20 May 2011 - Khotbah

Pesan Gembala : Mengakui kepemilikan Allah

Apakah kita adalah sang pemilik uang dan harta kita, ataukah Allah? Jawaban yang benar adalah Allah memiliki semuanya. Sebagai Pencipta dunia dan pemilik semua yang ada di dunia, Dia sepenuhnya mengendalikan segala sesuatu. Allah memiliki dunia. Allah memiliki saya. Allah memiliki uang saya. Dia memiliki saya karena Dia membeli saya sekali lagi ketika Dia menebus saya dengan nyawa-Nya. Saya perlu mengakui kepemilikan-Nya!

Hal ini juga benar apabila Allah memiliki semuanya, Dia berhak mengatur semuanya. Jika Dia berhak mengatur semuanya, tidakkah Dia juga berhak mendelegasikan sebagian tanggung jawab kepada kita? Alkitab menyebut kita pengurus. Peran kita saat ini adalah sebagai manajer. Seorang pengurus atau manajer adalah seorang yang diberi tanggung jawab atas harta yang tidak ia miliki.

Jika segala sesuatu benar-benar datang dari Allah (dan memang demikian), maka Dialah yang memiliki semuanya. Jika Dia yang memilki semuanya, maka kita telah diberi tanggung jawab atas harta yang merupakan milik seorang yang lain. Kita, sebagai pengurus atau manajer, bertanggung jawab kepada sang pemilik, Allah, dalam hal kualitas pengurusan. Hasil macam apa yang kita produksi? Seberapa baik anda sebagai manajer uang atau harta benda? Adakah ruang untuk perbaikan?


Allah Memiliki Semuanya

Lalu, apa yang menjadi milik Allah? Tentu saja, pergumuan pribadi yang sesungguhnya biasa menyertai uang yang Dia izinkan mengalir melalui tangan kita dan harta material yang sering berusaha kita timbun. Semua itu berasal dari Allah.


Tanah

1 Tawarikh 29: 13-14

Sekarang, ya Allah kami, kami bersyukur kepada-Mu…. Sebab dari pada-Mulah segala-galanya dan dari tangan-Mu sendirilah persembahan yang kami berikan kepada-Mu.


Wahyu4:11

Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan.


Harta Milik Kita ( Materi dan Uang)

1 Timotius 6: 17-19

Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati. Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi, dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya diwaktu yang akan datang untuk mencapai hidup yang sebenarnya.

Perhatikan di sini bahwa Allah “ dengan limpah memberi” kita segala sesuatu untuk dinikmati, namun itu memang datang dengan beberapa syarat: berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi.


Kemampuan Kita

Allah memberi kita talenta dan kemampuan supaya kita dapat menggunakannya untuk kerajaan-Nya. Kita bertanggung jawab atas pemberian-Nya.


Roma 12:6-8

Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat, baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita. Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar; jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati. Siapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan hati yang ikhlas; siapa yang memberi pimpinan, hendaklah ia melakukannya dengan rajin; siapa yang menunjukkan kemurahan, hendaklah ia melakukannya dengan sukacita.


Waktu Kita

Efesus 5:15-16

Karena itu, perhatikanlah dengan seksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.


Tubuh Kita

1 Korintus 6:19-20

Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam didalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah,-dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar. Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

Roma 12:1-2

Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus, dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.


Mengetahui bahwa Allah memiliki segala-galanya adalah langkah pertama untuk menjadi pengurus yang dihormati. Penting sekali Anda mengambil momen unutk merenung dan mengakui kepada diri sendiri dan kepada Allah bahwa Dialah yang mengendalikan dan bahwa anda ingin menjadi pengurus yang mempunyai reputasi dari harta-Nya.

Meskipun pengetahuan dalam pikiran dan pengkuan itu baik, namun yang lebuh penting adalah Anda menjalani gaya gidup yang memenuhi prinsip ini. Kata-kata tersebut harus diukir di dalam hati Anda dan buahnya menjadi contoh dalam keputusan Anda sehari-hari: Apa yang saya lakukan dengan harta milik saya mengungkapkan apa yang sesungguhnya ada dalam hati saya.

(Sumber : Prinsip-prinsip Alkitabiah dalam mengelola perbendaharaan uang Anda; Frank Damazio & Rich Brott)

Komentar

Belum ada komentar mengenai artikel ini.

Berikan Komentar

Bantuan Doa atau Pelayanan

Jika Anda membutuhkan bantuan doa atau layanan lainnya silahkan menghubungi kami melalui link berikut ini - Kontak Kami
GBI El Shaddai Pontianak
Jl. Prof M Yamin No. 1A, Kota Baru, Pontianak 78116
Telp. 0561 - 765495 - Fax. 0561 - 748250
copyrights © GBI El Shaddai Pontianak - Shine, Bless and Glory allrighs reserved.