4 October 2016 - Khotbah

Suara Gembala Bulan Oktober 2016

Suara Gembala Oktober 2016

THE SECRET OF BLESING PART-2

Shalom Saudara-saudara di dalam Tuhan Yesus, kita patut bersyukur kepada-Nya, karena Tuhan Yesus sangat mengasihi kita. Saat ini kita memasuki bulan Oktober dan Tuhan Yesus yang baik pasti sudah menyiapkan anugerah-Nya setiap hari bagi kita semua di sepanjang bulan ini.
Pada bulan September , Tuhan telah mengajari kita tentang The Secret Of Blesing bagian ke-1, kita telah menerima 4 Prinsip [P] yaitu
1. P1= Siapapun ORANG Yang Ingin MENERIMA Dia Harus Belajar Untuk MEMBERI
2. P2= SIAPAPUN Yang Memberi Harus Dengan IMAN dan Kebenaran
3. P3=Siapapun Yang Memberi Harus Untuk KEMULIAAN Allah
4. P4=SEGALA SEUATU Yang Kita Punya Sebenarnya Adalah Sesuatu Yang DIPINJAMKAN Oleh Allah
Ke-4 prinsip tersebut merupakan rahasia untuk hidup dalam berkat Tuhan. Kita harus menyadari dengan benar bahwa Allah dengan firman-Nya adalah satu dan Dia bekerja sesuai dengan Firman-Nya.
Kita harus memiliki firman Allah dalam hati kita dan melakukan firman-Nya dalam keseharian kita.
Di bulan Oktober ini kita akan belajar The Secret of Blesing Part-2, mari buka hati kita bagi firman-Nya sepanjang bulan ini.

PERNYATAAN TUHAN YESUS TENTANG KEPEMILIKAN
Dalam kitab Injil Markus, Tuhan Yesus memberikan pernyataan yang membuat orang yang ingin mencobai-Nya terheran-heran. Tuhan Yesus mengatakan sebagai berikut :
Mar 12:16 Lalu mereka bawa. Maka Ia bertanya kepada mereka: "Gambar dan tulisan siapakah ini?" Jawab mereka: "Gambar dan tulisan Kaisar."
Mar 12:17 Lalu kata Yesus kepada mereka: "Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah!" Mereka sangat heran mendengar Dia.
Mar 12:17 "Nah, kalau begitu," kata Yesus, "berilah kepada Kaisar apa yang milik Kaisar, dan kepada Allah apa yang milik Allah." Mereka heran mendengar Dia. [ terjemahan BIS ]

Dari perkataan Tuhan Yesus di atas, orang Kristen harus melakukan 2 kewajiban yaitu memberikan apa yang menjadi KEWAJIBAN/ milik Kaisar [pemerintah] dan memberikan apa yang menjadi kewajiban /milik Allah .

I. KEWAJIBAN / MILIK KAISAR [PEMERINTAH]
Mari kita melihat firman Tuhan . apa saja yang menjadi milik Kaisar /Pemerintah.
a. Pajak /Cukai [di hadapan Pilatus , Yesus dituduh tidak bayar pajak atau melarang orang membayar pajak Lukas 23:2, Roma 13:6-7/BIS : bayarlah kepada pemerintah, 1 Petrus 2:13-17]
b. Ketaatan dan Rasa Hormat
Rom 13:7 Bayarlah kepada semua orang apa yang harus kamu bayar: pajak kepada orang yang berhak menerima pajak, cukai kepada orang yang berhak menerima cukai; rasa takut kepada orang yang berhak menerima rasa takut dan hormat kepada orang yang berhak menerima hormat.

II. KEWAJIBAN / MILIK ALLAH
Sebagai orang Kristen, juga harus belajar mengetahui dan mengerti apa yang menjadi kewajiban / milik Allah.
Seringkali orang tidak mengetahui tentang kepemilikan, sehingga akibatnya melakukan tindakan yang salah yaitu mengambil apa yang bukan haknya atau miiknya .
Sejak manusia diciptakan , Allah telah mengajar tentang kepemilikan kepada manusia .
Dalam kitab Kejadian 1, alkitab mengajarkan bahwa langit dan bumi serta segala isinya adalah milik Allah. Dialah yang menciptakannya dan setelah ditata dengan sempurna Allah , lalu memberikan kepada manusia untuk menguasai, mengelola dan memelihara serta mengusahakannya.

 Langit Dan Bumi Serta Segala Isinya Adalah Milik Allah [Kej.1:28-29,Maz.24;1]

 Orang Kristen Adalah Milik Allah [1 Kor.3:23,1 Pet.2:9-10]

 Kuasa, Kekayaan, Hikmat, Kekuatan, Hormat, Kemuliaan, Pujian Adalah Milik Tuhan Yesus/ Allah [ Wahyu 5:11-12]

 Persembahan Persepuluhan Adalah Milik Allah [Imamat 27:30-32, Malekahi 3:10, Markus 12:17]

Dari semua kepemilikan Allah di atas, kita akan belajar yang berhubungan langsung dengan rahasia berkat.
Bulan lalu kita belajar bahwa memberi adalah sebuah solusi bagi sebuah problem/ masalah. Demikian juga persembahan persepuluhan diperintahkan oleh Allah untuk menjadi solusi bagi sebuah problem/masalah.
Mari kita melihat dalam alkitab masalah-masalah yang muncul yang ada hubungannya dengan persembahan umat dengan Tuhan.

a. Pundi-pundi yang BERLOBANG [ Hagai 1:6-11]
Problem pada kisah ini karena umat tidak peduli akan Rumah Tuhan yang dibiarkan dalam kondisi reruntuhan. Solusi yang Tuhan perintahkan adalah memberi bagi pembangunan Rumah Tuhan. Ketika Umat Tuhan memberi untuk pembangunan Rumah Tuhan, maka Tuhan memerintahkan berkat datang atas umat-Nya [Hagai 2:18-19]

b. HAMA dan tingkat PRODUKTIVITAS
Mal 3:11 Aku akan menghardik bagimu belalang pelahap, supaya jangan dihabisinya hasil tanahmu dan supaya jangan pohon anggur di padang tidak berbuah bagimu, firman TUHAN semesta alam.

Kita semua mengetahui masalah hama dibidang usaha pertanian dan perkebunan adalah hal yang tidak boleh dianggap enteng , namun dalam ayat ini , Tuhan bersedia melindungi dan menjadi PAGAR perlindungan bahkan Dia akan menghardik/mengusir binatang hama yang mencoba mengambil/merusak/menghancurkan apa yang diusahakan umat-Nya, MASALAH yang kedua adalah PRODUKTIVITAS dari hasil pertanian dan perkebunan, dalam masalah yang kedua inipun Tuhan bersedia memperhatikan/menolong agar apa yang dihasilkan menjadi maksimal. Tuhan mengatakan bahwa pohon anggurmu HARUS berbuah .
Hama binatang dalam arti luas adalah segala sesuatu yang ingin merusak/mengagalkan/menghalangi/mengambil/mencuri/membunuh, Tuhan menyatakan bahwa Tuhan bersedia menjadi pagar perlindungan atas semua itu. Tentang segala sesuatu yang menghalangi produktivitas bisa dalam bentuk cuaca, hama, kesuburan dsb, Tuhan juga bersedia untuk bekerja agar semua yang diusahakan MENGHASILKAN bagi umat-Nya.

Semua hal yang baik di atas akan terjadi pada umat Tuhan yang mengerti dan mengembalikan persembahan persepuluhan sebagai milik Tuhan.
Mal 3:10 Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.

Dalam hal mengembalikan persembahan persepuluhan, Tuhan bersedia di TES oleh umat-Nya. Menurut pendapat saya, Tuhan terlalu berani berjanji dalam hal persembahan persepuluhan, sebab dari semua perkataan Tuhan yang berhubungan dengan berkat atas umat Tuhan, hanya ayat ini yang secara FRONTAL atau jujur dan sangat BERANI bahwa Tuhan bersedia di tes dan bukan hanya itu saja , pada jaman sekarang ini ada banyak orang-orang yang mengatakan tidak USAH mengembalikan lagi milik Tuhan ini. Mereka berpendapat bahwa janji –janji berkat dalam perkataan Tuhan ini sudah tidak BERLAKU lagi. Jadi sekarang , umat Tuhan diperhadapkan dengan 2 pilihan, apakah mau mentaati perintah Tuhan ini, dimana Tuhan bersedia di tes atau menuruti apa yang dikatakan oleh orang-orang dengan pendapat mereka ? Saya sebagai gembala , saya mengajak umat Tuhan di wadah GBI ini untuk melakukan perintah Tuhan dalam mengembalikan persembahan persepuluhan.

1. APAKAH PERSEMBAHAN PERSEPULUHAN ITU ?
Persepuluhan yaitu memberikan minimal 10% dari penghasilan seseorang kepada Allah, dan ini merupakan suatu cara untuk MENGHORMATI Allah dan mendukung pekerjaanNya di bumi ini .
Persepuluhan seharusnya diberikan dari “segala penghasilanmu” (Ams. 3:9). Ini berarti bahwa kapan saja kita menerima atau mendapatkan uang, kita perlu memberikannya persepuluhan kepada Tuhan dari hasil itu.
Kedengarannya kuno, tetapi kenyataannya bahwa itu merupakan KUNCI yang paling mendasar untuk stabilitas keuangan dan berkat Allah Yang Mahakuasa.

2. SEJARAH PERSEMBAHAN PERSEPULUHAN DI DALAM ALKITAB
Persepuluhan memiliki sebuah sejarah yang AGUNG dan mulia. Orang pertama yang memberi persepuluhan ialah Abraham, yakni orang yang disebut bapa iman di dalam Perjanjian Baru.
Perhatikan apa yang dia lakukan setelah kembali dari pertempuran: “Melkisedek raja Salem, membawa roti dan anggur; ia seorang imam Allah Yang Mahatinggi. Lalu ia [Melkisedek] memberkati dia [Abram], katanya: ‘Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi, dan terpujilah Allah Yang Mahatinggi, yang empunya langit dan bumi, yang telah menyerahkan musuhmu ke tanganmu.’ Lalu dia [Abram] memberikan kepadanya sepersepuluh dari semuanya” (Kejadian 14:18-20).
3. Pelajaran dari teladan Abraham
Mari kita perhatikan beberapa rincian menarik tentang bacaan di atas. Pertama, Abraham (yang pada saat itu namanya Abram) memberikan sepersepuluh dari semuanya meskipun di tengah kekalutan. Saat itu ialah saat konflik hebat antara kota-kota di dunia zaman dulu. Keponakan Abraham sendiri, yakni Lot telah terlibat dalam bentrokan itu, lalu menjad tawanan dan ia perlu diselamatkan (Kejadian 14:14-16). Namun demikian, faktanya bahwa meskipun masa itu sulit tetapi Abraham tidak berhenti memberikan persepuluhan.
Kedua, Abraham memberi persepuluhan kepada seorang imam Allah Yang Mahatinggi yang disebut “Melkisedek” (ayat 18). Di dalam Perjanjian Baru banyak dijelaskan tentang Melkisedek (Ibrani 7:1-17), dan tentang jabatannya sebagai seorang imam. Tetapi, untuk maksud kita di sini, kita sebaiknya memperhatikan bahwa Abraham memberikan persepuluhan kepada orang yang merupakan hamba yang hakiki dari Allah dan yang mewakili Dia. Dengan berbuat demikian, dia memberi TELADAN bagi kita.
4. Diperintahkan dan dipraktekkan
Kemudian kita membaca tentang satu lagi dari patriark, yakni Yakub, yang memberikan persepuluhan kepada Allah (Kejadian 28:22). Dan setelah itu, dengan formasi bangsa Israel, yakni bangsa kepunyaan Allah DIPERINTAHKAN untuk memberi persepuluhan kepada Dia (Imamat 27:30; Bilangan 18:21). Melalui sistem persepuluhan inilah maka tata laksana bangsa itu bisa dijalankan, baik untuk pelayanan keimaman maupun pelayanan di bidang peradilan bangsa itu.
Di akhir ERA Perjanjian Lama, seorang nabi Allah menyampaikan kecaman pedas terhadap bangsa Israel karena kegagalan mereka dalam mematuhi hukum persepuluhan ini.
Perhatikanlah Firman Allah yang ditulis oleh nabi Maleakhi: ‘“Bolehkah manusia menipu [rob = merampok] Allah? Namun kamu menipu Aku! Tetapi kamu berkata: “Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?” Mengenai persepuluhan dan persembahan khusus! Kamu telah kena kutuk, tetapi kamu masih menipu Aku, ya kamu seluruh bangsa. Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumahKu dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, ‘apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan’” (Maleakhi 3:8-10).
5. Merampok Allah?
Merampok Allah? Tentu ini pernyataan KERAS, tetapi ini menjelaskan fakta bahwa persepuluhan itu adalah milik Allah, yakni Dia yang memberi kita kekuatan dan kecerdasan, dan kehidupan kita sehari-hari. Tidak memberi persepuluhan berarti merampok Sang Pencipta kita.
6. Persepuluhan di dalam Perjanjian Baru
Di dalam era PERJANJIAN BARU , Yesus Kritus Juruselamat dunia menegakkan pentingnya persepuluhan ketika Dia menyerukan, “Celakalah kamu hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan” (Matius 23:23).
Rasul Paulus mengikuti ajaran yang sama ketika dia membicarakan tentang kebutuhan pelayan-pelayan Kristus di era Perjanjian Baru untuk hidup dari pemberitaan Injil itu. “Tidak tahukah kamu, bahwa mereka yang melayani dalam tempat kudus mendapat penghidupannya dari tempat kudus itu dan bahwa mereka yang melayani mezbah, mendapat bahagian mereka dari mezbah itu? Demikian pula Tuhan telah menetapkan, bahwa mereka yang memberitakan Injil, harus hidup dari pemberitaan Injil itu” (1 Korintus 9:13-14). Jadi persepuluhan Allah menyediakan dana untuk pemberitaan injil dan untuk kehidupan mereka yang melayani Allah dan orang atas injil itu.
7. Persepuluhan harus dilakukan dengan konsep yang benar
Bisa saja seseorang memberikan persepuluhan, tetapi dengan konsep yang salah. Memberikan persepuluhan dengan KONSEP yang benar adalah sangat penting, apalagi di zaman Perjanjian Baru, zaman penyembahan di dalam Roh dan kebenaran.
 Adalah salah jika menganggap persepuluhan sebagai semacam “pajak” rohani. Pajak adalah sesuatu yang memberatkan. Tuhan ingin agar orang percaya memberi dengan sukacita, dan dengan kerelaan hati (2 Kor. 9:7).
 Adalah salah untuk menganggap bahwa 10% adalah milik Tuhan dan 90% adalah milik saya. Sebenarnya seluruh hidup orang percaya adalah milik Tuhan (Roma 12:1; Gal. 2:20). Jadi, termasuk, seluruh harta dan uang orang percaya adalah milik Tuhan yang Tuhan percayakan kepada anak-anakNya. Dari Firman Tuhan, kita tahu bahwa Tuhan ingin kita menaruh minimal 10% dari harta yang Ia percayakan itu, ke tiang penopang dan dasar kebenaran (Israel/Bait Suci di PL dan jemaat lokal di PB). Sisanya, tetap adalah milik Tuhan yang kita kelola. Jadi, orang percaya tidak boleh sembarang menggunakan uang”nya” apalagi untuk berdosa. Dengan penuh doa, ia menggunakan uang”nya” dengan bijak.
 Adalah salah untuk berpikir bahwa memberi persepuluhan adalah semacam sogok kepada Tuhan, sehingga seseorang bebas untuk “berdosa” asal ia membayar persepuluhan. Tuhan tidak berkenan kepada persembahan lebih daripada ketaatan! Baca 1 Samuel 15:22-23.
 Adalah salah untuk memberikan persepuluhan dengan motivasi “investasi duniawi,” mengharapkan berkat materi dalam jangka waktu pendek. Tuhan memang berjanji akan memberkati orang yang memberikan persepuluhan, tetapi janganlah mengukur berkat Tuhan secara materi belaka. Persepuluhan seharusnyalah diberikan dengan motivasi utama cinta akan Tuhan, dan cinta akan pekerjaan Tuhan. Berkat akan diurus oleh Tuhan pada waktuNya.
8. Persepuluhan harus dilakukan dengan iman
Satu-satunya cara untuk MENGEMBALIKAN persepuluhan dengan efektif adalah melakukannya dengan iman. Kita harus percaya akan janji-janji Allah bahkan di masa-masa yang sulit. Persembahan persepuluhan dibawa ke tempat dimana saudara mendapat makanan rohani dan pelayanan penggembalaan.

Persembahan Persepuluhan adalah EKSPRESI sikap ketaatan orang Kristen terhadap firman Allah dalam hal uang. Tuhan Yesus mengatakan, ”di mana hartamu berada, di situ hatimu”. Artinya, di sini, konsep kepemilikan. Jikalau harta kita adalah UANG , maka kita akan MEMAKAI Tuhan bagi uang. Tetapi jika harta kita adalah TUHAN, maka kita akan memakai uang bagi Tuhan. Orang yang mencintai uang, sulit memberi persembahan. Orang yang mencintai Tuhan, mudah memberi persembahan.

Komentar

Belum ada komentar mengenai artikel ini.

Berikan Komentar

Bantuan Doa atau Pelayanan

Jika Anda membutuhkan bantuan doa atau layanan lainnya silahkan menghubungi kami melalui link berikut ini - Kontak Kami
GBI El Shaddai Pontianak
Jl. Prof M Yamin No. 1A, Kota Baru, Pontianak 78116
Telp. 0561 - 765495 - Fax. 0561 - 748250
copyrights © GBI El Shaddai Pontianak - Shine, Bless and Glory allrighs reserved.