4 October 2011 - Khotbah

Keluarga Kristen Yang Kuat (3)

KELUARGA KRISTEN YANG KUAT

Kekristenan itu bukanlah sebuah tempat untuk bermain, namun kekristenan merupakan suatu medan pertempuran.Artinya adalah bahwa ketika kita mengambil keputusan untuk menjadi pengikut Kristus maka kita akan dibawa masuk kedalam suatu medan pertempuran.

Kekristenan itu bukanlah tempat untuk bermain. Tidak mungkin seorang prajurit akan bermain-main ketika sedang berada dalam sebuah pertempuran. Dia harus berjaga-jaga, dia harus waspada, dia harus serius dalam menjalankan setiap perintah komandannya.

Sama halnya dalam kehidupan kita :
1. Pernikahan harus dijalani dengan kesungguh-sungguhan
2. Pelayanan harus dikerjakan dengan segenap hati
3. Pekerjaan harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab

Di awal bulan september, kita sudah diajarkan bagaimana cara untuk membalikkan keadaan ? Caranya adalah melalui peperangan rohani. Yesus sudah menyediakan bagi kita untuk menggunakan atau menggenakan seluruh perlengkapan senjata Allah ketika kita sedang menghadapi suatu pertempuran.

Hari ini kita belajar kunci yang pertama dari 3 kunci untuk menjadi keluarga Kristen yang kuat.

MENGANDALKAN TUHAN DAN FIRMANNYA

Jer 17:5  Beginilah firman TUHAN: “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!

Jer 17:6  Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk.

Jer 17:7  Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!

Jer 17:8  Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.

Apa itu definisi MENGANDALKAN TUHAN ?

Kata “mengandalkan” dalam pasal 17:7 memiliki pengertian :

Memberanikan diri untuk meletakkan segala bentuk pengharapan serta keyakinan kita kepada Tuhan dan Tuhan akan memberikan jaminan yang pasti ,rasa aman serta kekuatan dalam  kehidupan kita.

Oleh sebab itu dalam ayat 8 dicatat tentang hasil dari sikap  mengandalkan Tuhan adalah dikatakan sbb :

“Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah”

Artinya adalah ketika dalam suatu  kehidupan keluarga Kristen  sedang mengalami/menghadapi  kesulitan-kesulitan atau permasalahan-permasalahan ,dan ketika saudara mengambil pilihan untuk senantiasa mengandalkan Tuhan maka saudara tidak perlu kuatir, MENGAPA ?  Karena Tuhan akan memberikan jaminan rasa aman serta kekuatan dalam kehidupan saudara.

Apakah akibat dari kekuatiran ?

1. MENGALAMI KETIDAKTENANGAN DALAM KEHIDUPANNYA.

Yakobus 1:6  Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin.

Yakobus 1:7  Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan.

Yakobus 1:8  Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.

a.    Orang yang kuatir diibaratkan seperti gelombang laut yang diombang-ambingkan

b.   Orang yang kuatir dipastikan tidak akan menerima sesuatu yang terbaik dari Tuhan.

c.    Orang yang kuatir maka hatinya tidak akan mengalami ketenangan (dan hal tersebut dapat mempengaruhi kesehatan kita)

2. AKAN MEMBUNGKUKKAN / MELEMAHKAN KEHIDUPANNYA

Amsal 12:25 (IBIS)  Rasa khawatir mematahkan semangat, tetapi kata-kata ramah membesarkan hati.

Amsal 12:25  Kekuatiran dalam hati membungkukkan orang, tetapi perkataan yang baik menggembirakan dia.  (terjemahan ITB)

Kekuatiran hanya akan membuat kita fokus untuk melihat apa yang ada dibawah sedangkan Tuhan mau kita berdiri tegak untuk melihat hari depan yang penuh harapan (Yeremia 29:11)

Jer 29:11  Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

3. AKAN MENCEKIK/MEMBUNUH KEBAHAGIAAN.

Dalam pengertian kuno bahasa Inggris kata “kuatir” berarti : “seperti halnya membunuh seseorang atau binatang dengan menekan lehernya : “mencekik”.

Kekuatiran akan membunuh semangat hidup kita…

Kekuatiran akan membunuh pengharapan serta keyakinan kita.

Lalu apa solusinya agar kita tidak menjadi kuatir sehingga kita tetap dapat kuat dalam menjalani kehidupan ini ?

1. PIKIRKAN APA YANG YESUS PIKIRKAN

Filipi 4:8  Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.

Luk 6:45  Orang yang baik mengeluarkan hal-hal baik karena hatinya berlimpah dengan kebaikan. Orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat karena hatinya penuh kejahatan. Sebab apa yang diucapkan oleh mulut itulah yang melimpah dari hati.”

-Pikiran yang benar akan menghasilkan perkataan yang benar. Dan dari perkataan yang benar akan menghasilkan sebuah tindakan yang tepat.

-Bila kita memasukkan “sampah” ke dalam pikiran kita, maka kita akan menjalani kehidupan yang terlihat dan berbau seperti “sampah”.

-Anda dapat menaklukan pikiran-pikiran yang negatif dengan MEMILIH berpihak pada kebenaran dan TERUS MEMILIH kebenaran sampai pemikiran negatif tersebut kering dan digantikan secara sempurna dengan kebenaran.

2. PERCAYA AKAN JANJI TUHAN

Joh 14:1  “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.

Jika hal kematian saja Yesus sudah memberikan jaminan akan tempat tinggal yang sudah tersedia di sorga apalagi tentang hal kehidupan kita selama di muka bumi ini pasti ada solusi yang tepat yang Yesus sediakan bagi kita.

3. BERDOA

Mat 18:19  Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.

Kata “sepakat” mengandung makna : harmonis

Suami istri harus belajar membangun kehidupan doa bersama.

Doa yang lahir dari suatu keharmonisan, kesatuan dan keintiman sangat besar kuasanya.

DOA akan mengalahkan kekuatiran.

Filipi 4:6  Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.

Ucapan syukur memberikan pengertian bagaimana kita selalu memperkatakan hal-hal yang positif, hal-hal yang baik dalam kehidupan kita.

Ketika kita menghadapi suatu konflik dalam keluarga maka kita harus menjaga perkataan kita sehingga perkataan yang positif dan yang  baiklah yang kita diucapkan.

Jangan ada kata :

“ ya, sudah kita cerai saja…”

“ dasar, suami/istri tidak tahu diri…”

“ memang anak bodoh kamu….”

“ memang pernikahan saya tidak akan bisa diselamatkan lagi…”

Amsal 18:21  Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.

Perkataan kita akan menentukan arah kehidupan kita. Contohnya adalah kompas (penentu arah tujuan). Ketika kita salah menggunakan kompas tsb maka salah pula arah tujuan kita.

Dalam suatu pernikahan :

Jika  kita memperkatakan hal yang baik bagi pernikahan kita maka arah pernikahan kita akan juga akan bahagia, sebaliknya….

Jika kita memperkatakan hal yang buruk terhadap pernikahan kita maka arah pernikahan kita akan mengalami kehancuran.

Tuhan ingin memberikan kekuatanNya dalam kehidupan kita.

Dan Kekuatan Tuhan akan memampukan kita menanggung segala perkara

Filipi 4:13  Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.

4. BELAJAR TAAT KEPADA FIRMAN TUHAN.

Dalam Matius 7 : 24-27

Mat 7:24 “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.

Mat 7:25 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.

Mat 7:26 Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir.

Mat 7:27 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.”

Yesus memberikan perumpamaan tentang berkat orang atau keluarga  yang mentaati firmanNya, seperti membangun bangunan sebuah rumah di atas fondasi yang kuat dan benar. Dan saat persoalan datang menghantam , rumah tidak tergoyahkan.

Ketaatan akan Firman Tuhan artinya kita secara sadar sedang membangun kehidupan keluarga yang kokoh dan kuat.

Amsal  13:13  Siapa meremehkan firman, ia akan menanggung akibatnya, tetapi siapa taat kepada perintah, akan menerima balasan.

Contohnya : Nuh.

Ibrani 11:7  Karena iman, maka Nuh–dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan–dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya; dan karena iman itu ia menghukum dunia, dan ia ditentukan untuk menerima kebenaran, sesuai dengan imannya.

Oleh karena Nuh taat akan perintah Allah, maka Nuh dan seluruh keluarganya selamat dari hukuman Allah terhadap dunia.

Ketaatan terhadap FirmanNya akan menghadirkan keselamatan dalam kehidupan kita.

Keluarga kita diselamatkan…

Usaha kita diselamatkan…

Masa depan kita diselamatkan…

Amsal 23:18  Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.

Komentar

Keluarga Kristen - 2011-12-22 12:40:53
Thx Artikelnya!

Berikan Komentar

Bantuan Doa atau Pelayanan

Jika Anda membutuhkan bantuan doa atau layanan lainnya silahkan menghubungi kami melalui link berikut ini - Kontak Kami
GBI El Shaddai Pontianak
Jl. Prof M Yamin No. 1A, Kota Baru, Pontianak 78116
Telp. 0561 - 765495 - Fax. 0561 - 748250
copyrights © GBI El Shaddai Pontianak - Shine, Bless and Glory allrighs reserved.