1 July 2016 - Pengajaran

Have Convidence Toward God

Suara Gembala Juli 2016

HAVE CONFIDENCE TOWARD GOD
[milikilah keyakinan dihadapan Allah]
1 Yohanes 3: 19-24

PENDAHULUAN
Terpujilah Tuhan Yesus yang sangat baik, kekasih dan tunangan kita, oleh anugerah-Nya, kita memasuki bulan Juli 2016. Pada bulan Juni yang lalu kita sudah belajar firman-Nya, bagaimana Tuhan Yesus menghendaki agar kita mulai menangkap rubah-rubah kecil yang menghalangi kebun anggur kita untuk berbuah. Inti dari fiman Tuhan yang kita pelajari adalah kita harus memperhatikan hubungan kita dengan Tuhan Yesus lebih lagi. Hal-hal apa saja yang dapat mengganggu atau menghalangi atau menghambat atau mengurangi hubungan kita dengan Tuhan Yesus harus ditangkap atau disingkirkan atau dibuang, agar supaya cinta kita kepada Tuhan Yesus semakin membara dan bergairah. Menjelang kedatangan-Nya yang kedua kali, cinta Tuhan Yesus begitu besar dan bergairah, demikian juga seharusnya kita, semakin bergairah dengan-Nya.
Di Bulan Juli ini kita akan belajar firman Tuhan lagi tentang bagaimana memiliki keyakinan dihadapan Allah.
Setiap kita orang Kristen wajib memperhatikan hal ini, sebab pada waktu kita tidak memiliki keyakinan dihadapan Allah, kita menjadi orang Kristen yang tidak produktif.
Memiliki keyakinan di hadapan Allah adalah perkara yang sangat penting, karena dengan keyakinan ini kita dapat memperoleh apa saja yang kita minta kepadaNya.
Rasul Yohanes dalam 1 Yohanes 2, oleh ilham Roh Kudus mengajari kita agar kita memperhatikan tentang hati di hadapan Allah.

A. HATI YANG MENUDUH ATAU TERTUDUH
1Yoh. 3:21 Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian percaya untuk mendekati Allah,

Jika hati kita menuduh kita maka akan berdampak pada kedekatan kita kepada Allah. Hati yang menuduh bisa disebabkan oleh :

1. MELANGGAR FIRMAN ALLAH

Contohnya dalam alkitab adalah Daud dalam 1 Samuel 24:1-25
2Sa 24:10 Tetapi berdebar-debarlah hati Daud, setelah ia menghitung rakyat, lalu berkatalah Daud kepada TUHAN: "Aku telah sangat berdosa karena melakukan hal ini; maka sekarang, TUHAN, jauhkanlah kiranya kesalahan hamba-Mu, sebab perbuatanku itu sangat bodoh."

Dalam kisah ini Daud ingin menghitung jumlah orang Israel, hal ini tidak boleh dilakukan dan panglima Yoab sudah memperingatkannya, namun Daud bersikeras supaya dilakukan dan setelah Yoab menghitung serta melaporkan tentang jumlah orang Israel, maka Daud sadar bahwa hal ini adalah sebuah dosa di hadapan Tuhan, tanda yang membuat dia sadar adalah hati yang berdebar-debar [hati Daud menyerang dia ; menyebabkan rasa bersalah ].
Rasul Paulus mengajari kita agar hati kita tidak menuduh kita.
Memiliki hati yang tidak menuduh adalah perlu usaha yang terus menerus dalam hidup kekristenan kita.

Kis. 24:16 Itu sebabnya saya selalu berusaha sebaik-baiknya, supaya hati nurani saya bersih terhadap Allah dan bersih terhadap manusia. [ BIS ]

Disini kita harus memeriksa hati nurani kita, jika kita memang berbuat kesalahan yang melanggar firman Tuhan, maka tindakan kita adalah menyelesaikannya, dengan cara mengakui kesalahan kita dihadapan Tuhan dan berdamai dengan sesama kita. Di level ini kita menangkap rubah – rubah kecil yang menggangu hubungan kita dengan Tuhan Yesus dan sesama.

2. PEKERJAAN IBLIS

Iblis ialah pribadi imitasi atau tiruan Allah, dan dia bukan Allah. Alkitab mengajarkan tentang Iblis sebagi berikut :
 Satanos (bahasa Yunani), Satan (bahasa Ibrani), artinya lawan
 The Evil One atau dalam bahasa Indonesia disebut “si Jahat.”
 Devil, Diablos (bahasa Indonesia : Iblis). Artinya pemfitnah atau penghasut, dengan tujuan merusak hubungan kita dengan Kristus.
 The Tempter artinya “si Penggoda.” Iblis membujuk manusia untuk melakukan pelanggaran terhadap firman Allah atau berdosa.
 The Deceiver artinya “Si Penipu.” Kitab 2 Korintus 11:13-15 mencatat mengenai peranan iblis dalam hal penyesatan jemaat atau manusia yang tidak mengenal Allahnya,
2Kor.11:13 Sebab orang-orang itu adalah rasul-rasul palsu, pekerja-pekerja curang, yang menyamar sebagai rasul-rasul Kristus seperti yang diperingatkan Tuhan: “Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblispun menyamar sebagai malaikat Terang. Jadi bukanlah suatu hal yang ganjil, jika pelayan-pelayannya menyamar sebagai pelayan-pelayan kebenaran. Kesudahan mereka akan setimpal dengan perbuatan mereka.”
 The Accuser artinya “Si Pendakwa” (Wahyu 12:10, Zakahria 3:1-10 ).
Sebuatn lainnya adalah “Si Penghujat” (Slanderer). Ia berusaha untuk mendakwa umat Tuhan.
Wahyu 12:10 Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata: "Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita.
Oleh karena itu seringkali kita dipakai oleh iblis untuk menghakimi hamba-hamba Tuhan dan memecah belah sesama saudara seiman. Jika di suatu tempat sedang terjadi perpecahan, entah perpecahan keluarga, kantor, gereja, maka inilah yang menjadi biang keroknya., namun antek-anteknya adalah manusia juga.

KEBENARAN YANG MEMERDEKAKAN
Joh_8:32 dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."
Joh_8:36 Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka."
Rom_8:2 Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut.
Gal_5:1 Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.

Tuhan Yesus menyatakan bahwa mengetahui kebenaran akan memerdekakan kita dan Tuhan Yesus berkuasa memerdekakan kita. Jika kita sudah dimerdekakan oleh Dia, maka jangan mau lagi diperbudak oelh Iblis.

MENGENAKAN KEBENARAN KRISTUS
Setiap orang yang telah menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, hati nuraninya telah disucikan oleh darah Yesus.
Ibr._9:14 betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.
Ibr._10:22 Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni.

SOLUSI JIKA HATI KITA,

 MENUDUH KITA DIHADAPAN ALLAH
Datanglah ke tahta kasih karunia Allah [ Ibr 4:16, 1 Yohanes 1:9 ; 2:1 ],
Jika tuduhan itu datang karena dosa yang telah kita perbuat, akuilah di hadapan-Nya dan kita menerima pengampunannya.
Jika hal itu berhubungan dengan sesama manusia, usahakanlah untuk berdamai dengan cara mengakui kesalahan yang telah diperbuat.
Jika kita sudah mengakui dihadapan Allah dan sudah berdamai namun masih terus mengalami tuduhan atau perasaan bersalah.
Lakukanlah hal ini :
• Allah lebih besar dari hati nurani kita dan lebih mengetahui segala sesuatu
daripada hati kita. Jadi tenangkan hatimu dan mengucap syukur atas pengampunan yang Tuhan berikan dan perkatakan Firman Allah 1 Yohanes 1:9, bahwa Allah telah mengampuni dosamu dan telah menyucikanmu oleh DarahNya . Terimalah itu dengan sukacita.

1 Yoh 3:19…Demikian pula kita boleh menenangkan hati kita di hadapan Allah,
1Yoh 3:20 sebab jika kita dituduh olehnya, Allah adalah lebih besar dari pada hati kita serta mengetahui segala sesuatu.

• Lawanlah dan usirlah Iblis
Firman Allah mengatakan kita mesti melawan Iblis, dengan segala tuduhan
dan dakwaannya atas kita dengan cara :

Wahyu12:10 Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata: "Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita.
Wahyu12:11 Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut.

Mengalahkan Iblis yang mendakwa kita dengan Darah Anak Domba atau Darah Tuhan Yesus dan Perkataan [ memproklamirkan ] kesaksian kita, bahwa kita telah diampuni dari segala dosa yang kita perbuat oleh darah Yesus, dan kita telah disucikan dan dibenarkan oleh karena Kristus. Kemudian Usirlah Iblis keluar dari hatimu dan dari kehidupanmu.

B. HATI YANG BERANI DIHADAPAN ALLAH

1Yoh 3:21 Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian percaya untuk mendekati Allah,
1Yoh 3:22 dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.

Keberanian percaya untuk mendekati Allah di awali dengan hati kita yang sudah tidak menuduh kita lagi. Artinya kita mengetahui dan mengalami kebenaran firman Allah, bahwa kita sudah menerima pengampunan dosa dan disucikan oleh darah Yesus.
Kita harus masuk ke dimensi yang lebih dalam lagi yaitu keberanian percaya untuk mendekati Allah dan untuk meminta segala sesuatu kepada Allah dalam doa-doa kita.
Hubungan yang terawat dan harmonis dengan Kristus akan berdampak dalam doa-doa kita.
Allah berjanji untuk memenuhi segala kebutuhan kita menurut kekayaanNya dan kemuliaanNya di dalam Kristus.

Filipi 4:19 Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.
1Pe 5:7 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

Tuhan Yesus membawa kita untuk memiiki hubungan dengan Bapa di Surga sebagai sumber dari segala sumber hidup kita dan mengajarkan kita untuk meminta dalm doa-doa kita .

Tuhan Yesus mengatakan jika kita meminta kepada Bapa di surga :
a. Mintalah sebagai prioritas nomor 1 yaitu nama Bapa di surga dimuliakan
Mat 6:9 Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,
b. Mintalah supaya kerajaan Allah dan kehendak Allah dihadirkan di bumi
Mat 6:10 datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di
sorga.
c. Mintalah agar pertolongan dari Bapa di surga selalu dinyatakan dalam hidup kita.
Ibr 4:16 Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.
d. Mintalah jangan dengan jemu-jemu atau bosan. Bapa di surga tidak akan pernah bosan dengan kita yang selalu datang kepadaNya.
Luk 18:1 Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu.

Komentar

Belum ada komentar mengenai artikel ini.

Berikan Komentar

Bantuan Doa atau Pelayanan

Jika Anda membutuhkan bantuan doa atau layanan lainnya silahkan menghubungi kami melalui link berikut ini - Kontak Kami
GBI El Shaddai Pontianak
Jl. Prof M Yamin No. 1A, Kota Baru, Pontianak 78116
Telp. 0561 - 765495 - Fax. 0561 - 748250
copyrights © GBI El Shaddai Pontianak - Shine, Bless and Glory allrighs reserved.