11 May 2012 - Kesaksian

Kesaksian

Berikut isi artikelnya: shallom. nama saya alfa. saya adalah fulltimer GBI El-Shaddai Pontianak bidang musik pujian. sewaktu saya diutus oleh gereja di bawah pimpinan Pdt. Wilan untuk kuliah di jogja jurusan musik gereja, pada semester 7, saya mengalami sesak nafas yang begitu berat, tepatnya hari selasa tanggal 28 desember 2009 jam 2 pagi dini hari di kos. Saya mengalami shock berat dan takut, tidak tahu mengapa tiba-tiba saya mengalami hal itu, padahal tadi malamnya saya baik-baik saja. Lalu saya mulai berdoa dan menangis, dan ketakutan itu belum sirna. Saya bingung dan heran serta cemas. Lalu saya telpon orang tua saya yang ada di Pontianak saat itu, dan mereka mulai mendoakan saya. Jam setengah 6 pagi, saya sampaikan berita ini kepada ibu kos, dan beliau menyuruh anaknya untuk mengantarkan saya kepada dokter. Lalu dokter pertama mengatakan mungkin-mungkin ini sakit jantung. Tapi setelah diperiksa, jantung saya dalam keadaan yang sangat baik, serta paru-paru saya juga baik, apalagi saya tidak mengkonsumsi alcohol dan saya bukan perokok. Lalu saya di bawa lagi ke dokter yang kedua, dan dokter tersebut malah memberi obat jantung dan penenang. Saya heran. Namun bukan itu saja yang saya alami. Tubuh saya semuanya keram dan kesemutan luar biasa, dan badan saya semuanya pucat, dan sesak itu masih terus berlanjut. Saya bergumul cukup hebat pada saat itu. Seolah seperti orang yang kena struk, di mana bibir saya sulit untuk berkata-kata. “Tuhan, tolong saya” “Tuhan, aku bersyukur”. Dan saya sadari, hanya itu yang saya bisa lakukan, hanya bisa berdoa dan bersyukur. Besoknya, tanggal 29 desember, saya kembali ke Pontianak. Di Pontianak, saya coba cari di internet, sakit apakah saya ini. Saya dapati sepertinya ini gejala GERD. Dan di Pontianak, saya periksa kepada bapak mantri, barulah diketahui, bahwa saya menderita GERD, di mana sakit ini lebih parah dari Maagh kronis. Oh Tuhan, betapa saya kaget. Namun di balik itu semua, saya sangat bersyukur sama Bapa, karena saya masih bisa bersyukur dan bernyanyi bagi Dia, meski saya sangat sesak, tidak bisa bernafas dengan lega. Saya mengkonsumsi obat yang cukup banyak saat itu. Dan setelah itu saya coba cek ke RS. Antonius, dan dokter Welli katakana kepada saya, bahwa saya harus di endoscopy untuk memeriksa apakah ini benar-benar GERD, dan hasilnya positif. Saya dianjurkan untuk ini dan itu, dan banyak hal yang harus saya pantang dan berhati-hati. Salah satunya saya tidak boleh stress. Jika sakit itu begitu menyesakkan, saya akan keram dan kesemutan. Saya tidak memungkiri bahwa saya juga sempat lemah dan kehilangan gairah. Tapi puji Tuhan itu tidak berlangsung lama, karena Roh Kudus memampukan saya. Bahkan saat saya masih menderita sakit ini, saya tetap pelayanan, bermain gitar sambil backing vocal, dan tetap membuka komsel youth, dan tetap bekerja di kantor GBI EL-Shaddai. Tetapi saat itu, saya putuskan saya tidak mau lagi mengkonsumsi obat, dan saya semapt ketergantungan sama obat, saya takut jika saya ga mionum obat saya ga bisa sembuh, tapi saya lepaskan itu semua, saya beranikan diri saya untuk mengambil keputusan ini. Selama 3 bulan saya ful minum obat. Dan suatu saat saya datang kepada salah seorang pendoa syafaat gereja yang bernama kak Tuti, yang juga fulltimer doa. Dia hanya katakan sama saya percaya saja, dan dia mulai berdoa. Tepatnya setelah satu minggu setelah saya share dengan beliau, tepatnya lagi pada tanggal 25 Desember, setelah ibadah Natal satu kali di gereja, baru kali itu, semenjak saya sakit, saya bisa membawa motor jarak jauh, dan sesak saya mulai berkurang dan berkurang dari hari ke hari. Praise The Lord! Haleluya! Jadi semenjak saya sakit sampai saya berangsur-angsur sembuh, saya tidak bisa membawa motor jarak agak jauh karena jika dipaksa, saya akan pusing dan sesak dan keram. Jadi, total saya tidak pernah membawa motor dan pergi jarak jauh adalah hampIr satu tahun. Selama itu saya sudah jenuh dengan sakit ini. Dan saya benar-benar berdoa dengan sungguh-sungguh hati dan merendahkan diri, dan doa saya dijawab oleh Yesus Kristus. Saya sangat bersyukur juga saat saya sudah sembuh, di tahun 2011, januari, saya kembali ke jogja untuk meneruskan kuliah saya hingga selesai, dan semuanya beres oleh penyertaan Tuhan. Dan September, saya diwisuda dengan gelar S.MG, dan saya kembali pulang pada November 2011, dan kembali bekerja sampai sekarang. Dalam semuanya itu, dalam sakit saya, biaya yang dibutuhkan, Tuhan yang cukupkan. Dan saya menyadari, Tuhan sedang membentuk saya untuk lebih kuat dari sebelumnya. Meski intimidasi dan penghakiman banyak sekali medera, namun Tuhan selalu memandang, dan Ia katakan “Lihat mata-Ku, nak. Bapak selalu di sisimu sampai putih rambutmu”. Dan saya tetap kuat. Dan sampai hari ini, saya terus dan tetap melayani Bapa saya yang di sorga, saya bermain music, memimpin umat dalam pujian dan penyembahan, dan tak berhenti untuk berkarya dan menciptakan lagu bagi Dia, Yesus Tuhan. Dan saya semakin mengerti akan apa yang Ia mau. Jadi, apapun yang terjadi, janganlah kita cepat dan begitu mudah menyerah. Pandang salib-Nya yang telah menyembuhkan kita, dengar firman-Nya yang menghidupkan sel-sel dan saraf yang mati, rasakan Roh-Nya yang membangkitkan roh yang padam, buka hati dan siap menerima pelipatgandaan yang Ia berikan. Dan saya bersyukur untuk orang-orang kudus yang selalu berdoa bagi saya. Tetap percaya, Ia Tuhan yang setia. Amin. Gbu all 

Komentar

John Rahakbauw - 2013-05-09 14:21:11
Kakak, kalau saya tadi setelah nasuk ke gereja PI saya di suruh ke depan setelah didoakan badan saya keram semuanya dan mulut saya sukar untuk berbicara, itu gejala penyakit GERD juga yah...??? tolong dibalas kak.....
Nerson Agustinus - 2013-05-17 19:49:09
Amazing sungguh luar biasa penyertaan Tuhan dibalik penderitaan kita. Semua nya itu adalah rencana Bapa yang di Surga sehingga kita harus percaya kepada AnakNya yaitu Tuhan Yesus Kristus, apapun yang kita terima, penderitaan maupun permasalahan yang kita sering hadapi Tuhan ingin kita mengerti menurut Kehendak Nya. Kesaksian dari bang Alfa luar biasa, God Bless You All.
Della - 2015-06-15 12:00:13
sungguh menguatkan sekali kesaksian saudara, karena saya hampir putus asa menghadapi penyakit yang sama dengan anda... saya yakin kalau Tuhan bisa menyambuhkan anda pasti saya juga bisa disembuhkanNya :)

Berikan Komentar

Bantuan Doa atau Pelayanan

Jika Anda membutuhkan bantuan doa atau layanan lainnya silahkan menghubungi kami melalui link berikut ini - Kontak Kami
GBI El Shaddai Pontianak
Jl. Prof M Yamin No. 1A, Kota Baru, Pontianak 78116
Telp. 0561 - 765495 - Fax. 0561 - 748250
copyrights © GBI El Shaddai Pontianak - Shine, Bless and Glory allrighs reserved.