita. Dengan apakah kita mengendalikannya?

 

Pemazmur mengajarkan kepada kita, bahwa untuk menyaring perkataan yang keluar dari mulut kita, tidak cukup dengan usaha sendiri, melainkan dengan berdoa. Berdoa adalah perlawanan yang paling tepat terhadap perkataan yang kotor dan jahat. Dalam doanya pada waktu petang, Daud berseru kepada Tuhan, meminta Tuhan melindungi dan memampukannya untuk hidup bagi kemuliaan-Nya. Permohonan ini begitu penting sehingga Daud berharap agar Tuhan menolongnya dalam pergumulan melawan berbagai bentuk pencobaan. Ia meminta Allah mengontrol perkataan, pikiran, dan tindakannya.

 

MAKING A LIFE OR MAKING A DEATH : SEBUAH PILIHAN

Kuasa menghidupkan dan menghancurkan ada pada alat kecil di tubuh kita yaitu lidah , yang menghasilkan perkataan-perkataan.

Rasul Yakobus juga memberikan peringatan yang tegas tentang perkataan yang dihasilkan oleh lidah kita.

Jak. 3:5  Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar…..

 

Yakobus 3: 1-12, memberitahukan cakupan yang luas dan besar dari lidah yang kecil namun dapat menghasilkan hal-hal yang besar.

Lidah kecil yang kita miliki, berpengaruh besar terhadap tubuh, dunia, neraka, surga dan alam natural .

Yesus mengatakan bahwa perkataan-Nya adalah roh dan hidup, itu artinya Perkataan-Nya mengandung kuasa yang mengerjakan kehidupan,  kuasa yang membuat daya cipta.

 

 

 

 

DARI PIKIRAN TURUN MULUT LALU MENJADI PERBUATAN

 

“ Apa yang dipikrkan orang itulah yang akan dikatakannya “.

Sebuah perkataan itu berasal dari hati / pikiran , meluap keluar melalui mulut.

Mat 15:18  Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang.

“ Apa yang dikatakan orang itulah yang akan diperbuatnnya “.

Perkataan-perkataan yang kita ucapkan akan menjadi perbuatan kita.

Mat 15:19  Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.

 

 APAKAH YANG TUHAN INGINKAN DARI PERKATAAN KITA ?

Tuhan menghendaki kita, anak-anakNya agar mulut lidah kita menghasilkan perkataan  kehidupan. bahkan dapat membalikkan keadaan.

 

  • MENYAMPAIKAN KABAR BAIK

Tuhan ingin mempertemukan kita dengan orang-orang dalam Yesaya 61:1, oleh sebab itu Tuhan Yesus ingin kita menggunakan mulut kita menyampaikan kabar baik dari Nya.

Manusia diselamatkan karena mendengar dan menerima kabar baik yaitu Yesus telah mati disalibkan bagi dosa-dosa manusia dan pada hari yang ke-3 dibangkitkan dari antara orang mati.

 

1Kor. 15:3  Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci,

1Kor. 15:4  bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci;

 

  • MEMBANGUN KEHIDUPAN

 

Perkataan kita digunakan untuk membangun sehingga orang yang mendengar perkataan kita menerima kasih karunia. Perkataan yang membangun bisa dalam bentuk nasehat, teguran dan dukungan kata-kata yang menghibur dsb.

 

Efesus  4:29  Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.

Kol 4:6  Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang.

Yesaya 42:3  Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum.

Amsal 12:25  Kekuatiran dalam hati membungkukkan orang, tetapi perkataan yang baik menggembirakan dia.

Amsal 16:24  Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang.

 

 

Yesaya 50:4  Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid.

 

BAGAIMANA SOLUSINYA KALAU SAYA SUDAH MENGUCAPKAN PERKATAAN YANG SALAH ?

 

  1. Datang kepada Tuhan Yesus dan mengakui serta minta pengampunan bahwa sudah mengatakan perkataan yang salah ? 1 Yohanes 1:9
  2. Meminta maaf kepada seseorang yang telah menerima perkataan salah Saudara dan katakan “ saya mencabut atau membatalkannya “ dengan sikap hati yang bertobat.. Amsal 6:1-6
  3. Bertobat dari perkataan yang salah
  4. Mencabut atau membatalkan perkataan salah yang sudah diucapkan

Ayub 42:6  Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu.”

  1. Mengusir roh jahat yang mengendalikan pikiran dan lidah [ roh dusta, roh fitnah, roh kritik yang berlebihan ]
  2. Mengatakan perkataan yang sebaliknya yaitu perkataan yang baik dan benar. Yohanes 15:7

Raja Salomo mengatakan bahwa memperkatakan sebuah perkataan adalah seperti orang yang menabur dan makan buah dari hasil benih tsb.

Amsal 18:21  Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.

  1. Berdoa setiap hari agar Roh Kudus menolong dan mengajari untuk berkata-kata yang benar.

 

Pikirkan  dan Tuliskan pada buku agenda masing-masing lalu Perkatakan setiap saat !!!

 

Perkataan-perkataan seperti apa yang harus selalu saya ucapkan agar memberi dampak kehidupan kepada :

Keluarga , Usaha dan Bisnis, Pekerjaan, Masyarakat sekitar lingkungan, Kota, Bangsa, Keuangan, Kesehatan, Keberhasilan dsb.

 

Komentar

Belum ada komentar mengenai artikel ini.

Berikan Komentar

Bantuan Doa atau Pelayanan

Jika Anda membutuhkan bantuan doa atau layanan lainnya silahkan menghubungi kami melalui link berikut ini - Kontak Kami
GBI El Shaddai Pontianak
Jl. Prof M Yamin No. 1A, Kota Baru, Pontianak 78116
Telp. 0561 - 765495 - Fax. 0561 - 748250
copyrights © GBI El Shaddai Pontianak - Shine, Bless and Glory allrighs reserved.