16 February 2011 -

Renungan harian 14-20 Februari 2011

Senin, 14 Februari 2011; TUJUAN ALLAH

Ayat bacaan :Kejadian 8:22 ; Hukum-hukum alam ditetapkan untuk selama-lamanya. Allah mengetahui bahwa hati manusia juga tetap jahat, namun Ia menyelamatkan dunia ciptaanNya, bagaimanapun juga sikap hati manusia Allah menuntun dunia kepada tujuan yang sesuai dengan rencanaNya.

Selasa, 15 Februari 2011; KEHIDUPAN PENGIKUT KRISTUS

Ayat bacaan : Gal 6:7; Mereka yang mengaku menjadi pengikut Kristus yang sudah dilahirkan kembali dan dipenuhi Roh (ayat Gal 6:3), sedangkan pada saat yang sama secara sadar menabur untuk memuaskan keinginan daging (Gal 5:19-21), bersalah karena mempermainkan dan menghina Allah. Janganlah kita menipu diri sendiri: orang demikian tidak akan menuai “hidup yang kekal” tetapi “kebinasaan” (ayat Gal 6:8) dan “kematian” (Rom 6:20-23;

Rabu, 16 Februari 2011; PERBUATAN BAIK

Ayat bacaan : Galatia 6:9-10; Pada dasarnya setiap perbuatan baik seorang Kristen menyatakan kasih, Gal 5:14, dan tertuju kepada orang lain: kasih Kristen pertama-tama mengenai saudara seiman, Rom 14:15; 1Te 4:9-10; 2Te 1:3; dll. Tetapi ia memberikan kesaksian di hadapan sekalian orang, Rom 12:17, dan perlu diperluas sampai merangkum semua manusia, 1Te 5:15; Rom 12:18 dst, termasuk musuh, Rom 12:20.

Kamis, 17 Februari 2011; UPAH

Ayat bacaan : Matius 25:20-23; Pada saat tuan mereka datang kembali dua hamba yang pertama menyajikan jumlah yang berbeda, tetapi keduanya berhasil meningkatkan milik mereka 100% dan menerima pujian dan upah yang sama. Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia. Kesetiaan adalah kebajikan yang sedang diuji. Aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Sebagian dari upah terdiri atas penerimaan tanggung jawab dan kehormatan yang lebih besar dari tuan mereka. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan (sukacita) tuanmu. Mungkin sebuah acuan kepada orang percaya yang berbagi sukacita dengan Kristus, yakni sukacita milik-Nya karena Ia melaksanakan kehendak Bapa dengan sempurna (Yoh. 15:10, 11).

Jumat, 18 Februari 2011; PUASA YANG DISERTAI KASIH

Ayat bacaan : Yes.58:6; Puasa yang diperkenan Allah ialah puasa yang disertai kasih kepada diri-Nya dan perhatian sungguh-sungguh untuk mereka yang tertindas. Orang percaya harus tahu bahwa pemberian persepuluhan dan persembahan kepada gereja tidak membebaskan mereka dari tanggung jawab untuk memberi kepada orang miskin. Kita harus membagi makanan dengan mereka yang kelaparan dan menyediakan pakaian bagi mereka yang tidak punya. Kita harus dengan sungguh-sungguh berusaha mengetahui kebutuhan orang lain, khususnya anggota jemaat kita sendiri, serta mengabdikan diri untuk melakukan apa yang dapat kita lakukan (bd. Gal 6:10;

Sabtu, 19 Februari 2011; KASIH SEJATI

Ayat bacaan : Nas : Yes 58:8-12; Apabila ada kasih sejati bagi Allah dan kepedulian sungguh terhadap kesejahteraan orang lain, sebuah saluran terbuka untuk berkat-berkat Allah yang melimpah memasuki kehidupan kita. Upah kasih semacam itu dinyatakan di sini:(1) terang Allah dan sukacita penuh dari keselamatan dan kesembuhan, (2) perlindungan dan kehadiran Allah dinyatakan dalam kehidupan kita, (3) pertolongan Allah dalam kesusahan melalui doa yang dijawab, (4) kegelapan dan penindasan terangkat, (5) bimbingan, kekuatan serta kesuburan dari Allah, dan (6) pemulihan sejati, dengan standar-standar dan norma-norma Allah dihidupkan kembali.

Minggu, 20 Februari 2011; PERNYATAAN YESUS : “MENGAMPUNI”

Ayat bacaan :Nas : Luk 17:3; Perhatikan hal-hal berikut berkenaan dengan pernyataan Yesus mengenai pengampunan: 1) Yesus menginginkan agar kita memiliki sikap yang suka mengampuni dan menolong mereka yang bersalah kepada kita, daripada sikap yang membalas dendam atau benci. 2) Pengampunan dan kerukunan kembali tidak dapat benar-benar terjadi sebelum orang yang bersalah itu mengakui tindakannya yang keliru dan bertobat dengan sungguh-sungguh. Selanjutnya, Yesus tidak menunjuk kepada kesalahan yang sama yang dilakukan berulang-ulang. 3) Kita harus rela untuk terus memberi pengampunan jikalau orang yang bersalah itu benar-benar bertobat. Pernyataan Yesus mengenai mengampuni “tujuh kali sehari” tidak dimaksudkan untuk membiarkan dosa yang terbiasa dilakukan. Ia juga tidak bermaksud bahwa orang percaya harus membiarkan seseorang untuk menganiaya atau berlaku kejam kepadanya selama waktu yang tidak terbatas. Sebaliknya, Ia mengajarkan bahwa kita harus memelihara suatu sikap yang selalu siap untuk menolong dan mengampuni orang yang bersalah.

Komentar

facebook - 2011-02-18 14:12:59
i love it

Berikan Komentar

Bantuan Doa atau Pelayanan

Jika Anda membutuhkan bantuan doa atau layanan lainnya silahkan menghubungi kami melalui link berikut ini - Kontak Kami
GBI El Shaddai Pontianak
Jl. Prof M Yamin No. 1A, Kota Baru, Pontianak 78116
Telp. 0561 - 765495 - Fax. 0561 - 748250
copyrights © GBI El Shaddai Pontianak - Shine, Bless and Glory allrighs reserved.