7 September 2011 - Khotbah

Kewajiban Suami

Kewajiban Suami

1 korintus 7:1-4

Pendahuluan

Kita harus senantiasa mengingat bahwa pernikahan kita adalah sebuah perjanjian dan masing-masing pihak , suami dan istri mempunyai tanggung jawab untuk berfungsi dengan baik sesuai tugas yang Tuhan telah berikan.

Saat ini kita akan belajar tentang kewajiban suami.

KATA KUNCI : ADA 4 KEWAJIBAN SUAMI

Kewajiban yang pertama : Mengasihi Istri

Efesus  5:25  Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya.

Mengasihi istri adalah sebuah perintah Tuhan bagi suami. Ini bukan saran atau anjuran.

Perintah artinya wajib untuk dilakukan dan jika tidak dikerjakan maka akan menerima akibat dari pelanggaran terhadap perintah tersebut.

Ukurannya seperti Yesus mengasihi jemaat.

Kasih ini disebut Kasih AGAPE. Sifatnya adalah memberi , bukan mengambil.

HAL YANG HARUS DILAKUKAN SUAMI :

1. Mengambil prakarsa atau inisiatip untuk menyerahkan dirinya sendiri kepada istrinya dan bagi istrinya.

2. Mengasihi adalah sebuah Keputusan.

3. Suami harus belajar memberi pujian kepada istrinya.

Amsal 31:10

Kewajiban yang kedua : Menerima masukan dari istri

LANGKAH UNTUK MENERIMA MASUKAN DARI ISTRI :

  1. Suami wajib  memberi kesempatan kepada istrinya untuk mengutarakan pemikirannya dengan LELUASA.
  2. Suami harus PEKA terhadap apa yang tengah dirasakan atau dipikirkan istrinya. Suami yang tidak peka dalam ini, akan membuat komunikasi dengan istrinya menjadi terganggu dan seringkali menimbulkan KONFLIK.
  3. Suami harus menyadari bahwa istrinya mempunyai kemampuan istimewa dari Tuhan yaitu INTUISI.

INTUISI ialah suatu persepsi bawah sadar mengenai rincian kecil yang kadang-kadang bersifat NYATA, kadang-kadang bersifat ABSTRAK.

Istri kita seringkali tidak mampu menjelaskan hal ini. Ia hanya menangkap atau merasakan sesuatu mengenai sebuah situasi atau seseorang.

Kewajiban yang ketiga :Care (asuh dan rawat ) kepada istri

Efesus 5: 28-29, Rasul Paulus menjelaskan bagaimana cara suami mengasihi istrinya dan memperhatikan istrinya dengan cara yang khusus.

Kata yang tertera yaitu MENGASUH DAN MERAWAT.

Kata-kata ini mengandung arti memperhatikan dengan seksama, bahkan terhadap hal-hal yang    sepele.

Ketika kita melakukan sesuatu dengan kualitas yang terbaik terhadap seseorang, maka kita akan  menyimpulkan, bahwa orang itu adalah SPESIAL.

MEMPERLAKUKAN ISTRI  SEBAGAI PRIBADI YANG SPESIAL :

  1. Suami akan berkata-kata dengan sangat baik, karena orang yang sedang menjadi lawan bicaranya adalah pribadi yang special.
  2. Suami akan berkelakukan dan bertindak sedemikian rupa, karena orang yang sedang dihadapinya adalah pribadi yang special
  3. Suami akan memperhatikan moment-moment yang special , karena istrinya adalah pribadi yang special.

Kewajiban yang keempat : Membuat keputusan

Kehidupan terdiri dari keputusan-keputusan kita dan dibangun oleh perkataan-perkataan kita.Keputusan sangat penting, karena akan menentukan perilaku, karakter dan masa depan. Ulangan 30 : 19

Keputusan yang buruk menghancurkan masa depan dan menghalangi rencana Allah bagi hidup kita.

Sering kali tekanan yang kita dapatkan dalam hidup kita berakar dari keputusan-keputusan yang  buruk, yang kita buat sendiri. Kej. 16

Ada 2 hal yang dilakukan ibu kita ketika kita menjadi anak laki-laki yaitu

  1. Memperbaiki kesalahan kita
  2. Membuat keputusan bagi kita

Setelah kita menjadi  dewasa, kita membuat keputusan sendiri dan tidak lagi bergantung kepada orang tua.

Masalahnya adalah setelah menikah, kita , para suami menolak mengambil keputusan atau menolak membuat keputusan secara bijaksana.

Hal ini  membuat istri kita memperbaiki kesalahan kita dan membuat keputusan bagi kita. Akibatnya istri kita berubah menjadi ibu kita.

Ketika kita para suami membuat istri  kita bertindak seperti ibu kita, maka akan tercipta krisis ketidakdewasaan, karena kita tidak dapat bercinta dengan ibu kita. Kita akan dengan mudah menyalahkan istri kita karena dia tidak dapat memuaskan kebutuhan-kebutuhan kita.

Keputusan yang baik lahir dari komunikasi suami istri yang baik dan suami harus mengambil keputusan bagi keluarganya.

Suami juga adalah orang yang bertanggung jawab untuk mengambil langkah praktis guna menjalankan keputusan tersebut.


Komentar

Belum ada komentar mengenai artikel ini.

Berikan Komentar

Bantuan Doa atau Pelayanan

Jika Anda membutuhkan bantuan doa atau layanan lainnya silahkan menghubungi kami melalui link berikut ini - Kontak Kami
GBI El Shaddai Pontianak
Jl. Prof M Yamin No. 1A, Kota Baru, Pontianak 78116
Telp. 0561 - 765495 - Fax. 0561 - 748250
copyrights © GBI El Shaddai Pontianak - Shine, Bless and Glory allrighs reserved.