22 March 2011 - Khotbah

Pesan Gembala : Berkat memiliki hati nurani yang murni

Kita patut bersyukur dan memuji Tuhan, jikalau saat – saat ini kita diajar untuk memiliki hati nurani yang murni baik dihadapan Allah dan manusia karena ada banyak keuntungannya yang memberkati kehidupan kita jika kita hidup dengan hati nurani yang murni.

Berkat yang akan kita terima antara lain :

  1. Hidup dengan damai sejahtera (Yes.26:3)
  2. Hidup dengan sukacita
  3. Memiliki tubuh yang sehat dan muka yang berseri-seri

Kejadian 4:6-7 “Firman TUHAN kepada Kain: “Mengapa hatimu panas dan mukamu muram?

Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya.”

  1. Kita akan mengalami di merasakan hadirat Tuhan (Mazmur 24:3-4)
  2. Kita akan dapat mendengar suara Tuhan. Sebab saat kita mengeraskan hati (tidak murni lagi hati maka kita tak dapat dengar suara Tuhan)

Ibrani 3:15 “ Tetapi apabila pernah dikatakan: “Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman”

3.   Siap untuk menerima berkat Allah

Mazmur 24:4-5 “”Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu. Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia”.

Itu sebabnya betapa penting bagi kita untuk menjaga hati kita dengan segala kewaspadaan sehingga tak tercemar. Dengan demikian kita siap untuk diberkati oleh Tuhan lebih lagi.

Daud adalah seorang yang begitu memperhatikan hatinya. Dalam mazmur 26:2 ia berdoa “Ujilah aku Tuhan, cobalah aku selidiki batinku dan hatiku”. Dengan tujuan agar ia memiliki hati nurani yang murni. Dan karena ia memiliki kerinduan seperti itu.  Ia selalu berespon yang benar dalam ujian-ujian hidup yang ia alami :

  1. Saat mengalami penolakan

Mazmur 27:10  “Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku.”

2.  Kekalahan (1 Samuel 30:1-25)

1 Samuel 30:6 “Dan Daud sangat terjepit, karena rakyat mengatakan hendak melempari dia dengan batu. Seluruh rakyat itu telah pedih hati, masing-masing karena anaknya laki-laki dan perempuan. Tetapi Daud menguatkan kepercayaannya kepada TUHAN, Allahnya”

3.  Ditegor atas kesalahan-kesalahannya ia langsung mengakui dan bertobat

2 Samuel 12:13 “Lalu berkatalah Daud kepada Natan: “Aku sudah berdosa kepada TUHAN.” Dan Natan berkata kepada Daud: “TUHAN telah menjauhkan dosamu itu: engkau tidak akan mati.”

4.  Menghadapi pemberontakan anaknya  (II Samuel 15:1-37)

Ia tak menjadi sakit hati dengan pemberontakan yang dilakukan anaknya

5. Dikutuki dan dikata-katai (II Samuel 16:5-14).

Ia tak marah dengan orang yang mengutukinya. Daud begitu menjaga hatinya tetap murni dengan berespon yang benar dalam setiap situasi. Itu sebabnya Daud berkenan di hadapan Allah (bc.Kisah para rasul 13:22).

Komentar

Belum ada komentar mengenai artikel ini.

Berikan Komentar

Bantuan Doa atau Pelayanan

Jika Anda membutuhkan bantuan doa atau layanan lainnya silahkan menghubungi kami melalui link berikut ini - Kontak Kami
GBI El Shaddai Pontianak
Jl. Prof M Yamin No. 1A, Kota Baru, Pontianak 78116
Telp. 0561 - 765495 - Fax. 0561 - 748250
copyrights © GBI El Shaddai Pontianak - Shine, Bless and Glory allrighs reserved.