12 April 2011 - Khotbah

Pesan Gembala : Apa yang Tuhan inginkan dengan hati kita?


NATS                   : MAZMUR 33:15, MAZMUR 119 :11

Apa yang sebenarnya Tuhan inginkan dengan hati kita ? Kita sudah belajar bahwa hati itu didesign oleh Allah sebagai :

  1. Tempat Perbendaharaan
  2. Sumber memancarnya kehidupan kita

Hati  manusia merupakan satu hal yang penting bagi Allah dan bagi manusia itu sendiri. Saat ini kita akan belajar Apa sebenarnya yang Allah kehendaki bagi hati kita.

KATA KUNCI : ADA 2 KEINGINAN ALLAH DENGAN HATI KITA

KEINGINAN  ALLAH YANG PERTAMA : ALLAH INGIN HATI KITA MENYIMPAN FIRMANNYA

Luk 6:45  Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya.”

Hati kita sebagai tempat perbendaharaan, Tuhan ingin  hati kita menyimpan perkataan-perkataanNya.

Maz. 119:11  Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.

Daud melatih hatinya untuk menjadi tempat penyimpanan Firman Allah.

Luk 2:19  Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya.

Maria ibu Yesus, meyimpan perkara-perkara Ilahi dalam hatinya. Didalam Alkitab perjanjian lama, Ketika Allah melakukan perkara-perkara ajaib, Dia  selalu memerintahkan agar dibuat tugu-tugu peringatan, supaya hati umatNya menyimpan perkara-perkara rohani yang telah Ia kerjakan.

Luk 10:39  Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya,

Luk 10:42  tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.”

Maria Saudara Lazarus, menyimpan perkataan-perkataan Tuhan. Tuhan Yesus berkata bahwa tindakan Maria adalah satu pilihan yang terbaik dan yang tidak bisa hilang daripadanya. Allah sangat menginginkan hati kita selalu menyimpan FirmanNya.

KEINGINAN  ALLAH YANG KEDUA :  ALLAH INGIN HATI KITA DIPENUHI OLEH KASIHNYA

Alkitab mengajarkan bahwa Allah itu Kasih.

1Yoh. 4:8 Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.

1Yoh. 4:16 Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.

Yoh 15:12  Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.

Allah menginginkan agar hati kita dipenuhi oleh kasihNya dan hidup dalam kasihNya.

APA DAMPAKNYA  JIKA HATI KITA DIPENUHI KASIHNYA?

  1. Kita disanggupkan oleh kasihNya untuk mengasihi Allah
  2. Kita disanggupkan oleh kasihNya untuk mengasihi sesama.
  3. Kita bisa memiliki pertemanan yang baik
  4. Kita bisa mengasihi suami / istri / orang tua / anak kita
  5. Kita bisa memberkati musuh kita atau orang berbuat jahat kepada kita
  6. Kita bisa hidup dalam damai sejahtera seorang dengan yang lain.

Adalah kehendak Allah, hidup kita serupa dengan anakNya,Tuhan Yesus. Apa yang didalam pikiran dan perasaan Yesus,  Allah mau kita memilikinya.

Filipi  2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,

Contoh :

Ketika Yesus melihat orang dalam kesusahan . Dia berkata,” Marilah kepadaKu “.

Mat 11:28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

Tuhan Yesus membuka hatinya bagi orang-orang yang letih lesu dan berbeban berat. Kepada Kita , Dia juga mengharapkan hal sama,menjadi orang yang terbuka bagi orang yang letih lesu dan berbeban berat.

Komentar

Belum ada komentar mengenai artikel ini.

Berikan Komentar

Bantuan Doa atau Pelayanan

Jika Anda membutuhkan bantuan doa atau layanan lainnya silahkan menghubungi kami melalui link berikut ini - Kontak Kami
GBI El Shaddai Pontianak
Jl. Prof M Yamin No. 1A, Kota Baru, Pontianak 78116
Telp. 0561 - 765495 - Fax. 0561 - 748250
copyrights © GBI El Shaddai Pontianak - Shine, Bless and Glory allrighs reserved.