31 May 2011 - Khotbah

Khotbah Ibadah Raya Minggu 29 Mei 2011

PENGELOLA YANG BAIK

Nats : 1 Petrus 4:10


PENDAHULUAN

Dalam bulan ini Tuhan telah mengajarkan serta mengingatkan kepada kita bahwa Dia adalah Allah pemilik segalanya. Hal ini menyatakan bahwa Dia adalah Allah yang berdaulat, berkuasa, bertahta dan layak untuk disembah.


Wahyu 14:7

dan ia berseru dengan suara nyaring: “Takutlah akan Allah dan muliakanlah Dia, karena telah tiba saat penghakiman-Nya, dan sembahlah Dia yang telah menjadikan langit dan bumi dan laut dan semua mata air.”


Allah adalah pemilik segalanya dalam kehidupan kita. Tidak hanya berbicara Dia pemilik dari harta, keluarga, bisnis, kesehatan kita namun Allah juga pemilik hidup kita.


Gal 2:20

“ Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku”


Rom 1:6

“Kamu juga termasuk di antara mereka, kamu yang telah dipanggil menjadi milik Kristus”


Oleh karena Allah adalah pemilik segalanya maka manusia memiliki tugas untuk menjadi pengelola yang baik.

1 Petrus 4:10

“Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah

Kata “pengurus” dalam bahasa Yunani ditulis dengan kata “OIKONOMOS” yang mengandung makna :

1.      bendahara

2.      pelayan-pelayan

3.      dipercayakan

4.      pengatur rumah

5.      pengawasan


Hal ini memberikan sebuah penegasan bahwa kita adalah orang-orang yang dipercaya oleh Allah untuk mengelola setiap apa yang telah Allah berikan kepada kita berdasarkan kasih karunia Allah. Setiap kita adalah orang-orang kepercayaan Allah yang diberi kuasa untuk menyatakan kasih karuniaNya.

Hari ini kita akan belajar sikap hidup apa saja yang harus kita miliki agar  kita tetap menjadi orang-orang kepercayaan Allah (tidak hanya dipercayakan perkara yang kecil, tetapi juga dipercayakan perkara-perkara yang besar) ?

SIKAP HIDUP YANG PERTAMA : MILIKI SIKAP HIDUP YANG BERTANGGUNG JAWAB

Matius 25:16-17

Ayat 16 : “Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta”.

Ayat 17 : “Hamba yang menerima dua talenta itupun berbuat demikian juga dan berlaba dua talenta”

Kerjakanlah segala sesuatu yang sudah Allah percayakan kepada kita untuk kita kelola dengan sikap hati takut akan Allah, karena Dia adalah pemilik segalanya. Oleh sebab itu jadilah pengelola yang baik dengan memiliki sikap hidup yang bertanggung jawab.

Kolose 3:23

“Pekerjaan apa saja yang diberikan kepadamu, hendaklah kalian mengerjakannya dengan sepenuh hati, seolah-olah Tuhanlah yang kalian layani, dan bukan hanya manusia”

SIKAP HIDUP YANG KEDUA : MILIKI SIKAP HIDUP YANG SELALU MAU UNTUK BEKERJA KERAS

Dalam ayat 16, kata “menjalankan” dalam bahasa aslinya ditulis dengan kata “ERGAZOMAI”  dalam bahasa Inggris artinya TOIL yang jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia artinya adalah kerja keras.

Setiap orang yang bekerja keras pasti akan menuai hasil. Allah tidak mendesign kita untuk menjadi orang yang malas (pasif), tidak kreatif. Allah menciptakan kita untuk menjadi pribadi yang menghasilkan sesuatu bagi kemuliaan Allah.

2Tim 2:6

Seorang petani yang bekerja keras haruslah yang pertama menikmati hasil usahanya.

Pribadi yang akan terus mendapatkan kepercayaan dari Allah adalah pribadi yang selalu memberikan yang terbaik bagi Allah.


SIKAP HIDUP YANG KETIGA : MILIKI SIKAP HIDUP YANG SELALU MENGANDALKAN TUHAN

Jer 17:5  Beginilah firman TUHAN: “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!

Jer 17:6  Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk.

Jer 17:7  Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!

Jer 17:8  Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.

Yosua adalah salah satu tokoh Alkitab yang luar biasa, berasal dari kaum keturunan orang benar.

Setelah kematian Musa Tuhan berfirman kepada Yosua,  “Hamba-Ku Musa telah mati;  sebab itu bersiaplah sekarang, seberangilah sungai Yordan ini, engkau dan seluruh bangsa ini, menuju negeri yang akan Kuberikan kepada mereka, kepada orang Israel itu.”  (Yosua 1:2).

Mengapa Yosua dipilih (mendapat kepercayaan) Tuhan?  Karena  “…Yosua bin Nun penuh dengan roh kebijaksanaan, sebab Musa telah meletakkan tangannya ke atasnya.  Sebab itu orang Israel mendengarkan dia dan melakukan seperti yang diperintahkan Tuhan kepada Musa.”  (Ulangan 34:9).

Dalam Alkitab tercatat bahwa Yosua bin Nun berhasil membawa bangsa Israel masuk ke Tanah Perjanjian disertai mujizat Tuhan yang heran.  Bahkan tembok Yerikho dapat diruntuhkan dengan caraNya yang sangat mustahil bagi manusia yaitu hanya dengan mengelilingi tembok itu selama enam hari.  Lalu di hari yang ketujuh mereka mengelilingi tembok itu sambil bersorak sehingga runtuhlah tembok itu, sehingga bangsa Israel dapat masuk dan merebut kota itu.  Bangsa Israel menang tanpa harus berperang karena Tuhan yang menyertainya.

Yosua tidak dengan serta merta dipilih Tuhan;  ia harus melewati proses pembentukan didikan dari Tuhan.  Kesetiaannya telah teruji benar;  selama mendampingi Musa ia tidak pernah memberontak, tapi memiliki hati yang taat.  Komitmennya untuk melayani Tuhan luar biasa sebagaimana yang dikatakanya di hadapan umat Israel,  “Jauhlah dari pada kami meninggalkan Tuhan untuk beribadah kepada allah lain!”  (Yosua 24:16).

Dalam segala hal Yosua senantiasa mengandalkan Tuhan.  Itulah sebabnya langkah hidupnya selalu di tuntun Tuhan.  Bahkan Tuhan berjanji,  “Setiap tempat yang akan diinjak oleh telapak kakimu Kuberikan kepada kamu,…”  (Yosua 1:3).

Alangkah bahagianya kehidupan orang yang berkenan di hadapan Tuhan, apa saja yang diperbuatnya dijadikan berhasil oleh Tuhan!




Komentar

Belum ada komentar mengenai artikel ini.

Berikan Komentar

Bantuan Doa atau Pelayanan

Jika Anda membutuhkan bantuan doa atau layanan lainnya silahkan menghubungi kami melalui link berikut ini - Kontak Kami
GBI El Shaddai Pontianak
Jl. Prof M Yamin No. 1A, Kota Baru, Pontianak 78116
Telp. 0561 - 765495 - Fax. 0561 - 748250
copyrights © GBI El Shaddai Pontianak - Shine, Bless and Glory allrighs reserved.