31 January 2012 -

Menabur, Benih, Menuai

sower

Berbicara tentang menabur, benih, dan menuai adalah merupakan prinsip kerajaan Allah. Sebelum benih ditaburkan untuk ditanam dan bertumbuh, pertama kali proses yang harus dilalui benih adalah proses pengeringan/kematian. Ketika kematian terjadi, maka akan terjadi multiplikasi atau pelipat gandaan. Seperti satu benih yang ditanam ke atas tanah bertumbuh, berbuah dan mengalami pelipatgandaan.

Benih yang baik adalah firman Tuhan (Lukas 8:11). Sebagaimana Kristus putra tunggal Allah yang adalah benih/firman itu sendiri yang menjadi anak manusia, mengalami kematian dan bangkit pada hari yang ketiga demi menuai dan membawa kembali jiwa jiwa (pelipat gandaan) kembali kepada Tuhan. Tanpa kematian Kristus maka tidak ada penebusan dan pelipat gandaan jiwa jiwa yang layak untuk kembali kepada Allah. Demikian halnya biji sesawi yang merupakan benih terkecil didunia. Ketika benih itu kering, ditabur/ditanam dan dipelihara benih tersebut akan tumbuh sangat besar dan bahkan menjadi berkat bagi burung burung yang bisa tinggal dengan membangun sarang pada dahan dahannya.

Yohanes 12:23-24, Tetapi Yesus menjawab mereka, kata-Nya: “Telah tiba saatnya Anak Manusia dimuliakan.Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah. Ketika hidup kita dan hati kita yang merupakan tanah bagi benih firman Tuhan untuk bertumbuh, memberi respon yang baik terhadap setiap firman Tuhan yang ditaburkan dalam hidup kita, kita pelihara dalam hati dan kita lakukan dalam hidup kita, niscaya benih firman itu akan bertumbuh dan membawa dampak pelipat gandaan dan menjadi berkat bagi orang lain. Kita ijinkan setiap kehendak pribadi dan kedagingan kita mengalami kematian dan merelakan benih firman Tuhan yang menuntun hidup kita sepenuhnya.

Pelipatgandaan benih boleh terjadi ketika:

1. Kita dewasa didalam Tuhan. (Keluaran 16:4)

2. Pribadi dewasa yang tidak serakah. (Keluaran 16: 16-19).

3. Pribadi dewasa yang disiplin ( Keluaran 16: 21)

Ketika kita memiliki prinsip kedewasaan iman dan pengenalan akan Tuhan dengan mematikan setiap karakter yang tidak dewasa, keserakahan dan ketidakdisiplinan, dan sebaliknya menjadi tanah yang subur bagi benih firman Tuhan untuk bertumbuh, niscaya benih itu akan bertumbuh subur dan berbuah buah serta menjadi berkat bagi orang lain. Benih bertumbuh ketika terjadi proses penaburan benih ke tanah sebagai media bagi benih untuk bertumbuh dan berbuah. Berbicara tentang menabur berarti melibatkan pribadi penabur. Penabur yang baik merupakan penabur yang tahu tempat/tanah yang paling tepat baginya untuk menabur. Dalam hidup orang percaya yang dewasa didalam Tuhan, menabur benih merupakan salah satu karakter yang pasti mereka miliki. Penabur yang baik mengerti prinsip “Kanaan Rohani” bahwa Tuhan menyediakan berlimpah limpah segala berkat yang terbaik sekalipun dia menabur banyak tidak akan pernah kekurangan. Terlebih ketika kita menabur dengan airmata / dalam keadaan tidak memiliki banyak tetapi dengan kerelaan kita menabur apa yang tersisa yang kita miliki Tuhan. Maka Tuhan menjamin bahwa apa yang kita tabur Tuhan perhitungkan dan Tuhan yang melipatgandakan dengan luarbiasa. Bahkan kita pribadipun merupakan multiplikasi dari benih yang Tuhan tanam 2000 tahun yang lalu lewat kematian Kristus Yesus Tuhan.

2 Korintus 9:6-8

Dalam hal menabur, hendaklah MENABUR DENGAN SUKACITA. Tuhan adalah Allah yang tidak pernah berhutang. Apapun yang kita tabur dengan sukacita, maka Tuhan sendiri yang akan membalasnya. Benih bertumbuh ketika terjadi kematian, ketika segala hal yang tidak baik/duniawi dalam hidup kita dimatikan dan digantikan dengan kedewasaan didalam Tuhan, maka akan terjadi pelipatgandaan. Pelipatgandaan dari hukum tabur tuai bukan sekedar kata alkitab atau sekedar isapan jempol. Tetapi benar benar terjadi dan menjadi kesaksian hidup dalam banyak kehidupan anak Tuhan yang taat melakukan kebenaran firman Tuhan. Hendaknya prinsip firman Tuhan yang ditabur di tanah hati kita bertumbuh dengan baik dan membawa perubahan lewat kematian setiap ego ego pribadi dan hal hal yang ada dalam hidup kita yang tidak berkenan kepada Tuhan. Memiliki gaya hidup surgawi yang menyenangkan hati Tuhan.

Lukas 8: 5-8, Matius 13:5-6

Ada 3 penghalang benih firman Tuhan bertumbuh dalam hidup kita:

1 Tidak dihargai dan akhirnya dicuri oleh si jahat.

ketika kita tidak meresponi dengan baik firman Tuhan, maka firman tersebut akan dicuri oleh sijahat sehingga kekuatan dari firman itu sama sekali tidak bekerja dan bertumbuh dalam hidup kita. Yusuf adalah salah satu contoh dari pribadi yang memegang benar benar firman Tuhan dalam hidupnya. meskipun banyak hal yang sukar terjadi dalam hidupnya, dia tetap setia dan mengasihi Tuhan serta mengasihi saudaranya. Terbukti bagaimana Tuhan memelihara dan mengangkat hidup Yusuf.

2 Tidak berakar

Akar bicara tentang pondasi atau dasar dari hidup kita. Akar tanaman berfungsi untuk menyerap makanan yang berguna bagi pertumbuhan tanaman. Ketika firman Tuhan tidak berakar dalam hidup kita, maka hidup kita sama seperti bangunan tanpa pondasi ataupun tanaman tanpa akar, yang tinggal menunggu waku untuk kering, layu dan mati. Akar juga berbicara tentang hubungan kita dengan Tuhan. Pengenalan kita akan Tuhan. Bagaimana hubungan kita dengan Tuhan menentukan bagaimana cara kita hidup. Semakin kita mengenal Dia, semakin kita bertumbuh kuat dalam Tuhan.

3 Dihimpit oleh kenyataan hidup yang sukar (Lukas 8:7)

Akibat banyaknya kesukaran hidup yang menghimpit seringkali mengakibatkan firman Tuhan sulit menjadi rhema dan bertumbuh dalam hidup kita. Kesukaran membuat kita jauh dan tidak percaya akan penyertaan Tuhan. Diperlukan disiplin dan hati yang sungguh sungguh mengasihi Tuhan dalam masa masa hidup yang sukar yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup kita. Ketika kita tetap mendisiplinkan diri untuk taat kepada firman Tuhan dan membiarkan Tuhan menuntun hidup kita, maka kita akan melihat bagaimana tangan Tuhan yang kuat membela kita. Kesukaran Tuhan ijinkan terjadi agar kita terus bergantung kepada Dia. Apapun yang terjadi dalam hidup pengiringan kita di dalam Tuhan, hendaklah kita terus setia kepada Tuhan. Meresponi setiap tantangan hidup yang ada dengan selalu memandang Tuhan dan membiarkan Firmannya menuntun hidup kita.

Komentar

Belum ada komentar mengenai artikel ini.

Berikan Komentar

Bantuan Doa atau Pelayanan

Jika Anda membutuhkan bantuan doa atau layanan lainnya silahkan menghubungi kami melalui link berikut ini - Kontak Kami
GBI El Shaddai Pontianak
Jl. Prof M Yamin No. 1A, Kota Baru, Pontianak 78116
Telp. 0561 - 765495 - Fax. 0561 - 748250
copyrights © GBI El Shaddai Pontianak - Shine, Bless and Glory allrighs reserved.