3 April 2012 - Khotbah

ORANG BENAR HIDUP OLEH IMAN

ORANG BENAR HIDUP OLEH IMAN

Pendahuluan :

Puji Tuhan, hari ini kita memasuki hari pertama di minggu yang pertama di bulan keempat. Hari yang begitu banyak dicemaskan oleh banyak orang di Indonesia, sehubungan dengan rencana pemerintah untuk menaikkan harga BBM. Sebelumnya banyak orang menjadi khawatir, stress, dan tertekan dengan hal tersebut, karena kenaikan harga BBM pasti akan disertai dengan naiknya harga-harga kebutuhan pokok lainnya. Bahkan BBM belum naikpun, harga barang-barang sudah mulai mengalami kenaikan.

Bagaimanakah sikap kita sebagai anak-anak Tuhan dalam menyikapi dan meresponi situasi yang terjadi sekarang ini ?

Dalam Matius 6:25, Tuhan Yesus berkata :

“Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?

Tuhan Yesus menghendaki agar kita dalam menjalani hidup ini jangan dengan kekuatiran, karena :

  1. Kita memiliki Bapa yang kaya dan memelihara hidup ini
  2. Kekuatiran tidak memberikan kemajuan baik secara rohani dan jasmani
  3. Kekuatiran akan merusak kehidupan kita ( sukacita, damai sejahtera, vitalitas hidup )

Yang Tuhan mau adalah kita hidup dengan iman, tidak dengan kekuatiran.

Rom 1:16  Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.

Rom 1:17  Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman.”

I. Berkat jika kita hidup oleh iman

1)      Kita akan memiliki keberanian.

Keberanian untuk melangkah memulai sesuatu yang baru.

  • Abraham dipanggil Allah untuk keluar dari negerinya Ur-Kasdim ke suatu tempat yang tidak pernah diketahui. Ia percaya kepada Allah yang telah berfirman, maka dengan berani ia melakukan perjalanan yang tidak pernah dilakukan sebelumnya (Ibrani 11:8)

Keberanian untuk berkorban.

  • Janda di sarfat karena percaya kepada Firman Tuhan yang diucapkan oleh nabi Elia, maka ia berani mengorbankan makanan terakhirnya dan memberikannya kepada hambaNya.

Keberanian untuk menghadapi ancaman.

  • Daniel, Sadrakh, Mesakh dan Abednego adalah orang-orang yang punya jabatan bagus didalam pemerintahan, walau begitu mereka tidak takut akan adanya ancaman dalam hidup mereka.

2)      Allah akan memberikan apa yang menjadi permintaan dan doa-doa kita

Markus 11:24  “Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu”.

3)      Iman akan membuat kita berkenan di hadapan Allah.

Ibrani 11:6  “Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia”.

Iman merupakan persyaratan yang Allah berikan agar kita dapat berkenan di hadapan Allah, bukan usaha manusia. Sebab tak ada usaha manusia yang dapat memenuhi standarNya Allah.

Yohanes 3:16  Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

4)      Kita akan mengalami mujizat dan kesembuhan.

Dalam Markus 6:1-6 dituliskan bahwa ketika Yesus pulang ke tempat asal-Nya di daerah Galilea, disana Ia tidak dapat mengadakan satu mujizatpun. Hal itu terjadi oleh karena mereka tidak percaya.

Ketidakpercayaan menghalangi kuasa Allah untuk bekerja, tetapi iman akan membuat kuasa Yesus mengalir, seperti yang dialami oleh seorang perempuan yang sakit pendarahan selama 18 tahun (Markus 5:25-34)

II. Definisi Iman

Ibrani 11:1 Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

Iman adalah kemampuan yang ada didalam diri manusia untuk melihat sesuatu yang mata jasmani belum melihatnya. Apa yang sudah kita lihat tidak perlu lagi diimani, tidak perlu lagi diharapkan. Iman adalah sesuatu yang berbeda dengan harap. Harap adalah mengharapkan sesuatu yang akan terjadi. Iman ada persoalan hari ini, bukan esok.

Contoh teladan iman adalah Abraham.

Sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapak banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan “Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu…”

Imannya tidak menjadi lemah, walaupun ia mengetahui, bahwa tubuhnya sudah sangat lemah, karena usianya telah kira-kira 100 tahun dan bahwa rahim Sara telah tertutup.

III. Rahasia untuk memiliki iman yang tidak lemah

  1. Menerima dan memegang Firman Allah.

Abraham diajar oleh Tuhan untuk selalu memperkatakan janji yang telah ia terima dari Tuhan.

2 Korintus  4:13  Namun karena kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis: “Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata”, maka kami juga percaya dan sebab itu kami juga berkata-kata.

2.Memuliakan Allah.

Roma 4:20  Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia MEMULIAKAN ALLAH.3.

3.Melalui doa puasa

Mat 17:20  Ia berkata kepada mereka: “Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, –maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.

Mat 17:21  (Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa dan berpuasa.)”

4.Melalui pengajaran

Markus 6:6 Ia merasa heran atas ketidakpercayaan mereka. Lalu Yesus berjalan keliling dari desa ke desa sambil mengajar.

Khotbah : Pdt.Sandra Wilan

Komentar

alexandrea - 2013-09-01 16:41:45
Uraian firman Tuhannya kurang fokus kepada maksud dari themanya.

Berikan Komentar

Bantuan Doa atau Pelayanan

Jika Anda membutuhkan bantuan doa atau layanan lainnya silahkan menghubungi kami melalui link berikut ini - Kontak Kami
GBI El Shaddai Pontianak
Jl. Prof M Yamin No. 1A, Kota Baru, Pontianak 78116
Telp. 0561 - 765495 - Fax. 0561 - 748250
copyrights © GBI El Shaddai Pontianak - Shine, Bless and Glory allrighs reserved.