8 May 2012 - Khotbah

KEUNIKAN DARI KERENDAHAN HATI

KEUNIKAN DARI KERENDAHAN HATI

WAHYU 4: 9-11

PENDAHULUAN Kita sudah belajar tentang tahta dan Dia yang duduk di atas tahta. Rasul Yohanes telah melihat suatu kondisi bagaimana mahluk-mahluk Surgawi dan Para Malaikat siang malam memuji dan menyembah Tuhan. Didalanm doa dan puasa berantai sampai bulan Desember 2012 , kita harus berdoa untuk mengalami hadirat Tuhan lebih besar lagi dan dimensi pujian pemyembahan yang dapat kita berikan kepada Dia yang duduk di atas tahta menjadi lebih baik lagi. Kita akan belajar hal penting yang dilihat oleh Rasul Yohanes yaitu tentang 24 tua-tua yang memakai mahkota emas dan respon mereka saat pujian penyembahan dinaikkan dan mereka melemparkan mahkota emas mereka. Mereka hidup dalam rendah hati dan bersama-sama merendahkan hati dan diri mereka di hadapan Allah. Saat ini kita akan belajar tentang kerendahan hati.

KALIMAT KUNCI : ADA 3 KEBENARAN TENTANG KERENDAHAN HATI

KEBENARAN YANG PERTAMA : KERENDAHAN HATI ADALAH BUAH ROH YANG MENYENANGKAN HATI TUHAN Dalam bahasa Yunani kerendahan hati dituliskan dengan kata “praios” ( terjemahan b.Ingris : meek ) artinya adalah lemah lembut. Mengandung pengertian : seseorang yang menyerah dan bergantung penuh kepada Allah. Kata praios juga dipakai dalam salah satu tema kotbah Yesus di bukit ( beatitudes ) yaitu berbahagialah orang yang lemah lembut ( praios) , karena mereka akan memiliki bumi. Rasul Paulus menuliskan tentang buah Roh yang salah satunya adalah kerendahan hati/kelemahlembutan ( praios, praiotes ). Jadi ternyata kerendahan hati juga merupakan salah satu bagian dari buah Roh. Salah satu tanda kedewasaan rohani adalah memiliki buah Roh termasuk salah satunya buah kerendahan hati/kelemahlembutan. Tuhan mengasihani orang yang rendah hati. 1Pe_5:5 ….Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: “Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.” Tuhan mengajar umatNya untuk memiliki hati yang rendah hati Ulangan _8:2 Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak. Ulangan _8:3 Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna, yang tidak kaukenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan TUHAN. Yesus teladan kerendahan hati Mat 11:29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.

KEBENARAN YANG KEDUA : KERENDAHAN HATI ADALAH HASIL DARI SEBUAH PILIHAN Kita sering kali diperhadapkan dengan kondisi dimana kita harus memilih. Kondisi memilih ini adalah hal yang biasa dalam kehidupan kita sehari-hari. Kita juga sudah banyak belajar dan merasakan pahit manis nya kehidupan yang kita dialami dari akibat salah pilih. Contoh sebuah Pilihan :

 Ada Berkat, Ada Kutuk . Ulangan _30:19 Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu,

 Ada Kehidupan, Ada Kematian. Amsal 18:21 Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.

 Ada Kerendahan hati, Ada Kesombongan. Amsal 16:5 Setiap orang yang tinggi hati adalah kekejian bagi TUHAN; sungguh, ia tidak akan luput dari hukuman. Amsal _16:18 Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan. Amsal 18:12 Tinggi hati mendahului kehancuran, tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan. Menjadi orang yang rendah hati adalah akibat pilihan orang tersebut dalam menjalani hidupnya. Pilihan-pilihan yang kita buat akan membentuk kita , apakah kita menjadi orang yang rendah hati atau sebaliknya menjadi orang sombong atau tinggi hati. Pada waktu 24 tua-tua mendengar pujian penyembahan dari malaikat , yang ditujukan kepada Tuhan, maka mereka bersama-sama merendahkan hati mereka dan mereka sujud menyembah Tuhan. Mereka melemparkan mahkota mereka di hadapan tahta itu. Wahyu 4:9 Dan setiap kali makhluk-makhluk itu mempersembahkan puji-pujian, dan hormat dan ucapan syukur kepada Dia, yang duduk di atas takhta itu dan yang hidup sampai selama-lamanya, Wahyu 4:10 maka tersungkurlah kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Dia yang duduk di atas takhta itu, dan mereka menyembah Dia yang hidup sampai selama-lamanya. Dan mereka melemparkan mahkotanya di hadapan takhta itu, sambil berkata: Wahyu 4:11 “Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan.

” Orang yang memakai mahkota dapat berbicara :

1. Orang yang layak diberi penghargaan yang tertinggi dari suatu pencapaian

2. Orang yang layak diberi sebutan sang juara dalam memenangkan suatu pertandingan.

3. Orang yang layak karena Kesusksesan dalam menjalankan tugas, bisnis dsb Ketika para tua-tua itu melemparkan mahkota mereka, mereka menyadari betul bahwa dari semua keberhasilan, penghargaan dan kesuksesan, pribadi yang paling layak menerima semuanya itu adalah Dia yang duduk di atas tahta dan Anak Domba yang telah disembelih. Dapat disimpulkan bahwa keberhasilan, kesuksesan, penghargaan, semua itu berbicara bukan tentang kita, tetapi tentang Yesus Kristus.

ORANG HIDUP DENGAN KERENDAHAN HATI :

1. Mengakui keunggulan dan kelebihan orang lain

2. Ia bisa membuat orang yang di atasnya merasa nyaman dan membuat orang yang di bawahnya tidak merasa minder

3. Dalam dunia kerja : Mereka menunaikan tugas dengan diam-diam tanpa berupaya mencari perhatian dan pujian publik. Apabila mereka berhasil, mereka selalu berusaha untuk memberi kredit kepada orang lain atau hal lain di luar diri mereka. Apabila ada kegagalan, mereka bertanggung jawab secara pribadi dan tidak mencari kambing hitam. Ambisi mereka adalah untuk kelanggengan perusahaan, bukan penggemukan dan kepentingan diri.

4. Hubungan dengan sesama diwarnai dengan ketulusan Ketulusan menempati peringkat pertama sebagai sifat yang paling disukai oleh semua orang. Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi. Orang yang tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak suka mengada-ada, pura-pura, mencari-cari alasan atau memutarbalikkan fakta. Prinsipnya “Ya di atas Ya dan Tidak di atas Tidak”.

KEBENARAN YANG KETIGA : KERENDAHAN HATI ADALAH KENDARAAN MENUJU KE TEMPAT YANG TINGGI Dalam kitab Filipi , Rasul Paulus, memberitahukan tentang bagaimana Tuhan Yesus menerima kehormatan yang sangat luar biasa. Filipi 2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Filipi 2:9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, Filipi 2:10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, Filipi 2:11 dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa! Tuhan memberikan upah kepada orang-orang yang hidup dengan rendah hati :

1. Peninggian, Penghormatan Yakobus_4:10 Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu. 1Petrus_5:6 Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.

2. Kebesaran dalam kerajaan Allah Mat_18:4 Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.

3. Hidup tidak kekurangan atau makan dan kenyang Maz._22:26 Orang yang rendah hati akan makan dan kenyang, orang yang mencari TUHAN akan memuji-muji Dia; biarlah hatimu hidup untuk selamanya!

4. Jalan hidupnya dituntun oleh Tuhan Maz._25:9 Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati. Maz.37:23 TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; Maz. 37:24 apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya.

Komentar

Belum ada komentar mengenai artikel ini.

Berikan Komentar

Bantuan Doa atau Pelayanan

Jika Anda membutuhkan bantuan doa atau layanan lainnya silahkan menghubungi kami melalui link berikut ini - Kontak Kami
GBI El Shaddai Pontianak
Jl. Prof M Yamin No. 1A, Kota Baru, Pontianak 78116
Telp. 0561 - 765495 - Fax. 0561 - 748250
copyrights © GBI El Shaddai Pontianak - Shine, Bless and Glory allrighs reserved.