30 January 2013 - Khotbah

Penghalang Berkat Allah

Pendahuluan

Memasuki Tahun tahun 2013, melalui Gembala kita Tuhan berikan Visi antara lain : Tahun 2013 adalah Tahun Pelipatgandaan, Tahun Kesembuhan dan Pemulihan dan Tahun keselamatan Jiwa-Jiwa.

Amos 3:7 “Sungguh, Tuhan Allah tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusanNya kepada hamba-hambaNya, para nabi.

Kita tahu bahwa Allah telah memberikan VisiNya melalui Gembala kita untuk tahun 2013 ini, apabila kita mempunyai iman dan percaya akan setiap perkataan dan janji Tuhan, maka itu akan terjadi dalam hidup kita. Untuk itu berkat yang Tuhan telah sediakan bagi kita di tahun ini jangan sampai kita tidak mendapatkannya karena masih ada yang menghalangi Tuhan berkarya dalam hidup kita.

Apa saja yang dapat menghalangi  berkat Tuhan turun atas kita :

1).  Dosa

Yesaya 59 : 2 “ tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.

Definisi Dosa : “Dosa digambarkan dalam Alkitab sebagai pelanggaran hukum Allah (1 Yohanes 3:4) dan pemberontakan melawan Allah (Ulangan 9:7; Yosua 1:18)”. Dosa berawal dari Lucifer. Karena tidak puas dengan semua ini, dia ingin menjadi Allah yang mahatinggi dan hal ini menyebabkan kejatuhannya dan awal dari dosa (Yesaya 14:12-15). Dengan nama baru, Iblis, dia membawa dosa kepada umat manusia di taman Eden ketika dia mencobai Adam dan Hawa dengan godaan yang sama, “engkau akan menjadi sama seperti Allah.” Kejadian 3 menjelaskan pemberontakkan mereka melawan Allah dan perintah-perintahNya. Sejak saat itu dosa diwariskan kepada semua generasi umat manusia dan sampai ke kita, sebagai keturunan Adam, mewarisi dosa dari dia. Roma 5:12 “ Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.

Melalui Adam kecenderungan untuk berbuat dosa masuk ke dalam umat manusia dan manusia menjadi orang yang secara alami sudah berdosa.

Galatia 5 : 19-21 “Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu – seperti yang telah ku buat dahulu – bahwa barang siapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapatkan bagian dalam kerajaan Allah.

Jadi jelas sekali bahwa akibat perbuatan dosa kita, membuat berkat Tuhan itu terhalang, sehingga kita tidak mendapatkan apa yang kita inginkan. Tetapi Tuhan itu sangat baik buat kita dan Dia memberikan jalan keluar agar kita dapat diberkati, yaitu dengan cara kita harus bertobat dan berbalik dari jalan-jalan kita yang jahat dan dari segala dosa-dosa yang telah kita perbuat.

Jangan pernah kita menyembunyikan dosa-dosa yang kita perbuat, ingat Tuhan adalah Maha Tahu. Dia tidak pernah terlelap dan tidak pernah tertidur, Dia tahu apa saja yang kita perbuat, baik itu perbuatan baik kita maupun perbuatan jahat kita. Apabila kita telah melakukan perbuatan dosa, lebih baik segera kita bertobat dan mengakui segala dosa-dosa kita. Maka Allah yang setia dan adil akan mengampuni setiap dosa yang kita perbuat.

2). Bimbang

setelah Tuhan Yesus selesai memberi makan 5,000 orang laki-laki dari 5 roti dan 2 ikan, murid-murid Yesus diperintahkan Tuhan untuk menyeberang ke Betsaida sementara Yesus tetap tinggal untuk berdoa.

Ayat 22 Murid-murid taat dan menuruti perintah Yesus untuk menyeberang danau, namun ternyata di dalam ketaatan mereka menuruti perintah Tuhan yang mereka temui justru kesulitan, yang mereka alami justru gelombang dan angin sakal, inilah realita, mengikut Yesus dan melaksanakan perintahNya bukan berarti kita akan menghadapi jalan tol yang tanpa hambatan, lancar dan nyaman untuk dilalui. Bukan hanya sebentar murid-murid mengalami gelombang dan angin sakal ini, tapi kalau kita lihat kronologis waktu : ketika Yesus memberi makan lima ribu orang waktunya sudah mulai malam (ayat 15)

dan ketika Yesus berdoa setelah memerintahkan murid-muridnya menyeberang hari sudah malam (ayat 23) dan baru jam tiga malam Yesus datang kepada mereka (ayat 25). Disini kita bisa melihat bahwa semalam-malaman murid-murid Yesus mengalami gelombang dan angin sakal ketika mereka melakukan kehendak Tuhan. Mungkin sebagian murid-murid mulai mempertanyakan kenapa Tuhan Yesus tidak segera datang menolong mereka sementara mereka begitu membutuhkan pertolongan Yesus, mungkin sebagian dari murid-murid mulai mempertanyakan kenapa gelombang dan angin sakal harus menerpa mereka sementara mereka melakukan kehendak Tuhan, mungkin sebagian dari mereka sudah frustasi dan mempersalahkan Tuhan yang memerintahkan mereka menyeberang. Namun pada waktu yang tepat Tuhan datang dan menampakkan diri kepada murid-muridNya, Namun apa yang terjadi?? Justru ketika Tuhan datang menghampiri mereka, murid-murid tidak mengenali Tuhan,bahkan mereka katakan Tuhan adalah hantu (ayat 26).

Berapa banyak dari kita yang juga mengalami kondisi seperti ini, karena beratnya himpitan hidup, masalah yang bertubi-tubi, membuat kita tidak bisa mengenali Tuhan yang datang menghampiri kita. Tapi Yesus adalah Tuhan yang luar biasa baik, walaupun murid-murid mengenaliNya sebagai hantu, Yesus tetap menghampiri murid-murid dan menyatakan keberadaan dirinya (ayat 27), Petrus justru meminta tanda kepada Tuhan Yesus supaya Petrus bisa berjalan di atas air dan Tuhan memberikan kesempatan untuk Petrus berjalan di atas air. Namun baru saja Petrus mendapatkan kesempatan untuk mengalami mujizat Allah, Petrus mulai kembali ke posisi khawatir, mulai risau karena angin, gelombang dan kegelapan yang ada disekitarnya, kondisi bimbang, khawatir, ternyata sangat berbahaya dan menyebabkan kita kehilangan kesempatan untuk mengalami mujizat Allah lebih lama lagi. Seketika itu juga Petrus mulai tenggelam. Lewat pernyataan Yesus di ayat 31 penyebab kita kehilangan mujizat Allah adalah karena kita “tidak percaya” dan “bimbang”. kata tidak percaya ini disebutkan juga sebagai kecil/lemah iman.

Namun kondisi ini dapat dipulihkan:

1. ketika kita mengijinkan Yesus naik ke atas perahu kehidupan kita

2. kita memelihara persekutuan dan penyembahan kita kepada Allah (ayat 33)

maka Yesus kembali melakukan mujizat bagi murid-murid, Yohanes 6:21, “dan seketika juga perahu itu sampai ke pantai yang mereka tuju” Jangan bimbang terhadap janji Tuhan

Roma 4:20-21 Tetapi terhadap janji Allah ia (Abraham) tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah, dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan. Dalam menantikan penggenapan janji Tuhan diperlukan kesabaran, oleh sebab itu tetaplah kuat didalam Tuhan didalam kekuatan kuasaNya, Jangan bimbang terhadap janji-janji Tuhan, Jangan berhenti berharap kepada Tuhan dan tetaplah berserah kepada rancanganNya yang luar biasa dalam hidup kita.

3. Tidak membayar Perpuluhan. (Maleakhi 3 : 8 – 12)

Karena perpuluhan adalah milik Tuhan, maka jika kita tidak memberikannya sama dengan merampas, merampok atau mencuri milik Allah, seperti disebutkan dalam Maleakhi 3:8, berikut ini: Bolehkah manusia menipu (Ibr.: qabah, Inggr. Rob, spoil, Ind. merampas, merampok) Allah? Namun kamu menipu (merampas, merampok) Aku. Tetapi kamu berkata: “Dengan cara bagaimanakah kami menipu (merampas, merampok) Engkau?” Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus!  Melalui Maleakhi, Allah menyampaikan puncak kemarahan-Nya karena umat Israel telah “merampas” Hak Milik Allah, yaitu merampas persembahan perpuluhan dan persembahan khusus yang seharusnya diberikan kepada Allah. Tetapi sebaliknya, kalau kita memberikan persepuluhan bagi Tuhan dengan benar, maka kita akan menerima janji Tuhan seperti dalam :Maleakhi 3:10-11.

biarlah melalui renungan kita hari ini akan membangkitkan dan menguatkan ketaatan , iman dan harap kita hanya kepada Bapa kita Yesus Kristus. God Bless You

Pengkotbah : Pdm.Samuel Eko

Komentar

Justinus Boham - 2013-07-29 20:05:21
Hubungan Allah dan manusia terputus akibat dosa. Akibat dosa, manusia ditimpah penderitaan, sakit penyakit, kemiskinan, dan maut. Berkat Aalh terhambat. Tetapi Allah tidak menghendaki manusia binasa, Allah mengasihi umat manusia, Allah mengorbankan Anak-Nya yang tunggal Yasus Kristus disalib demi penebusan dosa manusia. Bertobat dan menerima Tuhan Yesus, kita memperoleh pengampunan dosa. Berkat Allah mengalir dengan deras selama hari hidup kita Lah
anis - 2014-02-19 03:49:02
syaloom, bagaimana jika kita melihat orang selalu mencapai cita2nya seolah_olah berkat selalu ada padanya. padahal jika melihat keadaan kehidupanya dpt dianggap tdk berkenan kepada Tuhan. bagaimana menyikapi keadaan tersebut? terima kasih salam , anis
Jonathan Heri R - 2014-08-20 11:09:02
Tolong bantuan doa : 1. Orangtua saya yang harus menjual rumah dan semua demi membayar hutang. 2. Mertua saya yang ikut menanggung malu & uang demi membantu orang tua saya. 3. Saya, Istri & Anak ayang harus juga menjual rumah, mobil, sepeda motor dan harta benda lainnya, usaha kami bangkrut, demi membantu orang tua. Saat ini saya, istri & anak terpisah selama 1 tahun jauh dari orangtua, mertua & saudara lainnya. Tolong bantu kami ke dalam doa, Terima Kasih. Tuhan Yesus Memberkati.

Berikan Komentar

Bantuan Doa atau Pelayanan

Jika Anda membutuhkan bantuan doa atau layanan lainnya silahkan menghubungi kami melalui link berikut ini - Kontak Kami
GBI El Shaddai Pontianak
Jl. Prof M Yamin No. 1A, Kota Baru, Pontianak 78116
Telp. 0561 - 765495 - Fax. 0561 - 748250
copyrights © GBI El Shaddai Pontianak - Shine, Bless and Glory allrighs reserved.