26 June 2012 -

Kuasa dalam Puji – pujian

Pembacaan Alkitab: Mazmur 150

1. PENGUCAPAN SYUKUR, PUJIAN DAN PENYEMBAHAN.
Ada 3 kata yang menyatakan expresi ibadah kita kepada Allah:
a. Pengucapan Syukur (Thanksgiving) – kita berterimakasih karena kebaikan Allah atas apa yang telah diberikan/diperbuatNya kepada kita. Mis : untuk berkatnya, kesehatan, keselamatan dll.
b. Pujian (Praise) adalah ucapan dari mulut kita yarg memuji Allah karena Dia Allah, kita memuji keagungannya, pribadinya.
c. Penyembahan (Worship) = tunduk, membungkuk, meniarapkan diri.
Kel. 4 :31 – …. Sujud menyembah …. ini bukan hanya semata-mata sikap fisik tapi juga sikap spiritual – menundukkan diri di dalam jiwa kepada Allah karena kekudus annya. Perhatikan gambaran Alkitabiah tentang penyembahan dalam Yesaya 6: 1-4.

2. EMPAT FAKTA MENGENAI PUJI-PUJIAN.
Puji-pujian adalah respons yang wajar terhadap kebesaran Allah (Mz 48 : 2). Alkitab
penuh nasihat untuk memuji Tuhan. Mengapa, apakah Allah menuntut pujian? Tidak, malah sebaliknya Ia memberi kita kehormatan untuk memuji Dia karena pujian adalah respons yang wajar akan kebesaranNya.
Iblis tidak bisa memuji Tuhan (menyanyi), dan malaikat tidak bisa mengekspresikan kasih atas keselamatan karena Injil Kristus (I Petrus I : 12) dalam puji-pujiannya. Hanya kita, manusia yang dapat!
1. Puji-pujian adalah TAKHTA ALLAH.
Mazmur 22:4 – Allah bersemayam di atas puji-pujian.
Puji-pujian tidak membuat Allah jadi Raja karena dia memang adalah Raja, walaupun kita memuji Dia ataupun tidak. Tapi dalam pujian kita mengakui ke-Raja-anNya atas hidup kita. Bila Allah hadir di atas puji-pujian, maka Dia akan bertindak (Ehyeh asyer Ehyeh) dan hadiratnya akan menguasai kita.
2. Puji-pujian adalah SENJATA ROHANI kita.
Mazmur 8: 3 – Matius 21 : 16 .- Puji-pujian adalah dasar kekuatan yang didirikan Allah pada umatnya untuk membungkam Iblis, menutup mulutnya. Setan alergi terhadap puji-pujian, itu sebabnya ia tidak menghendaki kita memuji Tuhan, karena puji-pujian dapat mengikat kekuatan Setan (Mazmur 149:5-8).
3. Puji-pujian mengatasi PROBLEMA kehidupan.
Bila kita menghendaki campur tangan Allah yang ajaib dalam situasi yang serba sulit dan mustahil, kuncinya ialah: memuji Tuhan! II Tawarikh 20: 21-22 – Raja Yosafat mengalahkan bani Amon dan Moab. Yosua 6: 20 – Yerikho runtuh karena sorak-sorai pujian. Kisah Para Rasul 16: 25 – Paulus dan Silas dalam penjara.
4. Puji-pujian sebagai suatu KORBAN.
Korban dalam PL biasanya berbentuk binatang (domba) tanpa cacat.
Bagi kita sekarang : puji-pujian yang sungguh-sungguh (Ibrani 13:15-16) bukan hanya hafalan ( Yesaya 29: 13) atau tidak sungguh-sungguh (Yesaya 1 : 13). Lebih jauh: puji–pujian juga adalah pengorbanan. Bila kita memuji Allah waktu senang, semua nya lancar, itu baik; tapi itu bukan korban. Tapi bila segala sesuatu menekan, ada beban berat dan kita tetap memuji Tuhan, itulah korban! Kita perlu berkorban bila saat itu kita tidak ingin melakukannya, karena itu akan mematangkan, mendewasakan kita. Iman mengatasi perasaan.

3. SIKAP WAKTU MEMUJI TUHAN.
1. Bertepuk tangan – Mazmur 47: 2.
2. Mengangkat tangan – Mazmur 134: 2, Ratapan 3: 41.
3. Berdiri – II Tawarikh 5:12.
4. Bersujud/tersungkur – II Tawarikh 7: 3.
5. Bersorak – Mazmur 47: 2, Mazmur 100: 1.
6. Bersuka-ria – II Tawarikh 29 – 30.
7. Menari dan melompat dihadapan Tuhan – Mazmur 150:4, II Sam 6: 5,14-16.
Jadi meliputi seluruh existensi kita – tubuh , jiwa dan roh .
Kapan kita memuji Tuhan ? Mazmur 145:2, 34:2 – setiap hari/ segala waktu.
Siapa yang harus memuji Tuhan ? Mazmur 150: 6 – segala yang bernafas.
Adakah orang yang tidak memuji Tuhan ? – Mazmur 115: 17 – orang mati.

4. BENTUK-BENTUK NYANYIAN PUJIAN & PENYEMBAHAN
Di dalam Alkitab digambarkan ada LIMA JENIS NYANYIAN PUJIAN, yakni:
1. PROCLAMATION (Pemberitaan/Pernyataan), tujuannya kepada manusia. Beritanya harus positif, jelas, menarik. Jenis ini yang seharusnya banyak dinyanyi kan dalam kebaktian PI. Jadi Firman Allah langsung berbicara lewat pujian itu. Misalnya : di dalam Tuhan ada kedamaian, Yesus jawaban dsb.
2. ADORATION (pengagungan) untuk Allah sepenuhnya. Terdiri atas Praise (pujian) : Allah yang Kita Sembah, PerbuatanNya Besar . Worship (penyembahan): Yesus Disanjung, Yesus Kami Puja.
Dasarnya: karena dia adalah Allah yang besar dan layak di puja.
3. THANKS GIVING (Ucapan Syukur) kepada Allah sepenuhnya karena dia telah berbuat sesuatu bagi kita : menyelamatkan, memberkati dsb.
Mis:Kami Naikkan Syukur,Trima kasih oh Tuhanku, Amazing Grace.
4. LAMENTATION (Ratapan). Maksudnya bukan lagu seperti “Hidupku yang sengsa ra, penuh dengan penderitaan”, tapi tangisan yang erat dengan doa syafaat bagi orang lain, dunia, pergumulan bagi pekerjaan Tuhan. Ingat kitab Ratapan Yeremia, tangisan Yesus untuk Yerusalem. Contoh: Nyatakan kasihmu di tengah kami … kasih yang menangisi bangsa ini, Mari Saudara seiman, kasihilah dunia melalui daku.
5. BATTLE SONG (nyanyian perang) yang bersifat menyerang , menaklukan setan, membelenggu Iblis (Mazmur 149:6-8). Nyanyian ini bersifat cepat, semangat, seperti irama derap kuda. Mis: Dalam nama Yesus ada Kemenangan, Ku Menang. God’s Got an Anny .
Selanjutnya menurut bentuknya, maka ada TIGA BENTUK PUJIAN DALAM Efesus
5:18-19, Kolose 3:16:
1 . PSALM (psalmos, mazmur) = nyanyian kudus diiringi dengan alat musik. Mungkin menunjukkan keseluruhan kitab Mazmur. Mz 95: 2, I Kor 14 : 26
2. HYMN (humneo,kidung puji-pujian) = memuliakan/merayakan Allah dalam nyanyian – Matius 26 : 30, Ibrani 2:12, Kisah 16:25. Banyak hymn dalam gereja kini yang mengandung theologia yang indah. Contoh lagu : How Great Thou Art, Atas Satu Bukit.
3 . SPIRITUAL SONGS (pneumatikos, nyanyian rohani) = nyanyian yang dihidupkan oleh Roh Kudus secara pribadi atau seluruh jemaat secara supernatural. I Kor 14 : 15 -memuji dengan rohku …. Akal budiku.

5. NYANYIAN BARU – Mazmur 40: 4, 33: 2-3,149 :1, Wahyu 5: 9,14: I-5.
Fungsinya:
a. Nyanyian baru sebagai penyembahan kepada Allah.
b. Nyanyian baru ilhaman dimana Allah berbicara kepada umatNya (II Samuel 23:1,2, Mazmur 40:4). I Taw 25:1,2 – nubuat diiringi musik.
c. Nyanyian baru dalam sidang jemaat untuk saling menguatkan.
Kolose 3:16 nyanyian baru secara bergantian (Mz. 14 7:7, Ezra 3:11),atau berbalas –
balasan di tengah-tengah sidang supaya saling menguatkan. “Ajar mengajar dan nasehat–menasehatkan sama sendiri” (TL) Nyanyian baru timbul dari 2 sumber, yakni hati kita/roh kita yang dikuasai Roh Kudus atau langsung dari Allah – II Samuel 23 : 1-2. Karena itu kita perlu minta agar Allah memenuhkan kita dengan RohNya. Yoh. 4:23-24 MenyembahNya dalam roh dan kebenaran.
Kita harus mengijinkan roh Kudus menguasai roh kita untuk dapat menyembah Dia, dan juga penyembahan kita harus sesuai dengan Firman Allah, yakni kebenaran (Yoh. 17: 17). Tanpa roh maka penyembahan dan ibadah kita kering, suam, hanya sekedar ritual dan mati; tanpa Firman maka penyembahan menjadi perasaan sentimental, emosionil dan fanatisme.
Roh Kudus itulah yang mengilhamkan pujian dan penyembahan. Efesus 5: 18,19 -Hendaklah kamu penuh dengan Roh dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani ! Yohanes 7 : 37-39 – aliran air hidup (Roh Kudus) diterima dengan cara :
a. Ada kehausan, kerinduan – Yesaya 44:3.
b. Datang pada Yesus, satu-satunya pembaptis dengan Roh Kudus (Luk. 3:16)
c. Percaya, beriman – Galatia 3: 14b. Tandanya : Kisah 2:4 – bahasa lain/bahasa baru/ bahasa roh – akhirnya menjadi nyanyian dalam roh (I Korintus 14: 15).

Komentar

Belum ada komentar mengenai artikel ini.

Berikan Komentar

Bantuan Doa atau Pelayanan

Jika Anda membutuhkan bantuan doa atau layanan lainnya silahkan menghubungi kami melalui link berikut ini - Kontak Kami
GBI El Shaddai Pontianak
Jl. Prof M Yamin No. 1A, Kota Baru, Pontianak 78116
Telp. 0561 - 765495 - Fax. 0561 - 748250
copyrights © GBI El Shaddai Pontianak - Shine, Bless and Glory allrighs reserved.