5 February 2013 - Khotbah

TIADA MUSTAHIL BAGI ORANG PERCAYA

Pendahuluan:

            Puji Tuhan 3 minggu kita sudah mendengar dan belajar bahwa “ Tidak ada yang mustahil bagi orang percaya ”. Ketika saya mendengarkan pelajaran dan khotbah ini dalam doa pengerja, saya berdoa agar Roh Kudus memeteraikannya dalam Roh saya dan menjadi rhema dalam hidup saya.

            Dahulu ketika saya mendengar Firman Allah, maka pemikiran dan perasaan saya berkata bahwa rasanya mustahil ayat ini kita alami dalam hidup kita. Mungkin saudara menyetujui, oleh karena pengalaman – pengalaman yang terjadi dalam hidup kita. Dan akhirnya kita hanya jadi pengangum ayat ini, tapi tidak mengalaminya.

            Namun kitika hal ini diajarkan, Bapa meminta kita untuk tidak menolaknya begitu saja, tetapi MENDOAKANNYA. Dan ketika saya mulai mendoakannya Roh Kudus mulai menuntun hati dan pikiran saya, sehingga Firman Tuhan yang kita dengar yaitu “ Tiada Yang Mustahil Bagi Orang Percaya ” menjadi mungkin kita alami.

        I.            IMAN SELALUN BERKAITAN DENGAN FIRMAN ALLAH

Rom 10 : 17 “ Jadi iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh Firman Kristus ”.

TIDAK ADA FIRMAN = TIDAK ADA IMAN

Iman muncul karena MENDENGAR FIRMAN ALLAH. Dan ketika mentaati apa yang kita dengar , maka kita mengalami apa yang disebut “ Tidak Ada Yang Mustahil Bagi Orang Percaya ” yaitu hal – hal lyang ajaib dan yang luar biasa.

Mengapa Petrus bisa berjalan diatas air ? Mat 14 : 26 – 29 “ Ketika murid – muridNya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut, dan berseru “ Itu Hantu ”, lalu berteriak – teriaklah karena takut. Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka “ Tenanglah ! Aku ini, jangan takut !”. lalu Petrus berseru dan menjawab Dia : “ Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada Mu berjalan diatas air. Kata Yesus : “ Datanglah ! ” Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus.

Petrus dapat melakukan hal yang mustahil dilakukan oleh manusia yaitu jalan diatas air sama seperti yang dilakukan oleh Tuhan Yesus. Oleh karena ia mendengar Firman yang keluar dari mulut Yesus yaitu “ Datanglah ! ”. Dan ketika ia mendengar Firman itu timbullah iman ( Pistis ) dan ketika ia melakukanna  ( Pisteuo ), maka ia mengalami hal – hal yang mustahil.

Demikian juga halnya dengan minyak dalam buli dan tepung itu yang dimiliki oleh janda di Sarfat tidak habis – habis sampai musim kemarau berlalu, oleh karena ia mendengar Firman Allah dan melakukannya. Sehingga ia mengalami hal – hal yang luar biasa.

Tuhan Yesus pun ketika Ia ada didunia menyembuhkan orang sakit, jalan diatas air, mengusir setan, semuanya itu dilakukan oleh karena Ia mendengar dan melihat Nya terlebih dahulu dari Bapa Nya di surga.

Yoh 8 : 38 “ Apa yang kulihat pada Bapa,itulah yang Kukatakan ”.

Yoh 14 : 10 “ Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku. Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri Ku sendiri, tetapi Bapa yang diam didalam Aku ”. Dialah yang melakukan pekerjanNya.

Jadi Prinsipnya adalah Yesus mendengar dan melakukan apa yang Bapa Firmankan maka terjadilah : Mujizat / Hal – Hal yang Mustahil.

MASALAHNYA :

                Banyak kali ketika kita mendengar suaraNya, kita tidak mentaatinya. Kita jalan dengan jalan sendir, sehingga tidak melihat mujizat. Ketika kita harus memahami, bahwa rancangan Tuhan, bukanlah rancangan kita, dan jalan kita bukan jalan Nya ( Yes 55 : 8 ).

      II.            Belajar Mendengar Suara Tuhan

Itu sebabnya kita harus peka untuk mendengar suaraNya. Ia dapat berbicara lewat :

1)      Suara yang dapat di dengar, contoh : Samuel

2)      Kunjungan Malaikat ( Kis 10 : 1 -5 ).

3)      Mendengar Berita / Melihat lingkungan sekitar kita, contoh : Nehemia ( Neh 1 : 4 , Neh 2 : 11 ).

4)      Mimpi ( Yoel 2 : 28 ).

5)      Penglihatan ( Yoel 2 : 28 ).

6)      Nubuatan ( Yoel 2 : 28 ).

7)      Alkitab yang dibaca.

8)      Khotbah yang didengar ( 1 Tes 2 : 13 ).

9)      Kesaksian Roh Kudus didalam Batin ( Rom 8 : 16 ).

10)   Damai Sejahtera ( Fil 4 : 7 ).

Namun semua yang kita dengar entah itu lewat suara yang dapat didengar, kunjungan malaikat, mimpi, nubuatan, penglihatan, khotbah, dan kesaksian batin harus sesuai Firman Allah yang tertulis. Jika tidak maka kita akan mudah disesatkan, sebab setan dapat berbicara, menyampaikan nubuatan – nubuatan palsu, setan dapat menyamai sebagai malaikat terang ( II Kor 1 1 : 4 ).

Itu sebabnya kita harus baca alkitab dengan sungguh – sungguh dan membangun hubungan yang INTIM dan mempersilakan Roh Kudus berbicara.

    III.            Hal – Hal Yang Menghalangi Roh Kudus Berbicara

  1. Efesus 4 : 30 – 31 “ Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang penyelamatan. Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian, dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan. Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra, dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu ”.

 Jika tidak dibuang, akan menjadikan hati kita keras. Hati yang keras tidak dapat dengar suara Tuhan. Dalam Ibrani 3 : 7,8 menasihati kita “sebab  itu seperti yang dikatakan Roh Kudus..” Pada hari ini, jika kamu mendengar suaraNya janganlah keraskan hatimu…”

        2.  Ketidaktaan

Akan menghalangi Tuhan untuk berbicara kepada kita. Ia tidak akan menyuruh kita masuk langkah ke 2, sebelum kita taat pada Langkah 1.

Pengkotbah : Pdt.Sandra Wilan

Komentar

Belum ada komentar mengenai artikel ini.

Berikan Komentar

Bantuan Doa atau Pelayanan

Jika Anda membutuhkan bantuan doa atau layanan lainnya silahkan menghubungi kami melalui link berikut ini - Kontak Kami
GBI El Shaddai Pontianak
Jl. Prof M Yamin No. 1A, Kota Baru, Pontianak 78116
Telp. 0561 - 765495 - Fax. 0561 - 748250
copyrights © GBI El Shaddai Pontianak - Shine, Bless and Glory allrighs reserved.