25 February 2011 - Pengajaran

Jika kebaikan dibalas kejahatan

Mengarungi kehidupan tidak semulus harapan yang ada. Kadang kala rintangan sudah menunggu didepan. Seringkali tindakan-tindakan yang kita lakukan terhadap orang lain sudah dikatergorikan baik dan menguntungkan bagi orang yangmenerimanya,namun tidak sedikit balasan-balasan yang kita terima bertolak belakang dari apa yang kita harapkan pada umumnya.

Kisah dalam 1 Samuel 25:2-42, bercerita tentang Daud. Kisah tentang Kebaikan dibalas dengan kejahatan,Kisah tentang Kebijaksanaan dan Hikmat , Kisah tentang kerendahan hati,Kisah tentang Motivasi.

Saat kita  belajar tentang bagaimana meraih kemenangan jika terjadi dalam hidup kita, kebaikan dibalas dengan kejahatan.Dan jika kita menang, maka kita mengalami terobosan dari Tuhan

KATA KUNCI : ADA 4 LANGKAH  UNTUK MENJADI PEMENANG JIKA KEBAIKAN DIBALAS DENGAN KEJAHATAN.

LANGKAH YANG PERTAMA : TEROPONG LAH  MOTIVASI HATI

Daud dan kelompoknya, sedang melarikan diri ke padang gurun Paran,dan disekitar padang gurun Paran tersebut ada sebuah kota  kecil, yang salah satu penduduknya  ialah Keluarga Nabal. Keluarga ini sangat kaya di kota itu dan banyak orang yang bekerja sebagai gembala-gembala pada usaha peternakan keluarga ini, dan  didalam menggembalakan kambing domba Nabal, mereka bisa  ada di tempat kelompok Daud bersembunyi.

1 Sam 25 : 7-8 ,

Adapun gembala-gembalamu yang ada dengan kami, tidak kami ganggu dan tidak ada sesuatu yang hilang dari pada mereka selama mereka ada di Karmel. Tanyakanlah kepada orang-orangmu, mereka tentu akan memberitahukan kepadamu.

Keberadaan Kelompok Daud :

  •  Tidak mengganggu
  •  Tidak mencuri
  •  Menjadi Pelindung, seperti pagar tembok (memberi rasa aman )
  •  Tidak menakutkan, tetapi sangat baik

 1Sa 25:15  Padahal orang-orang itu sangat baik kepada kami; mereka tidak mengganggu kami dan kami tidak kehilangan apa-apa selama kami lalu-lalang di dekat mereka, ketika kami ada di ladang.

1Sa 25:16  Mereka seperti pagar tembok sekeliling kami siang malam, selama kami menggembalakan domba-domba di dekat mereka.

Semua yang dirasakan dan dialami oleh gembala-gembala Nabal, adalah karena Daud mengajar pengikutnya untuk benar dan disiplin serta tidak mengganggu masyarakat sekitar. Semua berjalan dengan sangat baik. Masalah timbul pada waktu hari raya pengguntingan bulu domba. Dihari raya pengguntingan bulu domba, biasanya diadakan perayaan dan pesta ( bandingkan dan baca : 2 Samuel 13: 23-24). Daud menyuruh pemuda pemuda nya berkunjung ke rumah  Nabal sekaligus menyampaikan perkataan Daud yang isinya  memberi salam, mendoakan dan memberitahukan  kepada Nabal  tentang apa yang telah diperbuat Daud dan kelompoknya selama ini terhadap gembala-gembala yang bekerja di persembunyian Daud dan sekaligus mengharapkan  Nabal memberikan angpaonya. Nabal menjawab dengan kata-kata yang tidak enak, yang sama sekali diluar dugaan Daud 

1Sa 25:10  Tetapi Nabal menjawab anak buah Daud itu, katanya: “Siapakah Daud? Siapakah anak Isai itu? Pada waktu sekarang ini ada banyak hamba-hamba yang lari dari tuannya.

1Sa 25:11  Masakan aku mengambil rotiku, air minumku dan hewan bantaian yang kubantai bagi orang-orang pengguntingku untuk memberikannya kepada orang-orang yang aku tidak tahu dari mana mereka datang?”

Perhatikan respon Daud ketika mendengar jawaban dari Nabal :

  1. Daud marah dan menyuruh pasukannya untuk membawa pedang dan membunuh semua orang di keluarga Nabal. 

1Sa 25:12  Lalu orang-orang Daud itu berbalik pulang dan setelah sampai, mereka memberitahukan kepadanya tepat seperti yang dikatakan kepada mereka.

1Sa 25:13  Kemudian berkatalah Daud kepada orang-orangnya: “Kamu masing-masing, sandanglah pedang!” Lalu mereka masing-masing menyandang pedangnya; Daud sendiripun menyandang pedangnya. Sesudah itu kira-kira empat ratus orang maju mengikuti Daud, sedang dua ratus orang tinggal menjaga barang-barang.

1Sa 25:21  Daud tadinya telah berkata: “Sia-sialah aku melindungi segala kepunyaan orang ini di padang gurun, sehingga tidak ada sesuatupun yang hilang dari segala kepunyaannya; ia membalas kebaikanku dengan kejahatan.

1Sa 25:22  Beginilah kiranya Allah menghukum Daud, bahkan lebih lagi dari pada itu, jika kutinggalkan hidup sampai pagi seorang laki-laki sajapun dari semua yang ada padanya.” 

2. Daud tersinggung, dia berpikir sia-sia yang diperbuat selama ini kepada Nabal.

3. Daud tidak bisa menerima dan mengampuni  perkataan dan sikap Nabal terhadapnya . Daud membuat pernyataan bahwa kebaikanku dibalas dengan kejahatan .

4. Daud ingin membalas kejahatan  yang dilakukan Nabal kepadanya dengan cara membunuh semua keluarga Nabal

5. Daud ingin mencari keadilan menurut caranya sendiri

Dari respon Daud , kita harus belajar tentang meneropong motivasi hati.

1. Apakah Nabal meminta Daud untuk melindungi gembala-gembalanya dan domba-dombanya?

Kalau tidak ,mengapa harus  marah ?

2. Apa motivasinya  ? Benarkah dalam  melindungi gembala-gembala tersebut, Daud melakukannya dengan tulus hati?

Kalau benar dilakukan dengan dorongan tulus hati, mengapa tersinggung ?dan mengapa  marah? Serta mengapa ingin membalas dendam ?

3. Benarkah masalahnya akan selesai kalau kejahatan dibalas dengan kejahatan ?

Justru dosa sudah mengintip dihati Daud yaitu dosa hutang darah dan pembalasan dendam.

1Sa 25:26  Oleh sebab itu, tuanku, demi TUHAN yang hidup dan demi hidupmu yang dicegah TUHAN dari pada melakukan hutang darah dan dari pada bertindak sendiri dalam mencari keadilan, biarlah menjadi sama seperti Nabal musuhmu dan orang yang bermaksud jahat terhadap tuanku!         

4. Apakah keputusan untuk membalas dendam sebagai keputusan yang benar? Mengapa keputusan itu dibuat?

Daud mengambil keputusan, tidak hanya untuk dirinya sendiri, tetapi dia membawa semua orang yang bersama dengan dia melakukan hal yang sama? Betapa berbahayanya !

LANGKAH YANG KEDUA : KELOLA EMOSI DENGAN BIJAKSANA DAN BENAR

Ketika emosi ( marah,dendam,sakit hati,tersinggung ) sudah tidak dapat dikendalikan dengan baik, maka kita akan memproduksi kata kata  dan tindakan-tindakan yang tidak terkontrol,cenderung merusak dan membahayakan.

Yak. 1:19  Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah;

Yak.1:20  sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.

 Emosi harus dikelola supaya memproduksi hal-hal yang positip.

 CARA MENGELOLA EMOSI DENGAN BAIK :

1. GUNAKAN REM :

“setiap orang lambat untuk marah”.

2. WASPADALAH

Pengkotbah  7:9  Janganlah lekas-lekas marah dalam hati, karena amarah menetap dalam dada orang bodoh.

3. JAGALAH HATI DENGAN CARA MENYARING SEMUA YANG MASUK.

Hati mempunyai sifat netral , dapat menerima dan menolak, tergantung dengan keputusan kita.

Hati  akan  menghasilkan  apa yang diterima. Hati dapat diarahkan dan dikendalikan atau diikat dengan perkataan – perkataan kita.

Ams .16:24  Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang.

Karena dari hati akan memancarkan keluar kehidupan, maka perhatikan respon kita dengan baik dan benar

Kalau hati sedang terasa lemah, hati dapat dikuatkan.

Kalau hati sedang cemas, kuatir, hati dapat diarahkan.

Kalau hati sedang takut, hati dapat dibuat berani.

Daud dalam kemarahan yang menyala-nyala, masih memberikan peluang untuk mendengar nasehat orang lain, sehingga dia dapat mengendalikan emosinya.

LANGKAH YANG KETIGA : DENGARLAH DENGAN PIKIRAN YANG TERBUKA

Yak. 1:19  Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar,

Tuhan memerintahkan kepada kita umatnya untuk CEPAT dalam hal mendengar dan LAMBAT untuk marah. Daud baru mendengar laporan dari orang-orang muda yang menemui Nabal, hati nya langsung berespon yang salah dan menjadi marah. Ditengah-tengah suasana hati yang penuh emosional, marah,dan hati yang sudah diarahkan untuk membunuh  Keluarga Nabal,  Daud memberi peluang untuk mendengar nasehat dari Abigail, istri Nabal.

Ketika kita dalam kondisi hati yang marah dan ingin balas dendam,cobalah memberi telinga untuk mendengarkan nasehat.

1. Tuhan suka memberi nasehat

Maz. 16:7  Aku memuji TUHAN, yang telah memberi nasihat kepadaku, ya, pada waktu malam hati nuraniku mengajari aku.

 2. Nasehat menjadikan hidup lebih baik

Ams.9:9  berilah orang bijak nasihat, maka ia akan menjadi lebih bijak, ajarilah orang benar, maka pengetahuannya akan bertambah.

3. Masa depan ditentukan oleh cara kita meresponi nasehat

Ams.19:20  Dengarkanlah nasihat dan terimalah didikan, supaya engkau menjadi bijak di masa depan.

 LANGKAH YANG KEEMPAT :    PERCAYALAH AKAN PEMBELAAN TUHAN.

Pembalasan adalah kata-kata yang sering kita dengar dalam kehidupan kita sehari-hari.

Naluri manusia berdosa kita akan selalu menuntut untuk membalas dan mencari keadilan menurut versi kita.

Itulah yang diberitakan oleh film-film, sinetron-sinetron dan buku-buku .

Dan itulah yang dilakukan oelh kebanyakan orang.

Lihat dan dengarkanlah  perkataan Tuhan tentang pembalasan.

Pembalasan adalah HAK TUHAN

Ibr. 10:30  Sebab kita mengenal Dia yang berkata: “Pembalasan adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan.” Dan lagi: “Tuhan akan menghakimi umat-Nya.”

 Jangan kita menggunakan pembalasan untuk memuaskan nafsu amarah kita. Pembalasan adalah milik Tuhan.

Daud menerima nasehat Abigail, dan dia tidak jadi menjalankan niatnya untuk membunuh keluarga Nabal.

Akhirnya dalam suatu hari Tuhan yang melakukan pembalasan terhadap Nabal dan Tuhan yang membunuh Nabal.

1Sa 25:37  Tetapi pada waktu pagi, ketika sudah hilang mabuk Nabal itu, diceriterakanlah kepadanya oleh isterinya segala perkara itu. Lalu terhentilah jantungnya dalam dada dan ia membatu.

1Sa 25:38  Dan kira-kira sepuluh hari sesudah itu TUHAN memukul Nabal, sehingga ia mati.

1Sa 25:39  Ketika didengar Daud, bahwa Nabal telah mati, berkatalah ia: “Terpujilah TUHAN, yang membela aku dalam perkara penghinaan Nabal terhadap aku dan yang mencegah hamba-Nya dari pada berbuat jahat. TUHAN telah membalikkan kejahatan Nabal ke atas kepalanya sendiri.”

 Daud bersukacita karena Tuhan. Tuhan memberikan keadilan kepada Daud dan sekaligus mencegah Daud untuk melakukan dosa.

 Kita harus mengerti dan mempercayai Tuhan dalam hal-hal tindakan-tindakan yang memancing kita untuk melakukan pembalasan.

Beri peluang sebesar-besarnya bagi Tuhan untuk melakukan hak Nya

Jangan beri peluang dalam hidup kita untuk mengambil hakNya Tuhan.

(sumber : Kumpulan khotbah Pdt.Wilan)


Komentar

Rico Rickyanto - 2011-02-25 17:12:40
PUJI TUHAN, Rico telah mengalami hal seperti diatas. Saya sangat bersyukur Tuhan mengkuatkan saya utk tdk melakukan pembalasan dan tdk mengotori tangan dan pikiranku dgn dosa. Malah mampu berdoa memaafkan. Dan melepaskan pengampunan. Ini semua Rico mampu karena kuasa Tuhan. Halleluya. AMIN
Gunawan - 2012-02-19 21:40:49
Renungan yang menguatkan dan bertindak benar. Trimakasih Yesus.

Berikan Komentar

Bantuan Doa atau Pelayanan

Jika Anda membutuhkan bantuan doa atau layanan lainnya silahkan menghubungi kami melalui link berikut ini - Kontak Kami
GBI El Shaddai Pontianak
Jl. Prof M Yamin No. 1A, Kota Baru, Pontianak 78116
Telp. 0561 - 765495 - Fax. 0561 - 748250
copyrights © GBI El Shaddai Pontianak - Shine, Bless and Glory allrighs reserved.