18 August 2011 - Khotbah

Pernikahan adalah Landasan Perjanjian (2)

KEBENARAN YANG KEDUA : PRINSIP-PRINSIP PERJANJIAN DALAM PERKAWINAN

Prinsip yang pertama : Memotong Bukan Membuat

Maz. 50:4  Ia berseru kepada langit di atas, dan kepada bumi untuk mengadili umat-Nya:

Maz. 50:5  “Bawalah kemari orang-orang yang Kukasihi, yang mengikat perjanjian dengan Aku berdasarkan korban sembelihan!”

Prinsip yang kedua : Surat Kematian

Ibrani  9:16  Sebab di mana ada wasiat (perjanjian ) , di situ harus diberitahukan tentang kematian pembuat wasiat (perjanjian ) itu.

Ibrani  9:17  Karena suatu wasiat (perjanjian ) barulah sah, kalau pembuat wasiat ( perjanjian ) itu telah mati, sebab ia tidak berlaku, selama pembuat wasiat ( perjanjian ) itu masih hidup.

Kata “ wasiat “ ditulis dalam terjemahan lain sebagai “PERJANJIAN

Abraham memotong korban sembelihan dalam perjanjian dengan Tuhan.( Kejadian 15 :7-21)

Pengertian “ lewat diantara potongan-potongan daging ( sudah mati ) ’’

1.Kematian itu adalah kematianku

2.Aku mati terhadap diri sendiri dan aku hidup bagi orang dengan siapa aku mengikat perjanjian.

Gal 2:19  Sebab aku telah mati oleh hukum Taurat untuk hukum Taurat, supaya aku hidup untuk Allah. Aku telah disalibkan dengan Kristus;

Gal 2:20  namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.

3.Masing- masing pihak dapat mengklaim apa saja yang dimiliki oleh pihak lain.

Konsep Pernikahan Kristen :

Mereka bersama-sama berkata :  “ Aku telah disalibkan dengan Kristus, namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku yang hidup,melainkan Kristus yang hidup di dalam aku’’.

Mempelai Pria berkata : “ Ketika aku melewati korban Kristus, aku mati . Aku menyerahkan hidupku. Kini aku menyatakan hidupku di dalam kehidupan istriku. Ia adalah pernyataan dari hidupku’’.

Mempelai wanita berkata : “ Ketika aku melewati korban Kristus, aku mati. Aku tidak hidup lagi untuk diriku sendiri. Kini aku hidup untuk seseorang dengan siapa aku mengikat perjanjian ”.


Komentar

Belum ada komentar mengenai artikel ini.

Berikan Komentar

Bantuan Doa atau Pelayanan

Jika Anda membutuhkan bantuan doa atau layanan lainnya silahkan menghubungi kami melalui link berikut ini - Kontak Kami
GBI El Shaddai Pontianak
Jl. Prof M Yamin No. 1A, Kota Baru, Pontianak 78116
Telp. 0561 - 765495 - Fax. 0561 - 748250
copyrights © GBI El Shaddai Pontianak - Shine, Bless and Glory allrighs reserved.