5 September 2012 - Khotbah

Imam dan Raja

Wahyu 5:9-10
Pendahuluan
Tiga minggu yang lalu kita telah mendengar Firman Tuhan dari wahyu 5:1-14. Tentang Rasul Yohanes yang melihat Dia yang duduk di atas tahta memegang gulungan kitab yang ditulis sebelah dalam dan luar yang berisi tentang bagaimana dunia ini akan dihukum dan menggambarkan kemenangan Allah dan umatNya atas kejahatan. Rasul Yohanes juga melihat seorang malaikat yang gagah perkasa berseru dengan suara nyaring : “Siapakah yang layak membuka gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya? Tetapi tidak ada seorangpun baik yang di surga, di bumi atau yang di bawah bumi, yang dapat membuka gulungan kitab itu atau yang dapat melihat sebelah dalamnya”. Maka menangislah rasul Yohanes dengan amat sedihnya. Oleh karena jika tidak ada yang membukanya, ini berarti tak ada penggenapan aka adanya hukuman atas iblis dan kemenangan bagi gereja. Tak ada langit dan bumi yang baru.Tetapi Anak Domba yang disembelih layak untuk membuka gulungan kitab dan meterai-meteraiNya. Ini artinya penggenapan iblis akan dihukum dan adanya kemenangan buat Tuhan serta orang percaya, juga langit baru dan bumi yang baru akan tergenapi.Dan ketika Anak Domba yaitu Yesus menerima gulungan kitab itu maka tersungkurlah keempat mahluk dan kedua puluh empat tua-tua itu jatuh tersungkur dan mereka menyanyikan suatu nyanyian. Nyanyian dalam ayat 9 dan 10 tidak hanya untuk Anak Domba yang disembelih seperti dalam ayat 12 dan 13, tetapi nyanyian ini juga tentang mereka yang telah dibeli oleh darah Yesus dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa.
Nyanyian baru yang dinyanyikan itu  katanya :
“Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya : karena Engkau telah disembelih dan dengan darahMu Engkau telah membeli mmereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa. Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah kita, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi”

MEMERINTAH SEBAGAI RAJA
Memerintah sebagai raja ini berarti tentang pemulihan / pengembalian otoritas. Sejak semula ketika Allah menciptakan manusia, Allah telah menetapkan manusia untuk berkuasa atas bumi.

Kejadian 1:26,28
Kej 1:26  Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh
bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”
Kej 1:28  Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”
Mzm 8:3  (8-4) Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan:
Mzm 8:4  (8-5) apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?
Mzm 8:5  (8-6) Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat.
Mzm 8:6  (8-7) Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya:

Jadi segala sesuatu yang berhubungan dengan bumi telah diserahkan pertanggung jawabannya kepada manusia.
Manusia menjadi pengurus dan pengelola bumi. Kalau dunia ini bisa seperti sorga itu juga karena manusia, tapi kalau bumi kacau balau itu juga karena ulah manusia. Bahkan otoritas untuk menguasai
bumi pindah ke tangan setan itu juga karena salah manusia. Di taman Eden manusia memilih untuk mentaati apa yang dikatakan oleh setan, sehingga manusia hamba setan.
Rom 6:16  Apakah kamu tidak tahu, bahwa apabila kamu menyerahkan dirimu kepada seseorang sebagai hamba untuk mentaatinya, kamu adalah hamba orang itu, yang harus kamu taati, baik dalam dosa yang memimpin kamu kepada kematian, maupun dalam ketaatan yang memimpin kamu kepada
kebenaran? Menjadi hamba setan, berarti setanlah tuannya. Ini berarti tuan itulah yang punya otoritas. Otoritas dari Allah yang diberikan pada manusia untuk menguasai bumi pindah kepada setan
Luk 4:6  Kata Iblis kepada-Nya: “Segala kuasa itu serta kemuliaannya akan kuberikan kepada-Mu, sebab semuanya itu telah diserahkan kepadaku dan aku memberikannya kepada siapa saja yang kukehendaki.
Itulah yang dikatakan setan kepada Tuhan Yesus, asalkan Yesus mau sujud menyembah kepadanya. Tetapi Yesus menolak tawaran setan. Ketika Yesus mati di kayu salib. Ia mengalahkan iblis sekali untuk selama-lamanya
Ibr 2:14  Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut;
Kol 2:15  Ia telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa dan menjadikan mereka tontonan umum dalam kemenangan-Nya atas mereka. Yesus merebut kembali otoritas atas bumi dari tangan iblis. Itu sebabnya setelah kebangkitanNya, Yesus berkata : “KepadaKu telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi” Dan Ia memberikannya kepada mereka yang telah dibeli oleh darahNya untuk memerintah dibumi sebagai raja.

Ada 7 Wilayah yang harus diduduki:
1.       Spiritual dan sosial
2.       Pemerintahan dan politik
3.       Bisnis/ekonomi
4.       Pendidikan dan keluarga
5.       Olahraga
6.       Seni dan hiburan
7.       Media

Otoritas untuk memerintah didapat
dalam doa (Kis.1:14). Itu sebabnya Allah menjadikan kita imam-imam bagi Allah, baru memerintah sebagai raja di bumi. Imam adalah orang yang berbicara kepada Allah, berhubungan dengan Allah. Imam adalah orang yang suka doa. Doa adalah unsur yang penting, agar kita dapat memiliki otoritas untuk memerintah sebagai raja di bumi

Komentar

Belum ada komentar mengenai artikel ini.

Berikan Komentar

Bantuan Doa atau Pelayanan

Jika Anda membutuhkan bantuan doa atau layanan lainnya silahkan menghubungi kami melalui link berikut ini - Kontak Kami
GBI El Shaddai Pontianak
Jl. Prof M Yamin No. 1A, Kota Baru, Pontianak 78116
Telp. 0561 - 765495 - Fax. 0561 - 748250
copyrights © GBI El Shaddai Pontianak - Shine, Bless and Glory allrighs reserved.