10 January 2012 -

tekun menantikan Tuhan

Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-nya. Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya. Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru:
mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.”(Yesaya 40:28-31).

Janji dalam Yesaya 40 ini diberikan Tuhan kepada umat pilihan-Nya melalui nabi Yesaya, yang sedang mengalami masa yang sulit di tengah pembuangan.

Bangsa pilihan Tuhan ini diminta untuk mempersiapkan diri untuk menerima pertolongan dari Tuhan dan melihat kuasa Tuhan yang akan menyelamatkan mereka.

“Arahkanlah matamu ke langit dan lihatlah: siapa yang menciptakan semua bintang itu ..” (Yesaya 40:26a).

Kuasa Tuhan yang menolong bangsa pilihan Tuhan ini adalah kuasa mencipta yang kreatif. Ia menopang umat pilihan-Nya dengan menyediakan apa yang mereka perlukan, sebab Dia  adalah Jehovah Jireh, Allah yang menyediakan dan mencukupi.

Janji ini pula yang Tuhan berikan kepada kita hari-hari ini di tengah keadaan dunia yang sedang diliputi kegelapan sehingga tidak tahu apa yang harus dilakukan. Tuhan  menginginkan kita untuk menanti-nantikan Dia, karena dengan menantikan Tuhan, Ia memberikan kekuatan dan semangat untuk bangkitn dan bersinar di tengah kegelapan yang sedang meliputi dunia ini.

“Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu.

Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu.”(Yesaya 60:1-2).

Kata “menantikan” dalam bahasa Ibrani ‘qavah’ mempunyai 3 pengertian penting yang perlu kita ketahui agar kita dapat menantikan Tuhan dengan benar. Yaitu:

1. BERHARAP PENUH

Pengertian pertama dari ‘qavah’ adalah berharap penuh.

Menantikan Tuhan berarti kita berharap penuh kepada Tuhan. Tidak setengah-setengah, hanya kepada Dia saja kita berharap. Ada banyak orang berharap, namun seberapa banyak yang berharap penuh kepada Tuhan.

“Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!

Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.” (Yeremia 17:7-8).

Jika kita ingin berbuah banyak di tahun 2009, kita harus berharap penuh kepada Tuhan. Sekalipun tahun 2009 tahun yang kering, kita tidak akan kuatir namun akan terus berbuah.

Orang yang berharap penuh kepada Tuhan adalah orang yang hatinya percaya hanya kepada Tuhan. Berhati-hatilah karena dunia akan turut menawarkan jalan keluar di tengah kemelut ekonomi dan dunia ini. Tuhan sudah memperingatkan kita untuk tidak  berjalan menurut nasehat dunia ataupun menjadi serupa dengan dunia ini. Yang kita perlu lakukan adalah masuk dalam  kamar keintiman kita dan berjumpa dengan sang Penasehat Yang Ajaib,
berbicara dengan-Nya dan mendengarkan Dia.

2. MENGIKAT MENJADI SATU

Hal ini membawa kita kepada pengertian yang kedua dari ‘qavah’, yaitu mengikat menjadi satu, seperti 3 utas benang yang dipilin menjadi satu.

Orang yang menantikan Tuhan adalah orang-orang yang menyatukan diri mereka dengan Tuhan. Mereka menyatukan diri mereka dengan rencana Tuhan, pikiran Tuhan, kebenaran Tuhan, kehendak Tuhan, dan cara-cara Tuhan.

Kita perlu melakukan spiritual alignment atau penyesuaian rohani. Inilah keintiman yang Tuhan inginkan dari kita. Tidak hanya kita menikmati Dia dalam doa kita, tetapi kita juga harus merenungkan Firman Tuhan siang dan malam, agar pikiran kita mengalami penyesuaian dengan kehendakNya yang tertulis, dan berubah oleh pembaharuan akal.

Orang yang intim adalah orang yang kehidupannya berpadanan dengan kebenaran; orang-orang yang mempunyai integritas, hati – perkataan – perbuatan berjalan seiring.

Komentar

Belum ada komentar mengenai artikel ini.

Berikan Komentar

Bantuan Doa atau Pelayanan

Jika Anda membutuhkan bantuan doa atau layanan lainnya silahkan menghubungi kami melalui link berikut ini - Kontak Kami
GBI El Shaddai Pontianak
Jl. Prof M Yamin No. 1A, Kota Baru, Pontianak 78116
Telp. 0561 - 765495 - Fax. 0561 - 748250
copyrights © GBI El Shaddai Pontianak - Shine, Bless and Glory allrighs reserved.