17 February 2011 - Pengajaran

Pertukaran yang ajaib

Sebab oleh satu korban saja Ia (Yesus) yang telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang di Kuduskan merupakan suatu pengorbanan yang sekaligus menjawab segala persoalan dan memenuhi  semua kebutuhan yang terdapat pada seluruh umat manusia. Selain itu dampak pengorbananNya bukan hanya berlaku sepanjang masa, tetapi juga bahkan dari kekal hingga kekal.

Ibrani 10 : 14

Pengorbanan Yesus merupakan tindakan yang hanya dilakukan satu kali oleh Allah Yang Maha Kuasa  untuk menghimpun segala dosa dan seluruh penderitaan umat manusia dalam satu momen yang merupakan suatu puncak peristiwa dalam sejarah. Tuhan tidak memberikan rupa-rupa jawaban untuk memecahkan bermacam-macam masalah yang dihadapi oleh umat manusia, Ia menawarkan kepada kita hanya satu jalan keluar yaitu Salib Yesus. Hal yang tak baik menimpa Yesus, supaya kita menerima segala yang baik yang dianugerahkan kepada kita (Yesaya 53:6). Kita masing-masing mengambil jalan kita sendiri (Yesaya 53:6).

 Kata ibrani Avon artinya  (kejahatan, kedurjanaan) = pemberontakan kepada Allah.

Inilah yang menjadi penyebab utama dari kutuk-kutuk yang disebut dalam Ulangan 28. Avon menggambarkan bukan hanya kejahatan tetapi juga hukuman (akibat buruk) yang ditimbulkan oleh kejahatan itu sendiri.

Imamat 16:22 : Secara simbolis kambing jantan tersebut bukan hanya mengangkut kejahatan yang dilakukan oleh orang-orang Israel, tetapi selain itu juga semua malapetaka yang diakibatkan oleh kejahatan tersebut.

 Inilah makna dan tujuan yang sebenarnya dari kayu salib. Pada kayu salib itu terjadilah suatu pertukaran yang ajaib. Di Kayu Salib Yesus menggantikan tempat kita untuk menanggung semua malapetaka atau hukuman yang menurut ketetapan Allah seharusnya ditimpakan kepada kita karena segala kejahatan yang telah kita lakukan. Sebagai gantinya, Tuhan menawarkan kepada kita semua hal baik yang dimiliki oleh Yesus karena kehidupan-Nya yang selalu taat dan suci dari dosa itu.

 Aspek yang pertama dan kedua terdapat  dalam  Yesaya 53:4-5

1. Kebenaran yang pertama bersifat rohani:

Yesus dijatuhi hukuman karena pelanggaran dosa kita, supaya kita dapat pengampunan dan perdamaian dengan Allah:

2. Kebenaran yang kedua bersifat Jasmani:

Yesus menanggung segala penyakit dan rasa sakit kita, supaya melalui bilur-bilurNya kita disembuhkan dari segala sakit-penyakit (Matius 18:16; 2:24).   

3. Yesaya 53:10 Yesus dijadikan  dosa dengan cara menerima sifat dosa kita, supaya kita dibenarkan (dikuduskan) oleh kebenaran (kekudusan)Nya.

Nyawa Yesus dijadikan sebagai “korban penebus salah”. Menurut hukum Taurat orang yang ingin membuat penebusan karena dosa, diharuskan membawa korban persembahannya kepada Imam (domba, kambing, lembu atau binatang lainnya). Kemudian ia harus mengakui dosanya diatas korban itu, lalu secara simbolis imam akan memindahkan dosa yang diakuinya itu kepada binatang tersebut, lalu binatang itu disembelih sebagai pelunasan dosa yang telah dilimpahkan kepadanya. Semua ini adalah gambaran tentang Yesus yang menyerahkan nyawaNya bagi kita (Yesaya 53:12 ).

II Korintus 5:21 : Kebenaran yang diperoleh disini bukan karena upaya atau amal perbuatan kita sendiri. Kebenaran yang berasal dari Tuhan sendiri, suatu kebenaran yang suci dari dosa.

 4. Yesus mengalami kematian, yang seharusnya merupakan bagian kita, supaya kita memperoleh bagian dalam kehidupanNya.

Akibat dosa adalah kematian, bahkan akibat yang mengerikan adalah maut  (Yeheskiel 8:4; Yakobus 1:15). Kematian yang dialami Yesus merupakan konsekwensi (akibat) yang tidak dapat dihindarkan dari dosa umat manusia yang ditanggung-Nya itu. Ia memikul dosa seluruh dunia dan dengan demikian Ia pun menjadi kematian yang seharusnya dialami setiap manusia sebagai hukuman atas dosa. Setiap orang yang mau menyambut pengorbananNya akan mengalami hidup yang kekal (Roma 6:23)

5. II Korintus 8:9 : Yesus yang kaya menjadi miskin, supaya kita yang miskin jadi kaya.

Yesus menjadi miskin ketika Ia di kayu salib. Sepanjang Ia melayani di bumi, Ia melayani dengan kekayaannya bukan dengan cara membawa banyak uang tunai, tetapi apa yang menjadi keperluannya untuk melakukan kehendak Allah senantiasa dicukupkan.

Contoh : Yohanes 12:4-8; 13:29 ; Matius 17:27; Matius 14:15-21.

Puncak kemiskinan macam apa yang digambarkan dalam Ulangan 28:48, kelaparan

(Yesus tidak makan sedikitpun selama hampir 24 jam), kehausan (I Yohanes 19:28) perkataan yang terakhir “Aku haus”,  telanjang (Yohanes 19:23).

Karena kasih karunia, bukan amal: karena iman kepada Yesus Kristus, kita yang miskin jadi kaya. Kelimpahan yang kita terima biasanya akan sama seperti yang dialami oleh Yesus. Mungkin tidak mempunyai uang yang banyak dalam tabungan, tetapi hari demi hari segala kebutuhan kita akan tercukupi. Untuk dapat menerima berkat yang lebih besar             (Kisah Para Rasul 20:35).

6. Yesus menanggung kehinaan kita supaya kita dapat mengambil bagian dalam kemuliaanNya (Ibrani 12:2).

Rasa malu memiliki  berbagai tingkatan, mungkin dipermalukan didepan orang banyak, perasaan yang mengakibatkan terputusnya hubungan yang akrab dengan Allah atau dengan sesama manusia. Kematian di kayu salib merupakan bentuk kematian yang paling hina dan memalukan (Matius 27:35-44). Jika kita percaya kepadanya maka Yesus akan membagikan kepada kita kemuliaan yang merupakan milikNya yang kekal.

7. Yesus menanggung penolakan kita, supaya kita diterima oleh Allah sebagai anak-anakNya (Matius 27:45,50)

Luka yang lebih menyakitkan daripada kehinaan adalah penolakan terjadi karena: terputusnya hubungan (orang tua – anak; perceraian). Sarana yang disediakan Tuhan untuk menyembuhkan luka-luka yang diakibatkan penolakan itu dapat dibaca dalam             Matius 27: 46,50 yang menggambarkan puncak kepedihan hati Yesus, dimana untuk pertama kalinya dalam sejarah alam semesta, Anak Allah berseru kepada Bapanya tetapi tidak menerima jawaban, Dia mati karena patah hati ( Mazmur 69:21).

Injil Matius mencatat setelah peristiwa tabir bait suci terbelah dua: hal ini menunjukan secara simbolis sudah terbuka suatu jalan bagi umat manusia yang berdosa untuk dapat berhubungan langsung dengan Allah yang Maha Suci.

 8. Aspek lain dari pengorbanan Yesus adalah kelepasan dari kutuk (Gal 3 :13-14)

Ulangan 21:23: Orang yang dihukum gantung pada sebuah tiang sesungguhnya mengalami kutuk. Namun sesudah ini berkat Tuhanlah yang mengalir. Kutuk yang telah menimpa Yesus itu di sebut sebagai “Kutuk Hukum Taurat” (Ulangan 28).

(Sumber : Prince, Derek. Mereka akan mengusir setan-setan, Derek Price Ministries Indonesia)

Komentar

Belum ada komentar mengenai artikel ini.

Berikan Komentar

Bantuan Doa atau Pelayanan

Jika Anda membutuhkan bantuan doa atau layanan lainnya silahkan menghubungi kami melalui link berikut ini - Kontak Kami
GBI El Shaddai Pontianak
Jl. Prof M Yamin No. 1A, Kota Baru, Pontianak 78116
Telp. 0561 - 765495 - Fax. 0561 - 748250
copyrights © GBI El Shaddai Pontianak - Shine, Bless and Glory allrighs reserved.