10 March 2011 - Pengajaran

Hati yang haus dan lapar akan Tuhan

Mat 5:6  Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.

 Yoh 7:37 “ … Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum!”

 Dari ayat-ayat ini kita mendapatkan rahasia jika kita ingin bahagia, mendapatkan sesuatu dari Tuhan, kita harus memiliki hati yang lapar dan haus akan Tuhan. Bani Korah menggambarkan rasa hausnya akan Tuhan dalam :

 Mazmur 42:2 Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah.

Sedangkan  Daud menggambarkan rasa hausnya dalam:

 Mazmur 143:6  Aku menadahkan tanganku kepada-Mu, jiwaku haus kepada-Mu seperti tanah yang tandus

 Hanya hati yang haus seperti rusa yang akan air dan tanah yang tandus yang dapat menerima dan menyerap lebih banyak dari Tuhan. Bagaimanakah mengembangkan rasa lapar dan haus akan Tuhuan menjadi bertambah dalam hidup kita ?

1. Doa dan Puasa

Luk 2:36  Lagipula di situ ada Hana, seorang nabi perempuan, anak Fanuel dari suku Asyer. Ia sudah sangat lanjut umurnya. Sesudah kawin ia hidup tujuh tahun lamanya bersama suaminya,

Luk 2:37  dan sekarang ia janda dan berumur delapan puluh empat tahun. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa.

Luk 2:38  Dan pada ketika itu juga datanglah ia ke situ dan mengucap syukur kepada Allah dan berbicara tentang Anak itu kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem.

2. Katakanlah kepada Tuhan : “Hatiku haus dan lapar akan Tuhan”

 Yak. 3:3  Kita mengenakan kekang pada mulut kuda, sehingga ia menuruti kehendak kita, dengan jalan demikian kita dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.

Yak. 3:4  Dan lihat saja kapal-kapal, walaupun amat besar dan digerakkan oleh angin keras, namun dapat dikendalikan oleh kemudi yang amat kecil menurut kehendak jurumudi.

 Yakobus 3:5  Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapapun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar.

 3. Lewat masalah-masalah dan tekanan-tekanan hidup yang Allah ijinkan terjadi dalam hidup kita

 Mazmur 42:12 Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!

 4. Segera bereskan dosa-dosa kita

Dosa dapat mengurangi bahkan menghilangkan rasa lapar dan haus akan Tuhan.

 1Yohanes 2:15  Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.

1Yohanes 2:16  Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.

 Gal 5:19  Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,

Gal 5:20  penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,

Gal 5:21  kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu–seperti yang telah kubuat dahulu–bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

 Efesus 4:31  Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.

 Bagaimana dosa dapat diselesai ?

1. Jika kita mau mengakui dan meninggalkan

1 Yoh 1:9  Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

 Amsal 28:13  Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi.

 2. Memberikan pengampunan untuk orang-orang yang bersalah dan menyakiti hati

 Markus 11:25  Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu.”

Markus 11:26  (Tetapi jika kamu tidak mengampuni, maka Bapamu yang di sorga juga tidak akan mengampuni kesalahan-kesalahanmu.)

(Sumber : Khotbah Ibu Pdt.Sandra Wilan) 

Komentar

Belum ada komentar mengenai artikel ini.

Berikan Komentar

Bantuan Doa atau Pelayanan

Jika Anda membutuhkan bantuan doa atau layanan lainnya silahkan menghubungi kami melalui link berikut ini - Kontak Kami
GBI El Shaddai Pontianak
Jl. Prof M Yamin No. 1A, Kota Baru, Pontianak 78116
Telp. 0561 - 765495 - Fax. 0561 - 748250
copyrights © GBI El Shaddai Pontianak - Shine, Bless and Glory allrighs reserved.