21 February 2013 - Khotbah

KEHIDUPAN YANG DEWASA ADALAH SEBUAH PROSES IMAN

 YAKOBUS 1:1-7

PENDAHULUAN

Ada banyak pengertian tentang iman yang telah kita terima dari Tuhan melalui FirmanNya. Iman harus disertai dengan perbuatan. Iman yang demikian akan mendatangkan kegenapan dari janji-janji Tuhan dalam hidup kita.

Untuk mereview kembali dari pelajaran tentang iman, kita akan dapatkan sebagai berikut :

Ketika kita berkata bahwa kita beriman,maka kita harus menyadari dengan baik pengertian seperti ini : Saya percaya bahwa Tuhan itu benar dan dapat diandalkan, Saya mempercayakan diri saya kepadaNya, Saya akan setia dan taat kepada Tuhan.

Iman yang disertai tindakan iman ,maka akan menghasilkan kuasa Allah dalam hidup kita. Minggu yang lalu kita telah belajar bahwa iman yang disertai perbuatan membuat kita diberkati berlimpah-limpah, Tuhan tidak akan mempermalukan kita dan Tuhan menyediakan upah bagi kita.

Saat ini akan belajar faktor penting yang membuat iman menjadi matang (dewasa,utuh dan sempurna ).

JESUS IS THE AUTHOR (A CHIEF LEADER ) AND FINISHER OF OUR FAITH

Heb 12:2  looking to Jesus the Author and Finisher of our faith, who for the joy that was set before Him endured the cross, despising the shame, and sat down at the right of the throne of God.

Ibrani  12:2  Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada  kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.

Hidup dalam iman artinya mata kita atau fokus kita saat berjalan dalam iman harus selalu tertuju kepada Yesus, mengapa ? Karena Yesus adalah Pemimpin perjalanan iman dan bukan hanya sebagai pemimpin, tetapi juga Dia adalah Penyempurna iman kita.

Yesuslah yang memulai iman dalam hati kita dan Dia jugalah yang akan membuat perjalanan iman kita sampai pada akhirnya. Kita semua menyadari bahwa dalam perjalanan seseorang dalam Tuhan, tidaklah selalu terlihat mulus, kadangkala ada hal-hal yang berat dan susah untuk dilalui. Ketika semua perjalanan itu terasa sudah tidak mengenakan, maka fokus mata hati kita harus tertuju kepada Yesus. Mengapa ? karena Yesus yang menjadi pemimpin dalam perjalanan iman kita dan Dia selalu bersedia menolong kita, supaya kita dapat sampai pada titik akhir perjalanan iman kita.

KETEKUNAN MEMBUAT  IMAN MENJADI MATANG, UTUH DAN SEMPURNA

Segala sesuatu yang Matang, Utuh dan Sempurna menggambarkan sesuatu hal yang enak, penuh dan bahagia. Tuhan Yesus mengetahui dengan jelas bagaimana caranya agar iman kita menjadi matang, utuh dan sempurna. Rasul Yakobus oleh ilham Roh Kudus memberikan pengetahuan ilahi bagaimana iman itu dapat menjadi matang, utuh dan sempurna yaitu

1.     MELALUI PENCOBAAN

Yak.1:2  Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan,

Yak. 1:3  sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.

Jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan. Kata “ Jatuh “ disini mengandung arti bukan karena berbuat dosa, melainkan kita sedang hidup benar , tiba-tiba datang pencobaan, datang masalah atau datang penderitaan atau  datang kesulitan-kesulitan. Kadangkala kejadiannya datang tiba-tiba tanpa pemberitahuan sama sekali . Kejadian hidup seperti ini, pernah dialami oleh seorang yang bernama Ayub.

Hanya dalam hitungan hari, tiba-tiba masalah datang bertubi-tubi dan merengut semua yang Ayub punya. ( Ayub 1 ).

2.     CARA MEMPERHITUNGKAN YANG BENAR

Yak.1:2  Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan,

Kata “ anggap “ ini berbicara bahwa kita harus menghitung atau mengambil untuk diri kita, sebagai suatu kebahagiaan atau sukacita, ketika pencobaan datang menerpa hidup kita. Hal ini berhubungan dengan bagaimana cara kita mengembangkan pengertian yang benar, respon ( sikap hati ) dan penyerahan kita kepada Yesus.

Memiliki pola berpikir benar dan bersikap benar serta belajar untuk mempercayakan hidup kita kepada Tuhan menjadi dasar bagi kita untuk mempunyai yang seperti Firman Tuhan ajarkan.

Pencobaan yang datang dilihat dari sudut ujian iman. Pencobaan menjadi alat bagi Tuhan untuk memurnikan dan menguatkan iman anak-anakNya.

1Pe 1:6  Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan.

1Pe 1:7  Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu–yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api–sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.

3.     SEMUANYA UNTUK MENDATANGKAN KEBAIKAN BAGI  KITA

Yak. 1:3  sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.

Yak. 1:4  Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.

Tuhan Yesus sangat ingin kita memiliki pencapaian-pencapaian yang sudah disiapkannya bagi kita. Dia memakai pencobaan untuk membuat iman kita lebih kuat, lebih murni dan lebih bernilai. Pencobaan menjadi alat uji bagi iman dan iman akan bereaksi menghasilkan ketekunan. Ketekunan adalah unsur penting bagi iman. Sampai dititik ini, iman akan matang dan utuh dan sempurna. Rasul Yakobus mengajarkan dengan kata yang sangat sederhana. Dia menyatakan dengan kata “ biarkanlah

Yak. 1:4  Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang,

Kata “ ketekunan “ ( Hupomone ) menunjuk kepada ketabahan dalam situasi apapun yang kita hadapi tanpa kehilangan kepercayaan kepada Allah.

Dalam bahasa aslinya ( Hupomone ), ketekunan disamakan dengan kata sabar. Kata sabar mengandung pengertian tahan menderita ; berdiri teguh saat menghadapi tekanan ,aniaya atau kesusahan; tidak berubah pendirian ; kokoh dalam iman. Dalam pencobaan, Allah tetap memperhatikan umatNya dan memelihara umatNya.

Ketekunan digambarkan seperti buah yang matang artinya iman dan ketekunan adalah hasil dari sebuah proses yang alami , itulah sebabnya Rasul Yakobus berkata “ biarkanlah “ , karena merupakan sebuah proses. Kalau kita mempelajari proses ulat menjadi kupu-kupu , yang dikenal dengan istilah metamorphosis, kita akan memiliki pengertian yang lebih bertambah lagi, Proses metamorphosis  dimulai dari telur kupu-kupu yang diletakan oleh induk kupu-kupu di daun ( menetas 3-5 hari ), kemudian menjadi larva (ulat ) dan memakan  daun sampai pertumbuhannya maksimal , lalu menjadi pupa (kepompong )  dan bergulat terus menerus dalam kepompong, dalam proses ini  , jangan sampai diganggu atau jangan dipersingkat prosesnya dengan cara menggunting sarang kepompongnya, karena jika proses pada kepompong ini terganggu , hal ini akan mengganggu juga hasil menjadi kupu-kupu- nya, jika proses pada kepompong ini dibiarkan secara alamaiah , maka ulat itu akan berubah menjadi kupu-kupu yang indah dan dapat terbang kemanapun dia mau.

Ketekunan seperti kekuatan untuk bergulat dalam pencobaan-pencobaan yang kita hadapi dan akhir dari proses ini, kita menjadi baru dalam iman dan karakter.

Ada begitu banyak anak-anak Tuhan yang merindukan kehidupanNya dipimpin oleh Roh Kudus, namun dengan pengertian yang kurang. Mereka ingin dipimpin oleh Roh Kudus, tanpa bersedia menderita dalam dagingnya, seolah-olah memberi kesan pada dunia bahwa menjadi orang Kristen adalah hal yang enak. Ini yang membuat kekeliruan sehingga pada waktu pencobaan datang, kesulitan menghantui hidupnya, maka muncullah kehidupan yang berlawanan dengan kekristenannya. Padahal masa-masa kesengsaraan pribadi adalah kesempatan terbaik untuk bersaksi pada tetangga, teman dan komunitas, karena di masa seperti itu orang lain melihat perbedaan yang mencolok antara orang Kristen yang benar dan yang bukan Kristen. Jika anak-anak Tuhan mampu melalui penderitaannya dalam iman ,pengharapan dan kasih Allah, dalam penderitaannya mampu menunjukkan sifat dan sikap Allah dan berhasil  keluar sebagai pemenang , maka hal itu seolah-olah seperti Yesus sendiri sedang berbicara kepada teman, keluarga dan komunitas kita.

KAMU MENJADI UTUH DAN SEMPURNA

Rasul Yakobus menyatakan jika iman itu diuji dan kita bertekun dalam ujian itu, maka dampaknya akan kembali kepada kita. Artinya Tuhan memakai segala hal yang terjadi dalam hidup kita untuk dirajutNya, menjadi perkara yang indah dan mulia bagi kita, anak-anakNya.

Firman Tuhan menyatakan :

Yak. 1:4  Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.

Kamu akan menjadi sempurna ( bertumbuh dan berkembang secara maksimal dan komplit dalam segala atribut karakter Kristen yang baik ) Kamu akan menjadi utuh ( menjadi lengkap dan sempurna roh,jiwa dan tubuh ,1 Tesalonika 5:23). Kamu tidak akan kekurangan sesuatu apapun juga ( mendapatkan segala sesuatu yang komplit atau lengkap ).

 

 

           

Komentar

Belum ada komentar mengenai artikel ini.

Berikan Komentar

Bantuan Doa atau Pelayanan

Jika Anda membutuhkan bantuan doa atau layanan lainnya silahkan menghubungi kami melalui link berikut ini - Kontak Kami
GBI El Shaddai Pontianak
Jl. Prof M Yamin No. 1A, Kota Baru, Pontianak 78116
Telp. 0561 - 765495 - Fax. 0561 - 748250
copyrights © GBI El Shaddai Pontianak - Shine, Bless and Glory allrighs reserved.