28 December 2010 - Stories

STORIES: Kisah Janda dan Anak Bertabiat Buruk

Ada seorang janda yg sudah tua, hidup ber2 dengan anak satu2nya.
Anaknya punya tabiat yg sgt buruk : suka mencuri, berjudi, mengadu ayam & banyak lagi.
Ibu itu sering menangis memikirkan anaknya.
Ia sering berdoa mohon kpd Tuhan, spy anaknya mjd baik & bertobat.
Suatu hari ia kembali mencuri & tertangkap.
Dia diadili & dijatuhi hukuman pancung.
Hukuman akan dilakukan esok hr & tepat pd saat lonceng berdentang pd pk 6 pagi.
Si ibu menangis meratapi anak yg dikasihinya & berdoa berlutut kpd Tuhan
“Tuhan ampuni anak hamba, biarlah hamba yg sdh tua ini yg menanggung dosanya”
Dg ter-tatih2 dia mendatangi raja & mohon spy anaknya dibebaskan, tp keputusan sdh bulat.
Dg hati hancur, ibu kembali ke rmh, tak hentinya dia berdoa spy anaknya diampuni.
Esok hrnya, rakyat berbondong2 menyaksikan hukuman tsb.
Sang algojo sdh siap & anak
sdh pasrah dg nasibnya.
Terbayang di matanya wajah ibunya yg sdh tua & ia mnangis menyesali perbuatannya.
Detik2 yg dinantikan tiba, lonceng blm juga berdentang.
Sdh lewat 5 menit & suasana mulai berisik, akhirnya petugas dtg. Ia heran krn sdh sejak tadi dia menarik tali lonceng tp tdk bunyi.
Saat mrk sdg bingung, tiba2 dr tali lonceng itu mengalir darah.
Bbrp org naik ke atas menyelidiki sumber
darah.
Ternyata di lonceng ditemui tubuh si ibu tua dg kepala hancur berlumuran darah
dia memeluk bandul di lonceng shg lonceng tdk berbunyi & kepalanya yg terbentur di dinding lonceng.
Seluruh org yg menyaksikan kejadian itu tertunduk & meneteskan air mata.
Si anak me-raung2 memeluk tubuh ibunya yg sdh diturunkan
menyesali dirinya yg selalu menyusahkan ibunya.
Ternyata mlm sblmnya si ibu dg susah payah memanjat keatas & mengikat dirinya di lonceng u/ menghindari hukuman pancung anaknya.
Sgt jelas kasih seorg ibu u/ anaknya.
Betapapun jahat si anak, ia tetap mengasihi sepenuh hidupnya.
Marilah kita mengasihi ortu kita masing2 selagi kita masih mampu krn mrk adl sumber kasih Tuhan bagi kita di dunia ini…

Cerita disumbangkan oleh Sdr. Ferdinand Purba

Komentar

Herland Robby Napitupulu - 2011-07-11 12:30:01
Thanks God...
a.abednego - 2011-08-24 10:21:28
sangat menyentuh sekali cerita nya :'((kasih ibu tak terhingga sepanjang masa, hanya memberi , tak harap kembali , bagai sang surya menyinari dunia
Ananta - 2011-11-12 07:45:43
Good story.
PATAR PN - 2011-12-02 12:03:41
TERIMA KASIH BUAT CERITANYA, GOD BLESS YOU
clarista - 2012-01-14 22:54:34
kasih ... mami kepada kami ...... tak terhingga sepanjang masa ........... hanya memberi .... tak harap kembali ..... bagai sang surya menyinari dunia ...... kasih ibu sepanjang masa, tapi kasih anak belum tentu sepanjang galah ......
joehope - 2012-09-04 13:07:54
NICE STORY..GBu..amin
F.Dharmawan - 2012-09-07 13:55:24
Great story, kisah kasih ibu tsb sama dgn kasih-Nya Tuhan Jesus kepada kita yg rela mati diatas kayu salib demi untuk menebus dosa kita. How you did for your God n mom.?
kamsul - 2013-03-30 16:43:01
ingat aja kalau ga ada ibu ga ada kita

Berikan Komentar

Bantuan Doa atau Pelayanan

Jika Anda membutuhkan bantuan doa atau layanan lainnya silahkan menghubungi kami melalui link berikut ini - Kontak Kami
GBI El Shaddai Pontianak
Jl. Prof M Yamin No. 1A, Kota Baru, Pontianak 78116
Telp. 0561 - 765495 - Fax. 0561 - 748250
copyrights © GBI El Shaddai Pontianak - Shine, Bless and Glory allrighs reserved.